Sedang Tren Klub Liga 1 Incar Pemain Top Dunia, Ini Tanggapan Pengamat
Beredar tren klub-klub Indonesia bakal mendatangkan sejumlah pemain top dunia untuk memperkuat timnya.
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Beredar tren klub-klub Indonesia bakal mendatangkan sejumlah pemain top dunia untuk memperkuat timnya.
Semisal, Gubernur Edy Rahmayadi yang juga bertindak sebagai pembina PSMS untuk mendatangkan C. Ronaldo.
Teranyar, bos Rans Cilegon dirumorkan bakal mendatangkan Mesut Ozil dari klub raksasa Turki, Fenerbahce.
Terkait fenomena ini, pemerhati sepakbola Indra Efendi Rangkuti mengatakan, hal ini sah-sah saja selagi masing-masing klub mempunyai finansial dan profesionalitas yang memadai.
"Sah-sah saja, sepanjang finansialnya cukup. Tapi kalau mau dikontrak dengan standar lokal, ya gak bisa lah. Karena kan berbeda standarisasinya," ujarnya saat dikonfirmasi Tribun Medan, Rabu (12/1/2022).
Indra juga mengungkap, fenomena mendatangkan pemain top dunia bukan kali pertama. Ia bercerita, peristiwa ini sudah terjadi sejak tahun 1990-an.
Saat itu, klub Pelita Jaya pernah mendatangkan bintang asal Kamerun, Roger Milla dan Emmanuel Maboang Kessack.
"Pelita pernah juga mendatangkan bintang Argentina, Mario Alberto Kempes.
Walaupun pada saat itu banyak orang yang menertawakan karena pemain tersebut sudah lama pensiun," katanya.
Sambungnya, merekrut pemain top dunia juga pernah dilakukan skuat PSMS Medan.
Kala itu, Liga Indonesia musim 2007/2008 skuat berjuluk 'Ayam Kinantan' itu mendatangkan dua pemain top, Murphy Kumonple dan James Koko Lomel.
Meskipun menurutnya, kedua mantan pemain Timnas Liberia itu masih berada di level sepakbola Benua Afrika.
"Saat itu keuangan klub masih memadai. Ibaratnya, maaf cakap, kita niat mau beli Marcedez tapi sanggupnya Avanza," ucapnya.
Lanjutnya, menggaet pemain bintang juga tidak menjamin sebuah klub bisa langsung berprestasi. Indra kembali mengisahkan, saat Liga Indonesia kedua sedang bergulir musim 1995/1996.
Kala itu PSMS Medan yang mempunyai komposisi pemain lokal, mesti berhadapan dengan Pelita Jaya yang didominasi oleh pemain bintang.
"Pernah PSMS Vs Pelita Jaya saat Liga Indonesia kedua tahun 1995/1996, mainnya di Lebak Bulus kandang Pelita. Saat itu Pelita ada Mario Kempes, Maboang Kessack, ada pemain Yogoslavia juga. Selain itu, ada Giuseppe Accardi dan pemain termahal Indonesia, Ansyari Lubis. Tapi PSMS menang 4-3 atas Pelita," ujarnya.
Selain itu, teranyar Michael Essien menjadi nama paling populer.
Baca juga: Raffi Ahmad Serius Temui Mesut Ozil, Ambisi RANS demi Kompetisi Liga 1 Musim Depan
Bagaimana tidak, pemain yang didatangkan Persib Bandung itu punya segudang pengalaman bersama tim elite Eropa seperti Chelsea, AC Milan, dan Real Madrid.
Persib mendatangkan Essien setelah dirinya diputus kontrak klub Yunani, Panathinaikos.
Namun, tidak terlalu memberikan hasil yang signifikan terhadap Maung Bandung.
Lebih jauh, Indra mengungkap, keuntungan mendatangkan pemain bintang dan asing ada dua.
Di antaranya, menarik minat sponsor dan supporter.
(cr12/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Mesut-Ozil-dirumorkan-akan-direkrut-RANS-Cilegon-FC.jpg)