Cerita Seleb

DRASTIS Nasib Bintang Iklan Pilih Lepas Profesi Nikahi Bule, Kini Jualan Tempe di Amerika

wajahnya tak muncul di layar kaca Tanah Air, Artis sekaligus bintang iklan asal Indonesia, Devi kini bagikan kabar terbar

Editor: Dedy Kurniawan
Tribun-Jatim.com
Devi Bintang Iklan Jualan Tempe di Amerika 

TRIBUN-MEDAN.com - Ternyata beda drastis nasib bintang iklan yang dulu wara-wiri di televisi kini pilih lepas profesinya.

Semua dilakukan semenjak dirinya memutuskan untuk menikahi seorang bule.

Sudah hijrah dan kini tinggal di negeri paman sam, bintang iklan satu ini malah bernasib beda.

Hidupnya sudah tak lagi sama, jangankan wara-wiri di televisi, kini ia sibuk berjualan produk makanan khas Indonesia.

Baca juga: Tak Mau Kalah dari Fuji, Doddy Sudrajat Tiba-tiba Pamer Alphard untuk Mayang dan Cika 

Namun, sang suami begitu mendukung kegigihan istrinya itu dalam berjualan.

Siapakah sebenarnya artis yang dimaksud?

Jika anda masih ingat nama Devi tentu anda tak asing mendengar suara dan wajahnya yang kerap nangkring di berbagai iklan televisi.

Beberapa iklan justru masih tetap ada dan diputar hingga saat ini.

Lama wajahnya tak muncul di layar kaca Tanah Air, Artis sekaligus bintang iklan asal Indonesia, Devi kini bagikan kabar terbaru.

Baca juga: Buat Kesalahan Fatal, Fadel Islami Suami Brondong Diancam Cerai Muzdalifah, Keceplosan Soal Aset

 
Sebelumnya Devi tak hanya terkenal sebagai bintang iklan, Devi dulu juga sering menjadi pengisi suara di televisi. 

Berkat dianugerahi suara yang merdu, Devi pernah mengisi jingle iklan Bodrex, Jarum Super hingga Kulit Manggis.

Lama tak muncul, Devi putuskan melepas profesinya kini demi tinggal bersama sang suami.

Sudah pilih meninggalkan Indonesia dan kini memutuskan untuk hidup di negara orang, Devi harus berusaha dari awal kembali meniti karirnya.

Devi menikahi pria bule asal Amerika Serikat bernama Charles.

Semenjak kedunya menikah, Devi tinggalkan dunia keartisan dan kini mengikuti suaminya yang tinggal di Negeri Paman Sam. 

Devi mencoba peruntungan seperti artis-artis Indonesia lain dalam hal YouTube.

Melalui kanal YouTube, ia sering kali membagikan aktivitasnya bersama sang suami.

Mulai dari vlog kehidupannya di AS, review barang hingga konten soal kuliner.

Kanal YouTube milik Devi kini sudah memiliki 7 ribu subscriber.

Pada video yang diunggah pada 18 September 2021, Devi menceritakan awal mula jualan tempe di Amerika Serikat.

Devi Jualan Tempe di Amerika
Devi Jualan Tempe di Amerika (Tribun-Jatim.com)


Devi kini berjualan tempe dengan mencoba peruntungan dari hasil produksi rumahnya sendiri.

"Alhamdulillah meski jualan tempe, aku bahagia. Kerjaan apa pun kita harus bersyukur," kata Devi.

Meski tak bisa seperti dulu karir melejit dan uang mengalir cepat, Devi tetap optimis untuk terus bersyukur.

Charles si suami bule juga sangat mendukung Devi dalam melakoni pekerjaan ini.

Ia bahkan menilai sang istri adalah sosok pekerja keras.

Dikatakan Charles, istrinya tengah menantikan dokumen dari pemerintah agar dapat bekerja di sana. 

"Sejak pindah ke sini (AS), ia tidak banyak kegiatan kecuali jadi YouTuber dan menanti dokumen dari pemerintah supaya dia bisa bekerja," ujar Charles.

"Karena Devi seorang pekerja keras, aku tidak ingin dia merasa bosan di sini. Kalau dia bekerja, dia bahagia."

"Dulu dia isi suara, bintang iklan, penyanyi latar buat banyak penyanyi Indonesia, sekarang dia jadi penjual tempe," ujarnya.


Devi mengungkapkan pesanan tempe pertama kali dari komunitas orang Indonesia di Amerika.

Ia pun langsung mendapatkan pesanan 10 tempe sekaligus.

Pesanannya itu ia buat dengan sangat antusias dan lekas membeli bahan-bahannya.

"Ya Tuhan aku enggak pernah menyangka, 10 tempe untuk minggu depan hari Sabtu," kata Devi.

Tempe memang sulit ditemukan di luar negeri. Karena itu biasanya dijual dengan harga mahal.

Bahkan 10 tempe buatan Devi ini dijual dengan harga Rp 450 ribu.

Hingga kini Devi semakin banyak memiliki pelanggan yang menyukai tempe buatannya.

Melihat dan mengonsumsi tempe bagi orang Indonesia adalah hal biasa. Namun tidak bagi orang luar negeri.

Tempe di luar negeri jadi makanan langka, dicari, dan disukai banyak orang.

Seperti saat Kompas Travel mengikuti kelas kreatif tempe bersama Benny Santoso di Ubud Food Festival 2018 persembahan ABC dan didukung Kementerian Pariwisata.

Betapa terkejut, ternyata dari 20 peserta hanya Kompas Travel saja yang orang Indonesia.

"Saya pertama kali mencoba tempe di Indonesia dua tahun lalu. Saya makan tempe yang ada gado-gado dan rasanya super enak," kata Ashley asal Melbourne, Australia.

Ashley mengatakan ia tak biasa makan tempe tanpa makanan pendamping lain. Jadi biasanya ia makan tempe dengan sambal atau daging.

Max adalah seorang vegetarian dan tempe pertamanya ia santap 20 tahun lalu.

"Suka sekali, buktinya sampai sekarang saya masih makan tempe," kata Max.

Sebagai seorang vegetarian, Max mengatakan tempe adalah pengganti daging yang sangat baik.

Kini teman-temannya yang non-vegetarian di Australia mulai melirik tempe.

(*/Tribun-Medan.com)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Jatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved