WALI Kota Bobby Nasution Ungkap BOR Pasien Covid-19 di Medan Meningkat 73 Persen dalam Semalam
total BOR yang awalnya pada Selasa (27/7/2021) siang mencapai 69 persen, Selasa malam meningkat menjadi 73 persen.
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan tingkat Bed Occupancy Rate (BOR) pasien Covid-19 di Rumah Sakit meningkat pesat dalam satu malam.
Dikatakannya, dari total BOR yang awalnya pada Selasa (27/7/2021) siang mencapai 69 persen, Selasa malam meningkat menjadi 73 persen.
"Ini naik terus per kemarin malam sudah mencapai 73 persen, ini sudah saya sampaikan padahal siangnya baru 69 persen, malamnya langsung meningkat," ungkap Bobby, Rabu (28/7/2021).
Ia mengatakan, tingkat BOR yang semakin mengkhawatirkan ini menjadi peringatan bagi warga Kota Medan untuk dapat menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
"Ini yang perlu sama-sama kita wanti-wanti bukan menakut-nakuti tapi inilah kondisi sebenarnya. Maka ayolah kita patuhi protokol kesehatan,"
"Lebih gampang kita pakai masker daripada mencari ruangan di RS, lebih gampang kita jaga jarak dari pada harus cari obat kemana-mana. Lebih gampang pakai masker daripada isolasi," ungkapnya.
Bobby juga menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah Kota Medan menyiapkan RSUD Pirngadi Medan sebagai lokasi RS Darurat Covid-19 di bawah naungan Pemko Medan.
"Dan dalam dua minggu terakhir ini option nya adalah RS Pirngadi yang jadi pengganti RS Tembakau Deli," katanya.
Ia mengatakan, RS Tembakau Deli yang awalnya diproyeksikan menjadi RS darurat Covid-19 belum memungkinkan karena waktu perbaikan bangunan yang lebih lama.
"Kemarin itu yang Tembakau Deli akan tetap kita proses, namun setelah kehadiran Kementrian PUPR kita diminta bisa mengakselerasi bangunan yang maksimal pengerjaannya hanya dua minggu. Dan RS Tembakau Deli itu tidak memungkinkan jika dikerjakan dua minggu. Namun tetap kita kerjakan karena kita tidak tahu Covid-19 ini sampai kapan," katanya.
Dikatakannya, saat ini dilakukan penambahan kamar di Rumah Sakit Pirngadi Medan.
"Jadi hari ini RS Pirngadi juga sedang dikerjakan oleg Kementrian PUPR untuk penambahan tempat tidur dan fasilitas lainnya," ungkapnya.
Sementara untuk Hotel Soechi, Bobby mengatakan pihaknya masih mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk pelayanan pasien yang isolasi.
"Hotel Soechi sudah bisa beroperasi, tinggal SDM dan pelayanannya, tidak hanya tempat tidurnya bagus, mudah-mudahan ini tidak terisi, karena sudah mulai menurun," pungkasnya.
Diketahui, bagi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala ringan ada dua lokasi isolasi yang disiapkan Pemko Medan yakni Gedung Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) di Jalan Setia Budi, Kecamatan Medan Helvetia dan ex Hotel Soechi Jalan Cirebon Medan.
Sedangkan warga terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala sedang dan berat dirawat di RSUD Dr Pirngadi Medan Jalan HM Yamin Medan.
Namun, dari tiga lokasi isolasi yang telah ditunjuk Wali Kota Bobby Nasution tersebut, hanya Gedung P4TK yang siap menampung warga yang terkonfrimasi Covid-19.
Sedangkan ex Hotel Soechi dan RSUD Dr Pirngadi harus dilakukan sejumlah renovasi.
Di ex Hotel Soechi, renovasi dilakukan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan.
Uji Coba Pekan Depan
Plt Kadis Kesehatan Kota Medan Syamsul Arifin Nasution mengatakan renovasi tengah berjalan dan kemungkinan akan dilakukan uji coba lokasi isolasi di Eks Hotel Soechi pada Senin (2/8/2021) pekan depan.
“Sebenarnya kemarin sudah kita uji coba, namun masih belum siap dan harus dilakukan sejumlah perbaikan lagi, terutama masalah mesin pendingin ruangan (AC),” kata Syamsul.
Akibat satu tahun lebih tidak beroperasi, jelas Syamsul, menyebabkan harus dilakukan sejumlah perbaikan, terutama AC.
Meski demikian, Syamsul optimistis dalam empat hari ke depan, renovasi yang dilakukan rampung sehingga eks Hotel Soechi dapat dioperasikan menjadi lokasi isolasi bagi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejalan ringan.
“Insya Alah, Senin depan akan kita uji coba lagi. Mudah-mudahan tidak ada masalah lagi dan eks Hotel Soechi dapat kita operasikan untuk isolasi,"
"Kita gunakan kamar di lantai 6, 7 dan 8 untuk isoman. Di tiga lantai itu terdapat 120 bed, pertama-tama kita pakai lantai 6 yang sudah siap dengan jumlah 30 bed. Kemudian menyusul lantai 7 dan 8,” ungkapnya.
Di RSUD Pirngadi Medan, Syamsul mengatakan renovasi juga tengah dilakukan. Pengerjaan dilakukan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan serta dibantu Kementerian Kesehatan RI.
Dikatakan Syamsul, RSUD Dr Pirngadi akan menjadi teman isoman bagi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala berat.
"Kemenkes RI membantu 130 bed, 25 bed untuk ICU. Direncanakan, renovasi akan berlangsung selama dua Minggu,” jelasnya.
(cr14/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/wali-kota-bobby-nasution-saat-ditemui-di-gedung-dprd-kota-medan-jalan-kapten-maulana-lubis.jpg)