Berita Seleb
Pantas Jarang Menerawang di TV, Roy Kiyoshi Idap Penyakit Mematikan: Jantung Aku Tinggal 15 Persen
Namun belakangan Roy Kiyoshi sudah jarang wara-wiri di layar kaca mengungkap hasil terawangannya.
TRIBUN-MEDAN.com - Nama Roy Kiyoshi sempat tenar di tahun 2018 lalu.
Indigo yang memiliki ciri khas ini, pun kerap wara-wiri di layar kaca.
Dirinya mulai dikenal ketika pamerkan kemampuannya dalam meramal lewat sebuah acara di televisi yakni Karma pada tahun 2017 yang lalu.
Beberapa waktu lalu dirinya sempat membuat pernyataan kontrovresi tentang kematiannya.
Dirinya meramal akan mati pada umur 40 tahun akibat diracuni.
Namun belakangan Roy Kiyoshi sudah jarang wara-wiri di layar kaca mengungkap hasil terawangannya.
Rupanya hal ini berkaitan dengan kondisi kesehatan Roy Kiyoshi.
Beberapa waktu lalu, Roy Kiyoshi muncul dan memberikan kabar kurang menyenangkan terkait kesehatannya.
Roy Kiyoshi mengungkap jika ia mengalami pembengkakan jantung.
Saat mendengar vonis dokter, Roy Kiyoshi mengaku syok.
Belum lama ini hadir dalam YouTube TS Media, pengakuan terbaru Roy Kiyoshi sampai membuat host kaget.
Saat berbincang dengan Luna Maya dan Marianne Rumantir, Roy Kiyoshi membeberkan bahwa kerja jantungnya kini hanya tinggal 15 persen.
"Aku divonis sama dokter seminggu lalu, jadi jantung aku itu tinggal 15 persen," ungkapnya, dilansir via Tribun Style, (23/2/2022).
Luna Maya yang mendengar hal itu pun sontak terkejut.
"Maaf, aku syok. Gimana?" ujar Luna Maya dengan ekspresi penuh tanya.
Roy Kiyoshi lantas menjelaskan kondisi terkininya.
"Jadi aku tuh mempunyai penyakit namanya cardiomyopathy ya.
Jadi itu penyumbatan jantung, solusinya adalah harus dikateter atau dipasangi ring," beber Roy Kiyoshi.
Luna Maya lantas penasaran dengan pemicu kondisi yang dialami Roy Kiyoshi,
"Kamu suka makan lemak-lemak gitu kali?" tanya Luna Maya.
Namun bukan makanan berlemak yang dicurigai Roy Kiyoshi menjadi pemicu pembengkakan jantung.
Ia menduga kebiasaannya mengonsumsi suplemen secara sembarangan jadi penyebab penyakit yang dideritanya kini.
"Mungkin gara-gara aku sempet fitness dan nge-gym, pakai suplemen, steroid, segala macem.
Jadi dampaknya akan ke situ sebenarnya," pikirnya.
Terkait kondisinya ini, Roy Kiyoshi tengah mempertimbangkan untuk menjalani operasi pemasangan ring di jantungnya.
"Masih dalam pengobatan aja. Tapi dokter masih menunggu kesiapan aku untuk operasi gitu," pungkas Roy Kiyoshi.
7 Faktor Gaya Hidup Sebabkan penyakit Jantung
Penyakit jantung adalah kondisi ketika jantung mengalami gangguan.
Melansir alodokter.com, bentuk gangguan itu sendiri bisa bermacam-macam.
Ada gangguan pada pembuluh darah jantung, irama jantung, katup jantung, atau gangguan akibat bawaan lahir.
Penyakit jantung adalah penyakit yang bisa sangat berbahaya karena dapat menimbulkan serangan jantung dan kematian mendadak.
Dilansir dari Verywell Health, sebagian besar faktor risiko penyakit jantung melibatkan pilihan gaya hidup Anda.
Ini berarti bahwa Anda dapat menurunkan peluang Anda terkena penyakit jantung dengan menunjukkan dengan tepat area-area yang berisiko bagi Anda dan mengambil langkah-langkah untuk mengubahnya.
Berikut ini adalah faktor gaya hidup yang bisa menjadi penyebab penyakit jantung:
1. Merokok
Dilansir dari Medical News Today, perokok lebih mungkin mengembangkan aterosklerosis dan mengalami serangan jantung.
Aterosklerosis adalah penyempitan dan pengerasan pembuluh darah arteri akibat penumpukan plak di dinding pembuluh darah.
Kebiasaan merokok bisa menyebabkankan aterosklerosis karena karbon monoksida dapat merusak lapisan pembuluh darah Anda dan nikotin dalam rokok dapat meningkatkan tekanan darah Anda.
Berada di sekitar asap rokok orang lain juga dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit jantung.
2. Pola makan tidak sehat
Diet tinggi lemak, gula, dan kolesterol dapat berkontribusi pada pengembangan penyakit jantung seperti aterosklerosis.
Mengonsumsi terlalu banyak garam juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi yang memiliki peran tinggi terhadap kejadian serangan jantung.
Di sisi lain, makan makanan yang kaya buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian dapat membantu mengurangi risiko Anda terkena penyakit jantung.
3. Obesitas
Menjadi kegemukan atau obesitas dapat meningkatkan risiko penyakit jantung karena mengarah ke faktor risiko lain seperti kolesterol tinggi, diabetes, dan tekanan darah tinggi.
4. Kurang aktivitas fisik
Olahraga teratur dapat menurunkan risiko penyakit jantung sebagian dengan membantu menjaga kolesterol Anda lebih rendah, diabetes Anda terkontrol, dan berat badan Anda turun.
Bukan hanya itu, olahraga teratur dapat berkontribusi pada penurunan tekanan darah bagi sebagian orang.
5. Konsumsi alkohol berlebihan
Dilansir dari Health Line, minum terlalu banyak alkohol dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan meningkatkan kadar kolesterol Anda, yang dapat menyebabkan aterosklerosis.
Kebiasaan minum alkohol juga dapat menyebabkan aritmia jantung, stroke, dan kardiomiopati.
Jadi, batasi konsumsi alkohol Anda atau sebaiknya hindari saja.
6. Stres
Hubungan yang tepat antara stres dan penyakit jantung masih dipelajari, tetapi stres yang berlebihan dan berkepanjangan pasti berkontribusi pada penyakit jangka panjang seperti tekanan darah tinggi.
Stres juga dapat memengaruhi perilaku Anda dan risiko gaya hidup yang Anda ambil yang berkontribusi terhadap penyakit jantung.
Misalnya, Anda mungkin minum lebih banyak alkohol dan/atau merokok ketika Anda sedang stres, keduanya diketahui sebagai kontributor untuk mengembangkan penyakit jantung.
7. Kebersihan yang buruk
Bila Anda tidak mencuci tangan secara teratur, Anda lebih berisiko terkena bakteri dan virus yang dapat menyebabkan infeksi jantung, terutama jika Anda sudah memiliki kondisi jantung.
Kebersihan gigi yang buruk juga dapat menyebabkan penyakit jantung, terutama infeksi jantung.
(*/ Tribun-Medan.com)
Artikel ini sudah tayang di Bangka Pos
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/roy-kiyoshi-dan-henry-indraguna.jpg)