Twitter Perketat Posting Foto Tanpa Izin, Pengguna Harus Patuhi Syarat dan Ketentuan
Aplikasi Twitter mengeluarkan kebijakan bagu bagi pengguna. Perusahaan yang didirikan Jack Dorsey itu bakal membuat aturan untuk penyebaran foto.
TRIBUN-MEDAN.com - Aplikasi Twitter mengeluarkan kebijakan bagu bagi pengguna. Perusahaan yang didirikan Jack Dorsey itu bakal membuat aturan untuk penyebaran foto.
Aturan itu lebih ketat dari sebelumnya. Twitter memperketat penyebaran konten-konten yang berbahaya.
Misalnya, foto yang diposting tanpa izin di Twitter bakal segera dihapus.
Kebijakan ini telah diumumkan seperti yang dikutip dari New York Times, Rabu (1/12/2021).
Pihak perusahaan menerangkan pengguna Twitter yang ingin mengunggah foto harus meminta izin terlebih dahulu.
Hal ini pun dikatakan sebagai lanjutan dari aturan Twitter yang melarang pengguna untuk membagikan informasi pribadi seperti alamat, catatan media, dan nomor telepon.
"Berbagi gambar adalah bagian penting dari pengalaman orang-orang di Twitter. Orang harus memiliki pilihan dalam menentukan apakah foto dibagikan secara publik atau tidak. Untuk itu, kami memperluas cakupan Kebijakan Informasi Pribadi kami," cuit pihak Twitter lewat akun @TwitterSafety.
"Mempublikasikan informasi pribadi orang juga dilarang berdasarkan kebijakan tersebut, seperti mengancam atau mendorong orang lain untuk melakukannya," lanjut Twitter dalam postingan berbeda.
Sejumlah Pengguna Twitter Menolak
Adanya kebijakan baru dari Twitter yang mengharuskan foto memiliki izin sebelum diposting, menuai banyak kritikan penggunanya.
Sebagian dari mereka menganggap bahwa hal tersebut telah membatasi kebebasan berpendapat di media sosial.
"Saya mendapatkan 'jangan posting alamat rumah' tetapi 'jangan posting foto orang banyak di depan umum' adalah ... aneh," tulis akun @mattbc.
Akun @itsblrose pun berkomentar, "Ini mengerikan. Gambar termasuk orang acak, orang, dll di latar belakang atau tidak. Anda tidak dapat menjangkau orang-orang acak dan meminta untuk memposting foto yang baru saja Anda ambil. Ini seperti aturan jenis PKC yang Dijalankan Negara. Mengerikan."
Tujuan Twitter Rilis Kebijakan Baru
Kendati mendapatkan respon yang kurang mengenakan, namun Twitter mengatakan bakal tetap menjalankan kebijakan barunya tersebut.
Pihak perusahaan menyebut bahwa langkah ini diharapkan dapat menghentikan penggunaan gambar dan video untuk yang terindikasi pada pelecehan, intimidasi, dan membongkar identitas individu pribadi.
Secara tidak langsung Twitter pun memiliki rencana untuk menyelematkan perempuan, aktivitas, pembangkang, dan anggota komunitas minoritas yang kerap kali mengalami tindakan tersebut.
Pada skema kebijakan baru ini turut dijelaskan kalau Twitter akan meninjau foto setelah adanya laporan dari individu yang berada di dalam foto atau video.
"Setelah kami menerima laporan, media tersebut akan ditinjau sebelum tindakan penegakan diambil," pungkas Twitter.
Apakah kamu setuju dengan adanya kebijakan baru Twitter yang akan menghapus foto tersebut.
• Seorang Pawang Hujan Laporkan Akun Twitter, Dituding Gagal Cegah Hujan di Sirkuit Mandalika
• Oppo Reno7 Tampil Halus, Speaker Setero Ganda, dan Rincian Harga yang Terjangkau
Cara lapor konten berbahaya di Twitter
Namun, konten yang menampilkan orang-orang atau publik figur tersebut dapat dihapus jika situs menentukan bahwa itu dibagikan untuk melecehkan, mengintimidasi, atau menggunakan rasa takut untuk membungkam mereka.
Untuk melaporkan seseorang karena melanggar kebijakan ini, pengguna Twitter dapat mengklik tiga titik di sudut kanan atas tweet yang melanggar aturan, pilih Laporkan Tweet, klik "Ini kasar atau berbahaya," dan pilih "Termasuk informasi pribadi."
Twitter telah meluncurkan banyak fitur dalam upaya untuk mengurangi konten berbahaya di platformnya.
September lalu, mereka juga meluncurkan fitur yang disebut Mode Keamanan yang memblokir sementara akun tertentu selama tujuh hari jika mereka ditemukan menghina pengguna atau berulang kali mengirim komentar kebencian.
Sebelumnya, Twitter mengatakan sedang melakukan tes yang memungkinkan pengguna di Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Australia untuk melaporkan tweet yang menyesatkan.
Perluasan kebijakan tersebut dilakukan sehari setelah pendiri dan CEO Twitter Jack Dorsey mengumumkan pengunduran dirinya, Selasa (30/11) WIB. CTO Parag Agrawal akan menggantikan posisi Dorsey sebagai CEO selanjutnya.
• Fitur Aplikasi PeduliLindungi Bisa Pergoki Pacar Selingkuh, Pengguna Twitter Ungkap Caranya
• Pendiri Twitter, Jack Dorsey Memutuskan Mengundurkan Diri dari Jabatan CEO, Sudah Siapkan Pengganti
(*/tribun-medan.com)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/twitter-perketat-posting-foto-tanpa-izin.jpg)