Uji Coba Belajar Tatap Muka
Rindu Belajar Tatap Muka, Siswa SMPN 1 Medan: Kalau Tidak Mengerti Bisa Bertanya Langsung ke Guru
Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Medan menggelar uji coba belajar tatap muka pada Senin (21/6/2021).
Rindu Belajar Tatap Muka, Siswa SMPN 1 Medan: Kalau Tidak Mengerti Bisa Bertanya Langsung ke Guru
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Medan menggelar uji coba belajar tatap muka pada Senin (21/6/2021).
Seluruh siswa yang mengikuti simulasi belajar tatap muka menerapkan protokol kesehatan yang ketat termasuk menggunakan masker dan face shield, menjaga jarak dan mencuci tangan sebelum masuk kelas.
Adapun siswa yang mengikuti simulasi ini adalah siswa kelas VII Aristoteles.
Satu dari 32 siswa yang mengikuti simulasi, Yazid mengaku senang bisa mengikuti simulasi belajar tatap muka yang dilakukan hari ini.
"Senang bisa ikut uji coba tatap muka, walaupun belum belajar yang sebenarnya tapi sudah bisa merasakan lah bagaimana belajar bersama langsung di ruang kelas," ujar Yazid kepada tribun-medan.com, Senin (21/6/2021).
Karena baru menjadi siswa SMPN 1 Medan pada tahun 2020 lalu, Yazid pun mengaku belum pernah merasakan pembelajaran tatap muka sebelumnya.
"Kalau belajar sih belum pernah, cuma kemarin pengenalan sekolah dan ada kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan. Tapi kalau belajar biasa selama ini selalu daring," tuturnya.
Yazid mengaku lebih menyukai belajar tatap muka karena bisa menanyakan yang tidak ia mengerti langsung kepada guru.
"Karena kalau belajar tatap muka misalnya ada yang tidak mengerti bisa ditanyakan langsung ke guru, lebih leluasa dan lebih mengerti pelajaran jadinya," katanya.
Yazid juga mengatakan dirinya senang bisa bertemu dengan teman-teman sekelasnya setelah hampir satu tahun menjalani pembelajaran daring.
"Senang sekali bisa ikut simulasi hari ini, bisa bertemu teman dan berbincang, serta bisa merasakan suasana sekolah lagi. Soalnya kan udah lama enggak ke sekolah," ujarnya.
Meskipun menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat, ia mengaku tidak merasa terganggu dalam proses pembelajaran.
Termasuk harus menggunakan masker dan face shield selama pembelajaran berlangsung.
"Enggak merasa risi, soalnya sudah biasa. Kan kemana-mana juga sudah pakai masker, jadi rasanya udah biasa aja," ungkapnya.
Yazid mengaku dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, dirinya lebih nyaman dalam melakukan pembelajaran.
"Enggak khawatir sih soalnya kan sudah ada protokol kesehatannya," katanya.
Ia pun berharap pembelajaran tatap muka tahun ini dapat segera dilaksanakan sehingga bisa lebih mengerti terhadap materi yang disampaikan.
"Harapannya pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan nanti. Terus juga tidak ada kendala dalam pelaksanaannya," pungkasnya.
(cr14/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tatap-muka-di-medan_tatap-muka-belajar_3.jpg)