Ketua IDI Sumut Tidak Sarankan Vaksinasi Massal: Dilakukan di Puskesmas atau Pustu Saja!

Vaksinasi massal berpotensi menimbulkan kerumuman, seperti yang terjadi di Gedung Serbaguna, Jalan Pancing beberapa hari lalu.

TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Warga membludak di depan pintu masuk aula serbaguna Pemprovsu saat akan vaksinasi. Puluhan warga tak diberi masuk karena kondisi di dalam sudah penuh, Selasa (3/8/2021).(TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumatera Utara menyarankan kepada pemerintah dan Satgas Penanganan Covid-19 agar kegiatan vaksinasi cukup dilakukan di Puskesmas atau pun di Puskesmas Pembantu (Pustu).

Sebab, kegiatan vaksinasi massal berpotensi menimbulkan kerumuman, seperti yang terjadi di Gedung Serbaguna, Jalan Pancing beberapa hari lalu.

"Itu kecolongan sampai ada kerumuman. Kita ada koordinasi kepada teman-teman supaya kegiatan vaksinasi dilakukan di puskesmas atau pustu (puskesmas pembantu)," sebut Ketua IDI Sumut Ramlan Sitompul, Sabtu (7/8/2021).

Menurut Sitompul, kegiatan vaksinasi di puskesmas atau pustu lebih efektif. Termasuk jika ada warga yang mengalami efek samping setelah mendapatkan vaksin.

Tentunya akan dapat dengan cepat dilakukan penanganan oleh tim medis, dibandingkan bila kegiatan vaksinasi dilakukan secara massal.

"Kalau vaksinasi di puskesmas atau pustu, jika ada reaksi usai divaksin, bisa ditangani dengan cepat," sebutnya.

Begitu juga dengan standar keamanan vaksin yang akan disuntikkan kepada masyarakat akan mudah terjaga kualitasnya. 

"Supaya kualitas terjaga. Disimpan di penyimpanan suhu berapa? Kita khawatir kalau tak standar. Berefek bagi masyarakat yang mendapat suntikan," ucapnya.

Sebelumnya kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan Polda Sumut di Gedung Serbaguna Pemprov Sumut pada Selasa (3/8/2021) mendapat sorotan lantaran sampai menimbulkan kerumuman, akibat banyaknya masyarakat yang datang untuk mendapat suntikan vaksin Covid-19.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko menyebutkan kerumunan saat pelaksanaan vaksinasi terjadi karena masyarakat ingin mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

Riko mengungkapkan, panitia telah mendata sebanyak 4 ribu peserta vaksinasi dengan pembagian 3 ribu peserta tahap I dan 1.000 peserta pada tahap II.

"Akan tetapi untuk pelaksanaan vaksinasi hari ini di GOR Pancing melebihi kuota karena semua masyarakat ingin mendapatkan vaksin," ujar Riko, Selasa (3/8/2021).

Terkait adanya warga yang sempat menyampaikan protes karena mengaku ada membeli formulir seharga Rp 5 ribu di luar gedung dan tidak bisa menerima suntikan vaksin, Kombes Riko menegaskan pihaknya tidak ada menjual formulir dan vaksin yang diberikan gratis.

"Polrestabes Medan maupun penyelenggara vaksinasi tidak ada menjual formulir dan sudah mencetak sebanyak 4.000 formulir yang diberikan kepada penerima vaksin secara gratis," ucapnya. (ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved