TRIBUNWIKI

SOSOK Agnesia Siregar, Sukses Bangun Personal Branding Lewat Beauty Blogger

Berkarir dalam dunia blogging sejak tahun 2016, Nesa, panggilan akrabnya kini sudah banyak menerima endorse

Tayang:
Editor: Ayu Prasandi
HO
Dokumentasi foto Rezita Agnesia Siregar 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Berawal dari hobi menulis di blog, kini Rezita Agnesia Siregar sukses membangun personal branding sebagai Beauty Blogger.

Berkarir dalam dunia blogging sejak tahun 2016, Nesa, panggilan akrabnya kini sudah banyak menerima endorse untuk mereview produk dari berbagai brand.

"Alhamdulillah sekarang sudah banyak terima endorse untuk review skincare dan make up dari beberapa brand yang bekerja sama," ungkap Nesa, Sabtu (18/9/2021).

Baca juga: Sosok Ali Kalora Pentolan Teroris Mujahidin Indonesia Timur yang Ditembak Mati

Bagi Nesa, dia begitu bersyukur lantaran dirinya kini bisa menghasilkan uang dari hobi yang sudah ia tekuni sejak duduk di bangku kuliah.

Dijelaskan Nesa, sebelum masuk dalam dunia beauty blogger secara total, dirinya sempat menjadi pegawai TU di sebuah SD di kota Medan.

Mulai dari situ, Nesa mulai rajin untuk membuat konten tulisan dengan fokus untuk mereview buku.

"Dulu aku ngebranding diri sebagai book blogger. Jadi abis baca buku, bukunya direview. Tapi aku merasa gak berkembang, kita kan enaknya ingin disupport, ada teman yang nulis yang sama dan bisa sharing. Jadi akhirnya gak lanjut lagi disitu, mungkin passionnya cuma baca aja, kalau nulis review kayaknya belum," jelasnya.

Bagi Nesa, saat ini menjadi beauty influencer begitu menjanjikan lantaran begitu banyak produk-produk kecantikan dan perawatan kulit dari berbagai macam jenis.

"Sekarang beauty ini seperti mengakar, ternyata begitu luas dan produk kecantikan sekarang semakin banyak produk lokal yang ternyata butuh blogger untuk membuat masyarakat aware dengan produk mereka," kata Nesa.

Terkait digitalisasi, Nesa melihat saat ini content creator semakin banyak diminati oleh masyarakat. Tak dapat dipungkiri, saat ini banyak masyarakat yang mencari review produk dari internet yang membuat platform digital menjadi wadah para content creator untuk berekspresi.

Baca juga: SEDANG BERLANGSUNG Liverpool Vs Crystal Palace, Klik Di Sini Nonton Live Streaming Gratis dari HP

"Menurut saya pengaruhnya besar sekali. Karena ada digital ini, orang akan cepat untuk menangkap produk barunya. Orang yang gak punya tv pun pasti tahu karena punya hp. Kalau misalnya sesuai sama keyword akan muncul blog kita.

Digital ini sepertinya dia yang menjadikan produk ini terkenal, karena semua orang akan mencari sesuatu semuanya di google atau YouTube dulu," jelas Nesa.

Sementara itu, sebagai beauty blogger dengan mereview produk juga menjadi tantangan bagi Nesa.

Wanita kelahiran 1993 ini harus rela wajah dan kulitnya menjadi percobaan sebuah produk sehingga ia dapat menulis review dari produk yang ia coba.

Biasanya Nesa sudah bisa mereview produk setelah 2-3 Minggu percobaan di kulitnya. Tak hanya itu, dirinya juga memiliki beberapa syarat untuk mereview produk.

"Aku gak menerima produk yang belum mendapatkan BPOM, mereka produknya masih homemade, itu aku gak terima. Karena kan aku coba dulu produknya ke diri sendiri, terus kita mau sharing ke orang. Jadi syaratnya itu aku terima minimal udah BPOM," ujar Nesa.

Sementara itu, dari beragam skincare yang ia review, ia akan coba berdasarkan keadaan kulitnya pada saat itu agar produk yang ia review dapat bereaksi sesuai kondisi kulitnya.

"Kalau aku mau review skincare atau ada mau kerjasama, aku akan cek kondisi kulit apakah lagi kering atau lagi berjerawat.

Nah brand itu akan memberikan produk yang sesuai. Kadang juga kalau misalnya ada brand yang minta direview untuk produk moisturizer, nah kebetulan saat itu aku juga ada review moisturizer dari brand lain, aku akan tunda waktunya, mungkin untuk 2-3 Minggu kedepan baru bisa diterima," kata Nesa.

Diakui Nesa, menjadi seorang beauty blogger seperti saat ini membuat dirinya peduli dengan kandungan produk yang ia coba.

Padahal, sebelumnya, dirinya pernah 'breakout' satu wajah lantaran tak begitu memperhatikan kandungannya.

Baca juga: Nikmati Tamasya di Delipark Mal, Ada Taman Terbuka dan Spot Foto Instagramable

"Aku pernah berjerawat satu muka karena gak peduliin kandungannya dulu. Nah akhirnya belajar untuk kandungan dalam skincare yang bisa digabungin atau tidak boleh. Ada itu kandungan yang gak boleh dicampur.

Akhinya banyak belajar, kalau dulu apa yang dibilang orang bagus langsung kita pakai aja ke muka, ternyata gak begitu. Ada orang yang kulitnya Oily, dia pakai produk yang Oily juga. Nah belajar dari situ, ternyata menggunakan skincare itu banyak buat kulit makin sehat dan bagus," kata Nesa.

Bagi Nesa, ia juga tak setuju stigma mengenai cantik itu harus kulit putih namun lebih kepada kulit sehat yang nantinya akan memancarkan inner beauty.

"Kulit cantik itu gak harus putih, bagaimana kondisi gen kita aja, kita rawat sampai sehat. Kalau sehat itu kan pasti cantik pasti akan glowing dan terpancar, yang penting harus percaya diri saja," ujarnya.

Menjalani profesi sebagai beauty blogger, Nesa begitu bersyukur lantaran dirinya bisa keliling Indonesia melalui menulis dan juga meraih banyak prestasi dalam ajang blogging.

"Aku bisa naik pesawat karena menulis dan juga bisa meraih banyak juara. Nah kalau dulu aku menulis di blog gak pernah menang karena ternyata dulu blog aku belum ubah domain ke dot com karena sebelumnya dinilai kurang profesional. Nah setelah diubah akhirnya jadi pembuka jalan untuk berkarya," kata Nesa.

Berbicara mengenai dunia Content Creator saat ini begitu banyak digemari untuk ajang mengembangkan kreativitas. Namun, tak sedikit juga yang akhirnya berhenti di tengah jalan lantaran kurangnya motivasi dan tak kunjung dimonetisasi oleh google ads.

Bertahun-tahun perjalanan blogging Nesa tak langsung mendapat iklan dari google, diluar dari endorsement. Setelah melewati proses, Nesa akhirnya bisa lulus untuk dimonetisasi google pada tahun 2021 ini.

Baca juga: OPPO Reno5 F Dilengkapi Prosesor Bertenaga Helio P95, Kini Harganya hanya Rp 4 Jutaan

"Jadi aku dulu, temen-temen di komunitas udah pada dimonetisasi tapi aku belum karena awalnya memang ingin pure nulis aja dulu. Aku dulu pernah ajukan untuk monetisasi tapi ditolak sama google waktu udah ganti ke domain dot com.

Aku juga bingung itu kenapa belum diterima. Tapi karena aku gak terlalu fokus disitu nah Bulan Maret aku coba ajukan lagi dan lolos," jelasnya.

"Kalau mau jadi content creator, jangan fokus langsung ke iklan atau uangnya dulu. Kita sebenarnya harus passion dulu, berhenti di tengah jalan ya karena gak ada support atau gak ada jiwanya disitu. Ya mungkin mereka butuh sesuatu yang berbeda atau eksplore yang lain yang pas dengan passionnya," ucapnya.

Sharing Ilmu Bareng Komunitas

Berkembang sebagai beauty blogger, Nesa tak ingin maju sendiri. Bersama kedua temannya Ririn dan Amel, dirinya membangun Medan Beauty Blogger pada tahun 2017.

"Kita dirikan Komunitas ini agar blogger yang dibidang beauty bisa saling sharing dan berkembang bersama. Memiliki wadah untuk saling bertanya," kata Nesa.

Sebelum pandemi, Nesa dan Medan Beauty Blogger sering bekerjasama dengan brand-brand kecantikan untuk kegiatan gathering dan review bareng produk tersebut.

Tak hanya itu, dalam komunitas ini, Nesa menjelaskan bahwa anggota-anggota yang memiliki berbagai keahlian juga tak pelit ilmu dengan mengadakan sharing setiap bulannya baik mengenai review produk, teknik pengambilan foto, dan juga ramah SEO.

Baca juga: LIGA INGGRIS - Cuma Ingin Suporter Hadir dan Berseteru, Guardiola Ancam Tinggalkan Manchester City

"Kalau dulu kita sering kerjasama dengan brand buat workshop mengenai make up dan skincare. Tapi gak melulu tentang Beauty, tapi kita juga sering belajar mengenai menulis dan properti foto.

Karena kalau nulis blog ini, kita fotokan produk sedetail mungkin baik dari packaging. Kita belajar menampilkan semenarik mungkin," kata Nesa.

Sementara itu, Nesa juga berharap agar komunitas Medan Beauty Blogger dapat terus berkembang dan menjadi wadah para blogger untuk terus berkembang dan mendapatkan ilmu mengenai produk ataupun skill lainnya.

"Kita disini belajar dan sharing. Dulu kami dari komunitas akhirnya bisa berkembang. Karena kadang brand itu mau kerjasama dengan komunitas karena ratenya lebih terjangkau dengan komunitas daripada individu.

Jadi banyak mau ke komunitas. Jadi kita tetap harus terima walaupun ratenya lebih rendah dari pribadi. Tapi kita juga senang-senang aja karena kan menaikkan nama komunitas juga, terus bantu teman untuk mendapat job juga," pungkasnya.

Baca juga: Danau Lau Kawar, Hanya 3 Jam dari Kota Medan, Cocok untuk Tempat Berkemah dengan Harga Terjangkau

Biofile

Nama: Rezita Agnesia Siregar

Tempat Tanggal Lahir: Medan, 18 Agustus 1993

Karier: Beauty Blogger

Pendidikan: Sarjana Hukum Islam

Prestasi: 

-Juara 1 lomba Blog Oke Shop

-Juara 1 Lomba Blog Storytelling oleh Bank Sumut

-Juara 1 Lomba Blog Inspirasi 60 Tahun Astra di Medan

-Juara Favorit Lomba Blog Anugerah Pewarta Astra Kategori Umum

-Juara 1 Lomba Blog Prenagen di Medan

-Juara 1 Lomba Blog K-Link Indonesia

-Juara 1 Lomba Blog ERHA

Orangtua : 

Ayah : Drs. Syamsul Torkis Siregar

Ibu : Rina Anugrahwati Nasution, SH

Blog: www.agnesiarezita.com

Suami : Fitra Debita, S. Pi

(cr13/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved