Tips Cegah Anak Terpapar Narkoba, Konselor LRPPN : Keluarga Peduli Pada Anak
Sebenarnya banyak anak - anak yang terjerumus ke narkoba karena kurangnya perhatian dari orangtua saat memiliki persoalan hidupnya.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Baritawati Lumbansiantar, selaku Konselor Adiksi Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika (LRPPN) Bhayangkara Indonesia, di kecamatan Medan Helvetia, menjelaskan anak yang diacuhkan keluarga rentan terpapar narkoba.
"Secara umum, keluarga harus lebih perduli dan jangan sampai ada pembiaran pada anak," kata Baritawati di kantor LRPPN, Minggu (12/9/2021).
Dia mencontohkan, fase anak untuk terjerumus ke dunia narkoba awalnya mulai merokok terlebih dahulu.
Sebagai langkah pencegahan, bila orangtua mendapati anaknya sudah merokok maka sepatutnya merasa was was dan harus meningkatkan tingkat pengawasannya.
Baca juga: PSM Makassar Resmi Datangkan Dua Pemain Asing, Inilah Nama dan Posisi Keduanya
"Anak kalau sudah mulai seperti itu harus diperhatikan betul. Jangan dibiarkan begitu saja," sebutnya.
Dikatakannya, jika anak sudah sampai seperti itu tapi orangtua belum meningkatkan rasa pedulinya, potensi besar anak bisa terjerumus ke narkoba.
Sebab, sebenarnya banyak anak - anak yang terjerumus ke narkoba karena kurangnya perhatian dari orangtua saat memiliki persoalan hidupnya.
"Pasien di sini dominan anak yang punya latar belakang seperti broken home. Ibunya sibuk, bapaknya juga, terus dia sendirian di rumah. Nah, kesendirian itu membuat anak terjerumus. Tapi selain itu karena pergaulan juga bisa terjerumus ke narkoba," bebernya.
Maka dari itu sebagai langkah preventif. Pertama - tama keluarga harus lebih perhatian.
Kedua sesekali para orangtua juga bisa mengecek handphone anak. Fungsinya untuk memonitor siapa saja teman dari anak.
Sebab, kini lewat komunikasi juga bisa memesan barang haram tersebut dengan mengatur waktu, harga, dan berat atau butir narkotika yang dibutuhkan.
Baca juga: Tips Merawat Vespa Tua Agar Tetap Tangguh di Jalanan
Dia pun menjelaskan secara umum, biasanya anak yang sudah mulai merokok yang cenderung bisa terpapar narkoba.
Sementara anak yang langsung coba narkoba tanpa merokok masih sedikit ditemukannya.
"Jadi pintu masuknya kebanyakan merokok dulu baru menggunakan narkoba. Memang ada juga sedikit yang langsung pakai narkoba tanpa merokok dulu," katanya.
"Biasanya, di zaman sekarang di kelas SMP anak banyak yang terjerumus ke dunia hitam itu. Kemudian ke depannya SMA dan kuliah sang anak berpotensi besar terkendala atau terbengkalai," tutupnya.
(cr8/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/narkoba-tribun-medancom_20150523_100817.jpg)