PPKM Darurat Medan

Sulit Berjualan, Penjual Kopi dari Belasan Kedai Turun ke Lapangan Merdeka

Sambil menjajakan kopinya, para pegiat kopi membawa ragam poster sebagai bentuk keluhan.

Penulis: Arjuna Bakkara |
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Para penjual kopi di sela-sela menjajakan kopi di seputar Lapangan Merdeka, Medan, Sabtu (17/7/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Belasan pemilik dan karyawan kedai kopi menyampaikan keluh kesahnya terkait dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, di sekitar Lapangan Merdeka, Sabtu (17/7/2021).

Mereka turun ke jalan menjajakan kopi, termasuk kepada para petugas Satgas Covid-19.

Sambil menjajakan kopinya, para pegiat kopi membawa ragam poster sebagai bentuk keluhan.

Diantaranya bertuliskan "15 Ribu Aja Bang/Kak. Bantu Kami untuk Makan."

Ada juga poster yang pesannya mengajak Satgas Covid-19 membeli dagangannya.

"Bapak TNI/Polri, Sat Pol PP beli dong kopi kami."

Salah satu penjual kopi, Rasyid, mengatakan dirinya bersama teman-temannya terpaksa 'menjemput bola' agar dagangannya laku.

"Kami yang terdiri dari sebelas coffee shop di Kota Medan aksi jemput bola atau membawa dagangan langsung untuk dibeli masyarakat. Karena PPKM Darurat Kota Medan tidak memperkenankan pesan makan minum di tempat. Nah ini menjadi dampak bagi kami para pegiat kopi. Di mana kalau minum kopi itu enaknya sambil nongkrong dan bercerita," ujarnya, Sabtu (17/7/2021).

Lanjutnya, PPKM Darurat Kota Medan ini begitu berpengaruh terhadap omsetnya.

Rasyid juga menuturkan bahwa dagangan sistem jemput bola ini baru laku sekitar 30 persen dari jumlah yang dibawanya.

"Pengaruhnya besar sekali. Kalau tidak begini kami tidak makan. Hari ini dagangan baru laku 30 persen," sebutnya.

Rasyid juga berharap agar secepatnya PPKM di Kota Medan ini segera berakhir dan aktivitas masyarakat kembali normal.

"Ya harapan kita semoga cepat normal lah. Karena PPKM ini benar-benar menurunkan omset. Kalau pedagang makanan lainnya bisa membawa pulang, nah kalau kopi gimana. Minum kopi itu enaknya di tempat dan sembari nongkrong. Semoga ini cepat berakhir lah," sebutnya. (jun/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved