5 Orang tiba-tiba Sudah Tewas Terkapar Dihabisi ODGJ, Terkuak Caranya Agar Warga tak Curiga
habisi lima korban sekaligus yang mengalami gangguan jiwa punya cara sendiri untuk menghabisi korbannya.
TRIBUN-MEDAN.com - Pelaku pembunuhan yang menghabisi lima korban sekaligus yang mengalami gangguan jiwa punya cara sendiri untuk menghabisi korbannya.
Agar warga tidak menaruh curiga, terhadap Otori Efendi atau Sueb pria diduga ODGJ mengeksekusi semua korbannya dengan tenang dan santai.
"Kalau dio gamuk kami sudah lari semua," kata salah seorang saksi yang minta dirahasiakan namanya.
Baca juga: Jelang Tengah Malam, Pria Selingkuhan Tewas Temui Ajal, Kepergok saat Service Istri Orang di Rumah
Menurut warga, cara pelaku membunuh para korban sangat cepat dan nyaris tidak terdengar.
Tahu-tahu lima korban sudah terkapar. Pelaku masih terlihat santai pulang ke rumah dan membuang pisaunya.
Pantauan di lapangan, korban yang datang satu per satu di rumah duka.
Ermi bersama suaminya disemayamkan di rumah orang tuanya.
Saat jenazah tiba satu per satu ke rumah duka, suasana semakin memilukan.
Baca juga: Kasus Pertama Varian Covid-19 Baru atau Omicron Ditemukan di Belgia dari Seorang Pelancong
Ibunda Umami yang memang sudah sakit tua tak kuat lagi menyaksikan mayat anak, cucu dan menantunya.
Akhirnya Hj Umami semakin ngedrop dan pagi harinya meninggal dunia.
" Suasananya betul-betul membuat syok dan kaki ini rasanya tak bertulang lagi," kata H Bahrozi, keluarga korban Sarifudin.
Pria yang dituakan dalam keluarga Sarifudin ini mengaku sempat bingung menenangkan keluarga yang sedang berduka.
Sebelumnya keluarga masih berharap Erni bin Sarifuin yang dilarikan ke rumah sakit masih tertolong.
Namun tak lama berselang datang lagi jenazah Erni.
Situasi kata Hj Bahrozi campur aduk ada yang mengamuk, ada yang menjerit pilu.
Apalagi informasi simpang siur, ada isu yang menyebarkan pelaku lepas.
Suasana semakin mencekam, pihak keluarga yang tidak terima lalu mau menuntut balas.
“ Saya tegaskan kepada anak-anak saya berdiri di ring 3, setelah polisi dan TNI.
Kalau memang isu itu benar saya yang akan maju,” kata Hj Bahrozi berusaha menenangkan keluarga.
Berkat jaminan dari Hj Bahrozi, semua anggota akhirnya kembali tenang dan perlahan-lahan emosi kembali stabil.
Setelah keadaan mulai normal kata H Bahrozi, badai kembali datang dengan bepulangnya Hj Umama ibunda dari Erni dan Sari.
Hj Umama memang sudah lama terbaring sakit, sehari-hari yang merawatnya dipercayakan kepada Sari dan dibantu oleh Ermi.
Namun kedua puteri Umama ini sudah dipanggil Yang Maha Kuasa dalam tragedi pembunuhan yang dilakukan Otori Efendi alias Sueb.
Kepanikan dan tangisan kembali pecah dirumah permanen yang berada di Dusun I Desa Bunglai Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya.
Di kesempatan itu, Kapolres Ogan Komering Ulu, AKBP Danu Agus Purnomo SIK, didampingi Kapolsek Peninjauan AKP Indra Wilis dan Kapolsek Sinar Peninjauan Iptu Ibnu Holdon malayat ke rumah duka.
Tampak juga Dandim Oku diwakili Danramil 403-02 Kapten Inf M Fauzi, Plh Bupati OKU diwakili Pjs Asisten II Kadarisman SAg MSi.
Unsur Forkopimda menyampaikan turut berbelasungkawa kepada kelaurga ahli musibah. Semua pihak diminta bersabar dan menahan diri serta menyerahkan permasalahan ini ke aparat peengak hukum.
(*/Tribun-Medan.com)
Artikel ini telah tayang di Sripoku.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/odgj-habis-lima-korban.jpg)