RS Siti Hajar Medan Ogah Ganti Ban Mobil Warga yang Dicuri saat Tes Covid

Manajemen Rumah Sakit Siti Hajar Medan kukuh tidak akan mengganti kerugian warga yang ban mobilnya dicuri saat ikut tes Covid-19, Kamis (24/6/2021).

TRIBUN MEDAN/EDI SIDAURUK
Mobil milik warga yang bannya dicuri saat menjalani tes Covid-19 di RS Siti Hajar Medan, Kamis (25/6/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Manajemen Rumah Sakit Siti Hajar Medan kukuh tidak akan mengganti kerugian warga yang ban mobilnya dicuri saat ikut tes Covid-19, Kamis (24/6/2021).

Humas RS Siti Hajar Gusti mengatakan, manajemen rumah sakit akan mengganti seluruh kerugian jika mobil diparkir di wilayah RS Siti Hajar

"Segala kerugian pasti kami tanggungjawabi kalau di lokasi kami. Keterangan dari pegawai kita semalam sudah kita terima," kata Gusti, Jumat (25/6/2021). 

Kata Gusti, informasi yang ia dapatkan, korban tidak memarkirkan mobilnya di wilayah parkir rumah sakit. 

"Parkir kami sampai disini (menunjuk tempat sampah yang menjadi batas parkir). Sementara dia parkir diatas san. Itu tidak tanggung jawab kami," ujarnya. 

Seorang perempuan bernama Delima warga Jalan Sinumbah menutut RS Siti Hajar mengganti kerugian atas bannya mobilnya yang hilang sewaktu dirinya menjalani tes Covid-19 di rumah sakit itu. 

Ia memarkir mobilnya sekitar 50 meter dari rumah sakit. 

Delima mengaku berencana ke Jakarta bersama suaminya, Sabtu (26/6/2021).

"Kami mau ke Jakarta naik Batik Air. Mereka menyarankan swab di sini (Rumah Sakit Siti Hajar). Tadi pas mau parkir di depan rumah sakit semua padat," ujarnya.

Ia mengatakan saat mau parkir ternyata tidak ada tempat, lalu merek putar balik mencari tempat yang kosong dan menemukan tempat itu.

"Sampai mutar tadi. Disini ada tempat yang kosong, disinilah kami parkir," katanya.

Mereka berada di rumah sakit sekitar satu jam. Mereka tersadar salah satu ban mobilnya telah raib. 

"Suami saya hidupkan mobil. Di gasnya tapi enggak gerak-gerak. Disuruhnya aku melihat keluar dikira bannya masuk parit. Ternyata enggak ada lagi bannya," ujarnya.

Ia semakin kesal karena juru parkir di tempat itu tidak bertanggungjawab.

"Tadi disini ada tukang parkir, ciri-cirinya kurus. Dibilangnya lagi-lagi pas mau atrek. Setelah tahu ban kami hilang, kabur dia," ungkapnya.

"Saya kesal melihat tukang parkir ini. Jangan hanya minta uang tahunya. Ketika ada barang yang hilang, tidak bertanggung jawab," ujarnya. (cr6/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved