Kripto

Badan Intelijen CIA Kirim Anggota untuk Pelajari Investasi Kripto dan Bangun Proyek Baru

Kepopuleran kripto telah mengambil perhatian Badan Pusat Intelijen Amerika Serikat (AS) atau CIA. Mereka mengaku memiliki sejumlah proyek.

Tayang:
Pixabay
ethereum, mata uang kripto 

TRIBUN-MEDAN.com - Kepopuleran kripto telah mengambil perhatian Badan Pusat Intelijen Amerika Serikat (AS) atau CIA. Mereka mengaku memiliki sejumlah proyek.

Melansir Cointelegraph, Rabu (8/12/2021), Selama CEO Summit yang digelar oleh Wall Street Journal kemarin, Direktur CIA William Burns mengku, CIA ingin menambah keahlian di bidang kripto dan blockchain.

Ini berguna untuk tim analis intelijen, selain juga terus berkomunikasi dengan pakar industri kripto.

Burns menjelaskan, tantangan dari dunia kripto "dapat memiliki dampak yang sangat besar" di AS mengingat sempat adanya serangan ransomware di Negeri Paman Sam.

Mengutip laman Decrypt, ransomware adalah jenis perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk mematikan komputer atau jaringan hingga pembayaran diterima, seringkali dalam bentuk Bitcoin atau koin privat Monero.

ethereum, mata uang kripto
ethereum, mata uang kripto (Pixabay)

Serangan ransomware oleh peretas (hacker) pada tahun ini telah menghentikan operasi Colonial Pipeline, pipa bahan bakar terbesar AS, pabrik pengolahan daging, hingga infrastruktur TI.

Sebelumnya, pemerintahan Presiden As Joe Biden pada bulan Juni menyebut ransomware sebagai "prioritas" dan mengatakan akan memanfaatkan sistem pelacakan mata uang kripto untuk mengatasinya.

"Pendahulu saya telah memulai ini," kata Burns dikutip Cointelegraph. Burns tidak menjelaskan pendahulu mana yang dia maksud.

Ada lima orang yang telah memimpin CIA sebelumnya-dua di antaranya dalam kapasitas sebagai pelaksana tugas (Plt)-dalam lima tahun terakhir saja, termasuk John Brennan, Mike Pompeo, dan Gina Haspel.

Namun, kemungkinan Burns merujuk ke David Cohen, yang dipilih oleh Presiden Biden sebagai pelaksana tugas Direktur CIA dari Januari hingga Maret tahun ini.

Mengenal Non Fungible Token (NFT) dalam Investasi Pasar Kripto

Berikut Ini 5 Orang Paling Sukses di Pasar Uang Kripto, Nilai Aset Bitcoin Capai Miliaran Dolar

Sementara, nama lainnya, Michael Morell, yang juga sempat menjabat sebagai pelaksana tugas direktur badan tersebut selama dua periode terpisah di bawah kepemimpinan Presiden Obama, juga melihat nilai Bitcoin bagi komunitas intelijen.

Awal tahun ini, Morell menyebut teknologi blockchain sebagai "keuntungan untuk pengawasan" dalam sebuah laporan, yang diterbitkan oleh Crypto Council for Innovation yang dipimpin Coinbase dan Square.

Laporan tersebut membela aset kripto terhadap klaim bahwa kripto seringkali dimanfaatkan oleh perusahaan kriminal.

Sebaliknya, kata laporan itu, sifat transaksi publik menjadikan kripto "alat forensik yang kurang dimanfaatkan bagi pemerintah untuk mengidentifikasi aktivitas terlarang."

"[Mereka] telah melaksanakan sejumlah proyek berbeda yang berfokus pada cryptocurrency dan mencoba untuk melihat konsekuensi tingkat kedua dan ketiga juga dan membantu rekan-rekan kami di bagian lain dari pemerintah AS untuk memberikan intelijen yang solid tentang apa yang juga kami saksikan," imbuh Burns.

Buns menambahkan bahwa membangun pengetahuan soal kripto adalah "prioritas penting" untuk CIA ke depan.

Burns sendiri tidak menyebutkan secara spesifik tentang arah kebijakan yang direncanakan CIA untuk memerangi serangan siber.

Namun, ia mengisyaratkan ke depannya hal itu akan bertujuan untuk "mendapatkan jaringan keuangan" kelompok kriminal yang menggunakan mata uang digital sebagai tebusan.

Pernyataan Burns soal proyek CIA mengenai aset kripto di atas, tampaknya masih belum menjawab tuntas pertanyaan para penggemar kripto mengenai teori konspirasi lama--yang juga mungkin sekadar lelucon belaka--soal siapa pencipta bitcoin.

Dalam sebuah teori konspirasi yang sudah lama berkembang disebutkan bahwa penemu anonim Bitcoin, Satoshi Nakamoto, sebenarnya adalah CIA atau agen intelijen sejenis.

Hingga saat ini, Satoshi masih tetap menjadi sosok misterius di dunia kripto, kendati sudah banyak orang atau institusi yang mengaku atau dikaitkan dengan nama tersebut.

Mengenal Non Fungible Token (NFT) dalam Investasi Pasar Kripto

Pemain Kripto di Indonesia Melonjak, Diprediksi Bisa Mencapai 50 Juta Orang, Timbulkan Kekhawatiran

(*/tribun-medan.com)

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: CNBC

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved