Liga Italia

JELANG Derby Milan Liga Italia, Ultras Ancam Boikot Laga Inter Milan Vs AC Milan

Suporter ancam boikot lantaran pembatasan Covid-19, kapasitas jumlah penonton kembali diperlakukan 50 persen

Tayang:
(AFP / MIGUEL MEDINA)
Para pemain Inter Milan menempati gol kemenangan Christian Eriksen ke gawang AC Milan pada laga perempat final Coppa Italia di Stadion Giuseppe Meazza, Selasa (26/1/2021) atau Rabu dini hari WIB. 

TRIBUN-MEDAN.com - Menjelang Derby Milan yang akan tersaji pada pekan ke 24 Liga Italia Serie A, Ultras Inter Milan ancam boikot pertandingan Inter Milan vs AC Milan.

Duel Inter Milan vs AC Milan pekan ke 24  sendiri akan berlangsung  pekan depan pada Minggu, (6/2/2022) di San Siro pukul 00.00 WIB.

Para suporter Inter Milan dikabarkan mengancam akan memboikot pertandingan Derbi Milan antara AC Milan dan Inter Milan pada pekan ke 24 Liga Italia Serie A.

Suporter ancam boikot lantaran pembatasan Covid-19, kapasitas jumlah penonton kembali diperlakukan 50 persen. 

Fans Inter Milan telah merayakan gelar Serie A ke-19 mereka di luar stadion Giuseppe Meazza.

Ultras Inter dari Curva Nord memperingatkan mereka akan memboikot Derby Milan sebagai protes atas alokasi tiket, menolak menyanyi, mengibarkan bendera atau bahkan memberikan koreografi di tribun saat Derby Milan berlangsung.

Baca juga: PREDIKSI Joan Mir Perebutan Gelar Juara MotoGP 2022, Sebut Tak Ada Lawan yang Mengejutkan

Pertandingan yang dijadwalkan akan dimulai pada Sabtu 5 Februari di San Siro waktu setempat atau Minggu, 6 Februari WIB dilakukan pembatasan jumlah penonton.

Dilansir dari Football Italia, Rabu, (26/1/2022), karena pembatasan covid-19, kapasitas jumlah penonton kembali diperlakukan 50 persen. 

Hanya akan ada 5.000 penonton di stadion San Siro saat Derby Milan berlangsung di Stadion San Siro.

Itu masih belum cukup untuk memiliki penggemar sebanyak mereka yang ingin berada di sana dan ini telah mengganggu ultras Inter di Curva Nord.

Mereka telah merilis sebuah pernyataan yang memperingatkan bahwa mereka kecewa dan terkejut dengan bagaimana alokasi tiket dibuat untuk derby Milan.

Baca juga: Rizky Billar Beberkan Batal Akuisisi PSMS Medan, Jelaskan ke Istri Tak Semudah Beli Tim Kecil

Sebagai pembalasan, ultras mengumumkan bahwa mereka akan menghadiri pertandingan, tetapi tanpa megafon, bendera atau spanduk di atas di tribun saat Derby Milan berlangsung.

Koreografi raksasa di Curva Nord, bertarung dengan Curva Sud Milan, adalah salah satu yang menarik dari Derby Milan.

Fans Inter juga telah memperingatkan bahwa mereka tidak akan menyemangati tim mereka sepanjang pertandingan, kecuali direktur Beppe Marotta turun tangan untuk menyebarkan alokasi tiket ke ultras.

Sementara itu, Pelatih AC Milan, Stefano Pioli, memperingatkan timnya untuk bisa mengalahkan Inter Milan jika ingin tetap berada di jalur persaingan gelar juara Liga Italia. 

AC Milan mendapatkan hasil kurang memuaskan saat menjamu Juventus pada pekan ke-23 Liga Italia Serie A 2021-2022. 

Baca juga: TERBARU, Laga Timnas Indonesia Vs Timor Leste Batal Dihadiri Penonton, Padahal Tiket Sempat Dijual

Laga AC Milan vs Juventus yang berlangsung di Stadion San Siro, Senin (24/1/2022) dini hari WIB, berakhir imbang tanpa gol.

Hasil tersebut membuat AC Milan gagal menempel Inter di klasemen sementara Liga Italia. Tim berjuluk Rossoneri itu justru turun peringkat karena disalip Napoli. 

Inter Milan saat ini berada di urutan teratas dengan raihan 53 poin, unggul empat angka atas Napoli dan AC Milan yang sama-sama mengoleksi 49 poin. 

Napoli dan AC Milan secara berurutan menempati peringkat kedua serta ketiga di klasemen liga Italia Serie A.

Setelah melawan Juventus, AC Milan ditunggu rival sekotanya, Inter Milan dalam pertandingan bertajuk Derby della Madonnina.

Stefano Pioli sadar betul betapa pentingnya laga tersebut karena menjadi salah satu pertandingan untuk mempertaruhkan gelar juara musim ini.

Oleh karena itu, Pioli mewanti-wanti anak didiknya untuk bisa mengalahkan Inter Milan agar tidak bernasib seperti musim lalu. 

"Kami tahu pertandingan melawan Juventus dan Inter akan memengaruhi masa depan kami," kata Stefano Pioli dikutip dari DAZN.

Jika pihaknya tidak mengalahkan Inter, Stefano menegaskan bahwa nasib timnya akan sangat mirip dengan musim lalu ketika pada akhirnya menjadi runner up dan berisiko tersingkir dari zona Liga Champions.

"Kami menyadari jika ingin mencapai sesuatu yang luar biasa lagi, kami harus memberikan segalanya. Saya melihat banyak penampilan individu dengan level yang sangat tinggi di Club kami," tambah Pioli.

Artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved