SOSOK Ahmad Rajali, Kabid Rehabilitasi BPBD Asahan, Pernah Jadi Penyanyi Dibayar Rp 7 Ribu
Rajali bertahan hidup dengan menjual suara mulai dari Kabupaten Asahan hingga ke Kota Medan.
Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM, ASAHAN - Ahmad Rajali(51) yang kini menjadi kepala seksi bidang rehabilitasi di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Asahan memiliki memiliki kisah kelam.
Dimana Rajali kecil harus bertahan hidup dari panggung ke panggung.
Rajali bertahan hidup dengan menjual suara mulai dari Kabupaten Asahan hingga ke Kota Medan.
Baca juga: Padahal 2 Kali Bertemu & Bocorkan Rencana Aksi G30S, Ini Beda Pernyataan Kolonel Latief & Soeharto
Hal itu dilakukannya dikarenakan ayahnya meninggal dunia saat dia harus meneruskan sekolah.
"Saya ini anak yatim. Saya bertahan hidup dengan menjual suara dari panggung ke panggung," ujarnya.
Dari hasil manggungnya, ia dapat bersekolah hingga tamat di bangku kuliah. Namun ia mengaku, tidak dapat mencerna seluruh isi pelajaran yang di berikan guru karena kelelahan.
"Cuma itulah, karena kecapekan manggung guru ngasih mata pelajaran ga nyambung karena kelelahan," ujarnya.
Ia mengaku, saat manggung, dirinya kerap menerima gaji Rp 7 ribu rupiah yang dibagi lima orang.
"Gaji Rp 7 ribu, itupun di bagi 5," katanya sambil tertawa.
Baca juga: 3 Rekomendasi Tempat Makan Sate Matang di Medan, Wajib Cobain Kuliner Khas Aceh Ini
Nasibnya berubah setelah ada salah seorang menawarkannya untuk menjadi staf honorer di salah satu kantor pemkab Asahan.
Hingga pada tahun 2006 ia di angkat menjadi staf Pegawai Negeri Sipil (PNS) melalui tes tertulis.
Dan kini menjabat sebagai kepala bidang Rehabilitasi di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Asahan.
(cr2/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ahmad-rajali-saat-mengecek-jembatan.jpg)