Aksi Teror Bom Molotov
Ibu dan Anak Nyaris Terpanggang Akibat Serangan Bom Molotov di Kutalimbaru, Laporan Ditolak Poldasu
Ibu dan anak yang tinggal di Dusun III Namorube Jahe, Desa Namorube Julu, Kecamatan Kutalimbaru nyaris tewas terpanggang akibat serangan bom molotov
Penulis: Satia | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN.COM,KUTALIMBARU - Ibu dan anak yang tinggal di Dusun III Namorube Jahe, Desa Namorube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang myarisb tewas terpanggang.
Rumah yang dihuni oleh ibu dan anak itu dilempar bom molotov oleh sekelompok pemuda yang diduga merupakan anggota organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP).
Menurut Said Gurusinga, suami dan ayah dari kedua korban, peristiwa mengerikan itu terjadi pada Jumat (1/10/2021) malam.
Baca juga: KM Sunli Jaya I Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal Bertopeng Menggunakan Bom Molotov
Saat kejadian, di rumah hanya ada istri dan anaknya.
Sementara Said Gurusinga tengah berada di luar, lantaran ada keperluan.
"Saya tidak ada musuh. Namun mengapa rumah saya yang dijadikan warung diserang dengan bom molotov," kata Said Gurusinga, Selasa (5/10/2021).
Ia mengatakan, saat kejadian istri dan anaknya tengah tertidur pulas di rumah yang juga dijadikan warung tersebut.
"Istri saya yang saat itu sedang tidur terbangun karena mendengar ada keributan. Menurut keterangan istri saya, sebelum pelemparan terjadi, di luar rumah ramai terdengar suara orang, tapi istri saya tidak berani keluar," ungkapnya.
Baca juga: Bentrokan Berujung Pelemparan Bom Molotov ke Gereja, TNI dan Polri Turun Tangan Bersihkan Lingkungan
Tak lama kemudian, bom molotov mendarat di warung milik Said Gurusinga.
Api cepat berkobar, hingga nyaris membakar seisi rumah.
Beruntung, istri dan anak Said Gurusinga selamat.
Hanya bagian dalam warung saja yang hangus terbakar.
Pascakejadian, dia sempat melapor ke Polda Sumut.
Baca juga: Kondisi Terkini Gereja Pentakosta Pasca-dilempari Bom Molotov saat Kerusuhan Belawan
Namun petugas Polda Sumut menolak laporannya, dan mengarahkan agar Said Gurusinga melapor ke Polsek Kutalimbaru.
"Kami tidak berani dan takut melapor ke Polsek Kutalimbaru," katanya.
Namun, Said Gurusinga akhirnya melapor ke Polrestabes Medan dengan bukti lapor STTLP/B/1994/X/Yan 2.5/2021/SPKT Polrestabes Medan/Polda Sumut.
Di lain tempat, kejadian serupa juga dialami Erna warga Jalan TK Immanuel, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang.
Korban sudah melaporkan aksi teror tersebut ke Polrestabes Medan, sesuai tanda bukti lapor nomor: STTLP/B/1945/X/Yan 2.5/2021/SPKT Polrestabes Medan/Polda Sumut.
Baca juga: Polda Sumut Mulai Usut Kematian Tahanan di Polsek Medan Kota, Istri Jalani Pemeriksaan Perdana
Erna juga mengaku laporannya sempat ditolak Polda Sumut.
Korban juga langsung diperiksa penyidik Sat Reskrim Polrestabes Medan setelah pengaduannya diterima.
Bahkan, polisi juga sudah cek TKP ke rumah kedua korban setelah menerima laporan tersebut.
"Kami berharap polisi dapat mengungkap peristiwa teror yang dilakukan oleh OTK ini," tandasnya.(wen/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/lokasi-pelemparan-bom-molotov-di-kutalimbaru.jpg)