Piala Liga Inggris

THOMAS Tuchel Belum Puas Bawa Chelsea ke Final Piala Liga Inggris, Masih Banyak yang Mau Diperbaiki

Thomas Tuchel sudah menukangi Chelsea selama kurang dari satu tahun tetapi sudah membuat dampak besar bagi tim

DANIEL LEAL-OLIVAS / AFP
Pelatih Chelsea Thomas Tuchel memberi isyarat kepada pemain pada pertandingan Grup H Liga Champions UEFA antara Chelsea dan Zenit St Petersburg di Stamford Bridge, London, Rabu (15/9/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com - Thomas Tuchel baru saja membawa Chelsea ke partai final Piala Liga Inggris atau Carabao Cup usai singkirkan Tottenham Hotspur.

Namun, melaju ke final belum membuat Thomas Tuchel puas dan masih ada yang perlu diperbaiki di timnya.

Thomas Tuchel sudah menukangi Chelsea selama kurang dari satu tahun tetapi sudah membuat dampak besar bagi tim ketika ia menjadi pelatih pertama dalam sejarah klub yang berhasil memimpin timnya ke setiap final Piala Liga, Piala FA, dan Liga Champions.

Seperti diketahui, Chelsea menyelesaikan kemenangan agregat 3-0 atas Tottenham Hotspur di semifinal kedua Piala Liga pagi ini, tetapi Tuchel, yang menggantikan Frank Lampard Januari lalu, jelas tidak senang dengan penampilan di London utara.

Gol tunggal Antonio Rudiger di menit ke-18 memastikan Chelsea akan melaju ke final di Wembley.

Baca juga: CRISTIANO Ronaldo Blak-Blakan, Kecewa dengan Man United soal Pecat Ole Gunnar Solskjaer

Perbedaan kualitas kedua tim tidak hanya terlihat di tengah lapangan tetapi juga di bangku cadangan karena Thomas Tuchel memiliki N’Golo Kante, Thiago Silva, Christian Pulisic, Judge Ziyech dan Kai Havertz yang bisa digunakan.

Thomas Tuchel sadar, tim yang lebih baik dapat menghukum kelemahan seperti yang ditunjukkan oleh timnya dan dia tidak toleran ketika mereka menghadapi Manchester City Sabtu ini dengan kekalahan yang pasti akan menyingkirkan timnya dalam perburuan gelar.

“Kami seperti kehilangan kendali, fokus, merebut bola penting dan kami beruntung tidak kebobolan gol,” ungkap Thomas Tuchel yang kalah di final Piala FA tahun lalu tetapi memenangkan Liga Champions.

Chelsea diakui Thomas Tuchel sedikit terburu-buru dan tidak sepenuhnya menyadari bahaya yang akan datang.

Baca juga: PREDIKSI Liverpool Vs Arsenal Malam Ini, Misi Ganda Meriam London Hapus Derita di Anfield

"Saya merasa di tepi garis gawang kami bermain dengan api. Di babak kedua lagi, kuat di 15 menit pertama tetapi hal yang sama terjadi. Kami kehilangan banyak bola, kehilangan banyak tantangan."

"Jadi banyak hal yang perlu diperbaiki. Ini bukan pertandingan yang terlalu buruk, ini pertandingan yang oke dan ada kalanya kami bagus. Tapi itu perlu peningkatan yang signifikan," jelas Thomas Tuchel.

Tuchel Menuju Panen Trofi

Tuah Thomas Tuchel bersama Chelsea membawa aura positif dan menuju panen trofi.

Kegemilangan Chelsea dalam dua musim terakhir merengkuh berbagai trofi tak lepas dari tangan dingin pelatih asal Jerman, Thomas Tuchel.

Terbaru, Thomas Tuchel membuat sejarah baru setelah menghantarkan Chelsea ke partai final Carabao Cup (Piala Liga Inggris), Kamis (13/1/2022).

Keberhasilan tersebut diperoleh setelah The Blues mengalahkan Tottenham Hotspur lewat agregat akhir 3-0.

Pada pertemuan pertama yang berlangsung di Stamford Bridge Stadium, The Blues mengandaskan perlawanan Harry Kane dkk lewat kedudukan 2-0.

Leg kedua yang terhampar di London Utara, Tottenham Hotspur tak mampu bangkit dari keterpurukan.

Bahkan Chelsea-nya Tuchel berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 1-0 lewat gol tunggal Antonio Rudiger.

Di laga final nanti, Chelsea tinggal menunggu pemenang laga lainnya yang mempertemukan Arsenal melawan Liverpool.

Baca juga: HASIL Piala Liga Inggris - Cukup Cetak Satu Gol ke Gawang Tottenham, Chelsea Melenggang ke Final

Namun siapa sangka, di balik kesukesana The Blues melaju ke partai final Carabao Cup, Tuchel mengukir sejarah baru lewat tinta emasnya.

Berdasarkan data dari laman Opta, hanya membutuhkan 350 hari setelah penunjukkannya sebagai manajer baru, Tuchel menjadi juru taktik pertama Chelsea yang membawa klub di tiga partai final beruntun.

Meliputi Piala Liga (Carabao Cup), Piala FA, Liga Champions/Piala Super Eropa.

Prestasi ini belum pernah dilakukan pelatih manapun yang pernah membesut Chelsea. Bahkan sekaliber Jose Mourinho hingga Carlo Ancelotti tak mampu melakukannya.

Tuchel ditunjuk sebagai pelatih Chelsea guna menggantikan tugas Frank Lampard.

Saat itu Lampard yang sudah diberikan dana melimpah untuk mendatangkan amunisi baru, gagal memberikan penampilan maksimal bagi tim.

Hasilnya, Tuchel lah yang ditunjuk sebagai pengganti.

Meski diakui bahwa dalam beberapa pertandingan terakhir di Liga Inggris, Chelsea mengalami penurunan, namun Tuchel dipercaya mampu kembali mengkatrol prestasi klub.

Kini bisa dikatakan menjadi momentum utama bagi Chelsea untuk panen gelar juara maupun trofi di bawah kejeniusan seorang Thomas Tuchel.

Pasca-laga melawan Tottenham, Chelsea menorehkan catatan baru yakni dominasi atas Harry Kane dkk.

Tercatat dari lima pertandingan terakhir kedua tim, Spurs tak pernah sekalipun menang melawan The Blues.

Tercatat, Chelsea meraih kemenangan empat kali dan imbang satu laga.

Jika dibuat presentase, musim ini skuat besutan Thomas Tuchel bertanggung jawab atas 24 persen kekalahan yang diderita oleh Son Heung-min dkk.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved