Khazanah Islam

6 Keistimewaan Hari Jumat dalam Islam, Belum Banyak Orang Tahu

Rasulullah mengatakan bahwa Hari Jumat sebaik-baiknya hari. Hari Jumat dalam khazanah Islam merupakan penghulu dari semua hari dalam sepekan.

Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Dedy Kurniawan
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Umat Islam melaksanakan Salat Idul Fitri di Masjid Raya Al Mashun, Medan, Kamis (13/5/2021). Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 jatuh pada Kamis (13/5). 

TRIBUN-MEDAN.com - Hari Jumat dalam khazanah Islam merupakan penghulu dari semua hari dalam sepekan. Pada Hari Jumat. Pada Hari Jumat Nabi disebutkan bahwa doa-doa yang dipanjatkan sangat mustajab atau mudah terkabul

Bahkan Rasulullah secara langsung mengatakan bahwa Hari Jumat sebaik-baiknya hari. Rasulullah pun pernah bersabda, “Sebaik-baik hari yang pada hari itu matahari terbit adalah Hari Jumat.” (HR. Muslim).

Ternyata bukan tanpa sebab mengapa Rasulullah secara khusus mengistimewakan Hari Jumat.

Pertama

Keistimewaan Hari Jumat, merupakan hari raya Umat Islam yang menjadi pembeda dengan non-muslim. Orang Yahudi merayakan hari Sabtu, dan hari raya orang Nasrani adalah hari Minggu atau disebut Yaumul Ahad.

Kedua

Hari Jumat merupakan hari yang bersejarah bagi umat Islam. Pada Hari ini lah manusia pertama, moyangnya umat manusia Nabi Adam diciptakan Allah. Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda,

“Sebaik-baik hari yang pada hari itu matahari terbit adalah hari jumat, pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke jannah(surga) dan pada hari itu ia dikeluarkan dari jannah dan tidak akan terjadi hari kiamat kecuali pada hari jumat.” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

Ketiga 

Umat Islam, khususnya kaum laki-laki mendapat perintahNya untuk melaksanakan salat Jumat. Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah kaum-kaum itu berhenti dari meninggalkan shalat Jumat. Atau (jika tidak) Allah pasti akan mengunci hari mereka, kemudian mereka pasti menjadi orang-orang yang lalai.” (HR. Muslim).

Sedangkan dalam riwayat lain Rasulullah SAW menyebutkan, “Shalat Jumat adalah hak yang diwajibkan kepada setiap Muslim kecuali empat orang, budak atau wanita, atau anak kecil, atau orang sakit.” (HR. Abu Daud)

Keempat

Hari Jumat merupakan hari penghapusan dosa. Dari Abu Hurairah R.A., Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berwudhu, lalu memperbagus (menyempurnakan) wudhunya, kemudian mendatangi shalat Jumat dan dilanjutkan mendengarkan dan memperhatikan khutbah, maka dia akan diberikan ampunan atas dosa-dosa yang dilakukan pada hari itu sampai dengan hari Jumat berikutnya, dan ditambah tiga hari sesudahnya. Barangsiapa bermain-main krikil, maka sia-sialah Jumatnya.” (HR. Muslim)

Kelima

Hari Jumat merupakan waktu dimana doa-doa menjadi sangat mustajab. Dalam sebuah hadist disebutkan, “Sesungguhnya pada hari jumat itu ada satu saat, yang tidak ada seseorang yang memohon sesuatu kepada Allah pada saat itu melainkan Allah pasti akan memberi kepadanya.” (HR. Ibnu Majah dan At-Tirmidzi).

Sedangkan dalam hadist lain disebutkan, “Sesungguhnya pada hari jumat itu ada satu saat yang tidak bertepatan seorang muslim yang sedang memohon kebaikan kepada Allah azza wa jalla melainkan pada saat itu Allah pasti akan memberinya. Saat itu sesudah ashar.” (HR. Ahmad)

Keenam

Pada Hari Jumat lah dijanjikan Allah akan terjadinya Kiamat, akhir zaman. Bahkan disebutkan pada hari Jumat semua hewan selalu was-was akan terjadi Kiamat, yang kepastian tanggal dan tahunnya tidak seorang pun yang mengetahui.

Hari yang penuh berkah ini dianjurkan untuk menunaikan sejumlah amalan,

1. Memperbanyak shalawat Nabi
2. Mandi Jumat
3. Menggunakan wewangian
4. Bersegera ke Masjid
5. Sholat sunnah pada saat menunggu imam atau khatib
6. Tidak duduk dengan memeluk lutut pada saat mendengarkan khatib berkhutbah.

7. Sholat sunnah setelah shalat Jumat

8.Mebaca Surat Al Kahfi.

(*/Tribun-Medan.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved