Vaksinasi di Medan

TAK KUNJUNG Disuntik Vaksin Kedua, Warga Medan Polonia Layangkan Protes ke Pemko Medan

Arrahman mengatakan pihaknya harus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan mengenai ketersediaan vaksin terlebih dahulu.

TRIBUN MEDAN/RECHTIN RITONGA
Sebanyak empat orang warga Medan Polonia mendatangi Balai Kota Medan untuk melayangkan protes terkait penundaan jadwal vaksin Covid-19, Rabu (4/8/2021). Kedatangan mereka untuk menyampaikan kekecewaan dan protes kepada Wali Kota Medan Bobby Nasution karena vaksinasi dosis kedua yang tak kunjung bisa dilakukan. (TRIBUN MEDAN/RECHTIN RITONGA) 

Tak Kunjung Dapat Vaksin Dosis Kedua Hampir Satu Bulan, Warga Medan Polonia Protes ke Balai Kota

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Sebanyak empat orang warga Medan Polonia mendatangi Balai Kota Medan untuk melayangkan protes terkait penundaan jadwal vaksin Covid-19, Rabu (4/8/2021).

Kedatangan mereka untuk menyampaikan kekecewaan dan protes kepada Wali Kota Medan Bobby Nasution karena vaksinasi dosis kedua yang tak kunjung bisa dilakukan.

Seorang warga, Purba menceritakan dirinya seharusnya dijadwalkan vaksin dosis kedua pada 26 Juli 2021 lalu.

"Kami vaksin pada Bulan Mei lalu, itu vaksin dosis pertama, vaksinnya di Sentra Vaksinasi yang di eks Bandara Polonia. Berdasarkan jadwal yang ditetapkan itu seharusnya jadwal vaksin kedua tanggal 26 Juli 2021," ujar Purba, Rabu (4/8/2021).

Ia mengatakan kedatangannya bersama istri dan keluarganya ingin menyampaikan kekecewaan dan melaporkan keterlambatan vaksin keduanya kepada Wali Kota Medan.

"Kami sebenarnya ingin menyampaikan langsung ke Wali Kota, tapi tadi kami diterima oleh Humas nya katanya mereka mengatakan memastikan dulu ke Dinkes," ujarnya.

Purba bersama istrinya mengaku sangat kecewa karena sudah hampir dua minggu lebih tidak mendapatkan vaksin kedua.

Ia juga telah mencoba beberapa kali datang ke sentra vaksinasi BUMN, namun dikatakan dosis vaksin untuk Pemerintah Kota Medan sedang kosong.

"Barusan tadi kami ke Eks Bandara Polonia lagi tapi ditolak, mereka bilang stok vaksin Pemko tidak ada. Jadi kami tidak diterima untuk vaksin, itu yang buat kami kesal," tuturnya.

Ia juga sempat berdiskusi dengan anggota keluarga yang merupakan tenaga medis bahwa jika sudah lebih dari satu bulan maka pelaksanaan vaksin harus diulang dari dosis pertama.

"Kami keluarga kami juga banyak tenaga medis, mereka katakan kalau sudah lebih dari satu bulan itu tidak efektif lagi. Harus diulang, makanya tanggung jawab Pemko bagaimana dalam hal ini," ujar Purba.

"Kami sebagai masyarakat sudah sadar dan mau untuk divaksin. Karena kami tau vaksin itu untuk memperkuat imun tubuh, tapi kenapa prosesnya justru mempersulit kami," ungkapnya.

Ia juga mengatakan, saat datang ke Eks Bandara Polonia, vaksinasi diutamakan bagi pegawai BUMN.

"Kami herannya mereka sudah dapat vaksin tapi untuk kami tidak ada, alasannya vaksin tersebut jatah BUMN, dan Pemko tidak ada menyediakan vaksin. Itu yang ingin kami pastikan apakah memang betul tidak ada menyediakan vaksin," katanya.

Purba pun berharap maksimal tiga hari ke depan pihaknya sudah bisa mendapatkan suntikan vaksin dosis kedua.

"Kami berharap jangan sampai tiga hari lah kami sudah dapat dosis kedua. Kalau bisa besok sudah disuntikkan, karena kami ragu jika keterlambatan ini lebih dari satu bulan jadi harus diulang vaksinasi dari awal," pungkasnya.

Kedatangan Purba dan keluarganya diterima oleh Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemko Medan, Arrahman Pane.

Arrahman mengatakan pihaknya harus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan mengenai ketersediaan vaksin terlebih dahulu.

"Kita harus koordinasikan dulu ke Dinas Kesehatan. Tadi saya tanya ke Dinkes mereka bilang vaksin semalam masuk 500, dibagikan ke beberapa faskes jadi inikan tidak mencukupi," ujar Arrahman.

Ia menuturkan, kemungkinan ketersediaan vaksin yang masuk belum mencukupi untuk didistribusikan ke sentra vaksinasi di Eks Bandara Polonia.

"Makanya kan mereka bilang tadi datang ke vaksinasi Halodoc tidak diterima, memang kan mungkin dosis vaksin di sana tidak ada," ungkapnya.

Arrahman memastikan vaksinasi dosis kedua bagi warga akan tetap difasilitasi oleh Pemko Medan menunggu pasokan vaksin dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

"Tapi tetap nanti akan kita fasilitasi kita cek ke Dinas Kesehatan masalah ketersediaan dari vaksin ini. Nah kondisi sekarang masih kekurangan memang, kita kan masih nunggu dari provinsi ketersediaan vaksinnya,"

"Makanya mau kita pastikan dulu dari Dinas Kesehatan berapa yang masuk dari provinsi," pungkasnya.

(cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved