Materi Belajar Sekolah

Materi Belajar Sekolah: Matahari Sumber Energi yang Menyinari Bumi

Matahari masuk dalam kategori bintang. Matahari memiliki energi yang lebih besar dibandingkan benda langit lainnya di tata surya.

NASA/SDO (AIA) via Kompas.com
Ilustrasi matahari - Fenomena Hari Tanpa Bayangan, 9 Oktober Hari Ini Terjadi di Jakarta dan Serang, Ini Jadwal Lengkap. NASA/SDO (AIA) via Kompas.com 

TRIBUN-MEDAN.com - Matahari masuk dalam kategori bintang. Matahari memiliki energi yang lebih besar dibandingkan benda langit lainnya di tata surya.

Diambil dari Encyclopaedia Britannica (2015), matahari menjadi sumber sumber energi di bumi. Cahaya dan panas yang dikeluarkan matahari memberikan manfaat kehidupan di bumi.

Bumi hanya mendapatkan setengah miliar energi matahari. Seperti bintang, matahari memproses energi yang sangat besar dengan mengubah hidrogen menjadi helium.

Energi matahari terhitung berbahaya, sehingga tidak boleh dilihat langsung dengan mata telanjang. Radiasi sinar matahari dapat merusak mata.

Matahari tetap bisa dilihat namun menggunakan alat seperti teleskop yang lensanya sudah ditutup dengan layar atau kertas putih. Sehingga yang muncul hanyalah proyeksi dari matahari.

Posisi di tata surya

Matahari terletak di pusat tata surya. Tarikan gravitasinya yang besar membuat planet-planet kecil, asteroid, komet, dan benda-benda lainnya tertahan di orbit sekitar matahari.

Jarak antara matahari dan bumi sekitar 93 juta mil (150 juta kilometer).

Cahaya matahari bergerak melalui ruang angkasa sekitar 186.282 mil (299.792 kilometer) per detik. Sehingga sinar matahari yang masuk bumi hanya membutuhkan waktu 8 menit.

Waktu ini lebih cepat dibandingkan caha dari bintang. Bahkan bintang yang paling dekat dengan bumi, Proxima Centauri membutuhkan waktu sekitar empat tahun untuk mencapai bumi.

Matahari di bagian luar galaksi Bima Sakti, namun dekat dengan bumi sehingga tampak jauh lebih besar dan lebih terang. Sehingga mudah untuk diamati dari bumi.

Dasar matahari

Ukuran dan warna bintang sangat bervariasi. Mulai dari bintang raksasa, hingga bintang katai.

Warnanya pun bervariatif, mulai dari biru keputihan dengan suhu permukaan sangat tinggi setara 30.000 kelvin. Bintang merah relatif dingin, setara kurang dari 30.000 kelvin.

Matahari masuk dalam kategori katai dengan warna kuning. Di mana memiliki suhu permukaan sekitar 5.800 kelvin.

Diameter matahari sebesar 864.950 mil (1.392.000 kilometer) atau sekitar 109 kali diameter bumi. Volumenya sekitar 1.300.000 kali volume bumi, dan massanya sekitar 333.000 kali lebih besar dari massa bumi.

Lebih dari 90 persen atom matahari adalah hidrogen dan sisanya merupakan helium. Jumlah elemen yang ada di dalamnya juga berat, seperti karbon, nitrogen, oksigen, magnesium, silikon, dan besi.

Secara hitungan massal, 71 persen matahari adalah hidrogen dan 29 persen helium.

Matahari tidak memiliki permukaan yang tetap. Panas yang dipancarkan matahari membuat benda-benda di sekilingnya lenyap, baik padat maupun cair.

Seperti planet, matahari juga berputar. Karena tidak solid, perputaran matahari tidak bisa sama rata.

Bagian permukaan dekat khatulistiwa berputar paling cepat dengan satu rotasi memakan waktu 25 hari bumi. Sedangkan bagian permukaan dekat kutub membutuhkan waktu 36 hari sekali rotasi.

Struktur dan Energi

  • Inti

Matahari terbagi menjadi beberapa lapisan. Energi matahari diproduksi di daerah inti yang padat dan sangat panas.

Inti matahari adalah massa inti atom dan elektron yang sangat panas dan padat. Memiliki tekanan yang sangat besar di mana proton inti atom saling menolak karena memiliki muatan listrik yang sama.

Inti atom yang saling bertabrakan dan bergabung menjadi inti baru yang lebih besar. Ini disebut dengan reaksi fusi.

Proses fusi di matahari melibatkan serangkaian reaksi empat inti hidrogen menjadi satu inti helium. Massa helium sekitar 0,7 persen lebih rendah dari empat inti hidrogen. Kemudian diubah menjadi energi.

Setiap detik matahari mengubah hampir 700 juta ton hidrogen menjadi sekitar 695 ton helium.

Sebagian dari energi ini memanaskan plasma dalam inti matahari dan beberapa lainnya ke luar angkasa sebagai partikel tak bermassa.

Energi-energi yang berhasil dibuat tersebut menjadi radiasi dan memancar di permukaan.

  • Photosphere

Permukaan matahari yang bisa terlihat dari bumi disebut dengan photosphere. Memancarkan sebagian besar cahaya dan panas ke bumi.

Merupakan lapisan terendah dari matahari yang terlihat dari bumi. Lapisan ini sangat tipis di level atmosfer matahari.

  • Kromosfer

Lapisan atmosfer diatas photosphere disebut kromosfer. Terlihat seperti cincin merah yang tipis di sekitar tepian matahari seloama gerhana matahari total.

Kromosfer lebih panas dibandingkan photosphere. Di bagian ini terdapat letusan-letusan keras yang disebut semburan matahari.

  • Korona

Sebuah lapisan tipis yang mengelilingi kromosfer dan sangat tipis. Biasanya korona tidak terlihat karena memiliki cahaya yang sangat redup.

Meski sangat tipis, korona bisa memancarkan radiasi gelombang ultraviolet dan sinar-X yang tinggi.

Angin matahari mengalir keluar dari korona. Partikel ini terus dilepaskan dalam jumlah besar, mengikuti semburan matahari dan letusan lainnya.

Angin matahari adalah plasma yang terdiri dari campuran proton dan elektronn ditambah inti beberapa elemen yang lebih berat.

Aliran angin ini bergerak mencapai 250 mil (400 kilometer) per detik. Biasanya berasal dari daerah khatulistiwa matahari.

(*/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved