Kripto

Kisah 'Ibu Kripto' Asal AS, Resign dari Pekerjaan Agar Fokus Trading Kripto, Kini Orang Kaya Baru

Fenomena kripto yang sudah meluas di dunia membuat nasib seseorang mendadak kaya. Rejeki tidak terduga itu membuat seseorang menjadi orang kaya baru.

Tayang:
(Tangkapn layar Courtesy of Brenda Gentry)
Sister Cynthia Gentry, 23, dan Imani Gentry, 19, bersama ibu mereka, Brenda Gentry, 46. 

TRIBUN-MEDAN.com - Fenomena kripto yang sudah meluas di dunia membuat nasib seseorang mendadak kaya.

Rejeki tidak terduga itu membuat seseorang menjadi orang kaya baru. 

Di Amerika Serikat ada julukan Ibu Kripto yang berhasil menarik keuntungan dari jual-beli mata uang digital. 

Dia adalah Brenda Gentry.

Brenda fokus berinvestasi kripto dan memilih meninggalkan pekerjaan lama. 

Brenda sebagai Ibu Kripto merupakan wanita asal Amerika Serikat (AS) yang sepenuhnya memberikan waktu untuk kripto.

Ia nekat meninggalkan pekerjaannya sebagai penjamin emisi hipotek di USAA pada Oktober lalu.

Iseng-iseng Beli Kripto, Pemuda Mojokerto Mendadak Miliarder, Kini Penghasilan 400 Juta Per Bulan

Kripto Made In Indonesia, Realliq Ecosystem, Resmi Diluncurkan di Bali

Saat ini, ia menjalankan perusahaan konsultan kripto yang diluncurkan setelah meninggalkan pekerjaannya itu.

"Kami sangat senang dengan peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya yang ditawarkan oleh kripto," ujar wanita 46 tahun itu kepada CNBC Make It, Selasa (21/12/2021).

Brenda sendiri membagikan kisahnya meraup untung besar dari pasar kripto

Ia menceritakan bahwa ia memulai terjun ke kripto pada tahun 2020 lalu.

Ia memulai dari yang kecil, tetapi secara bertahap mulai berinvestasi lebih banyak.

Pada awal 2021 ia telah mengumpulkan keuntungan besar senilai lebih dari US$ 401 ribu atau setara Rp 5,7 miliar.

Saat ini Brenda dikenal luas sebagai "ibu kripto" online.

Bitcoin berada di zona hijau
Bitcoin berada di zona hijau (Ist)

Ia terus berinvestasi secara pribadi dalam aset digital dan menjalankan Gentry Media Productions bersama putrinya, Cynthia dan Imani.

Tak tanggung-tanggung, perusahaan itu menghasilkan antara 10 dan 20 eter, yaitu sekitar US$ 40 ribu (Rp 570 juta) hingga US$ 80 ribu (Rp 1,13 miliar) dalam satu bulan.

Lebih lanjut, Brenda mengklaim bahwa kripto telah meruntuhkan kutukan kemiskinan generasi.

Ia melihat mata uang digital ini sebagai cara untuk memberikan masa depan yang lebih baik bagi keluarganya.

Ia juga bertekad untuk membantu saudara-saudaranya agar pensiun lebih dini dan beralih ke kripto secepatnya.

"Kebanyakan orang yang tidak dapat mengakses pinjaman dengan keuangan tradisional karena keterbatasan kredit sekarang dapat berinvestasi dalam kripto dan dapat meminjam darinya," jelasnya.

Kripto Berkapitalisasi Pasar Besar Kurang Bergairah: Harga Bitcoin dan Ethereum Cenderung Datar

Jangan Beli Bitcoin, Ini 5 Kripto Ini yang Diprediksi Memiliki Tren Positif Pada Tahun 2022

(*/tribun-medan.com)

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved