3 Bulan Tak Ada Perkembangan, Tanggul di Jalan Young Panah Hijau Kini Jadi Taman Bermain Anak

Tujuannya agar anak-anak di lingkungan tersebut tidak bermain di sekitaran tanggul, karena dapat membahayakan nyawa. 

Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN/ALMAZMUR SIAHAAN
Tanggul Sungai Deli di Jalan Young Panah Hijau Lingkungan VII, Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan, Medan, saat ini terlihat jadi taman bermain anak-anak di lingkungan tersebut, Senin (21/6/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Pembangunan Tanggul sungai Deli di Jalan Young Panah Hijau Lingkungan VII, Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan yang sempat terbengkalai sekitar tiga bulan, kini terlihat jadi taman bermain anak-anak yang ada di lingkungan tersebut.

Pantauan Tribun-medan, terlihat banyak anak-anak bermain di sekitar lokasi tanggul yang masih berbentuk timbunan tanah.

Sebelumnya, di sepanjang tanggul, tepatnya di pinggir Jalan Young Panah Hijau, beberapa para pekerja yang tinggal di lingkungan tersebut sudah memasang seng untuk menutupi proyek tanggul yang akan dibangun.

Baca juga: Dituduh Lakukan Perlecehan Seksual, Rian DMasiv Akhirnya Buka Suara, Laporkan Pemilik Akun

Tujuannya agar anak-anak di lingkungan tersebut tidak bermain di sekitaran tanggul, karena dapat membahayakan nyawa. 

Ternyata, masih terdapat celah untuk masuk ke lokasi tanggul tersebut. Setiap harinya, tanggul terlihat jadi tempat bermain anak-anak, mulai dari bermain layangan, berenang, hingga kejar-kejaran.

"Kemarin sudah ditutup itu, tapi ya namanya anak-anak kan susah dibilangi, masih saja main-main di situ," ujar Masita, Senin (21/6/2021).

Amatan Tribun-medan saat di lokasi, sekitar 4 orang pekerja sedang memindahkan serta memotong besi panjang yang akan digunakan untuk pondasi tanggul nantinya.

Dikatakan Masita, kelanjutan pengerjaan tanggul baru saja dimulai sekitar setengah bulan yang lalu. Itu pun tidak rutin dikerjakan.

Baca juga: 5 Pemain PSMS Diberhentikan, Legimin: Suatu Keputusan yang Sulit

"Sudah lama itu mangkrak, baru sekitar setengah bulan yang lalu dikerjakan lagi. Mereka enggak rutin kerjanya, kadang kerja kadang enggak, makanya lama lah siapnya kalau gitu," kata Masita.

Sebelum dilakukannya penimbunan tanggul, warga takut lokasi rumahnya terkena banjir saat air sungai pasang.

Tetapi, meski tanggul saat ini sudah tinggi ditimbun, warga setempat mengaku belum bisa tenang karena tanggul yang hanya berupa timbunan tanah tersebut perlahan terlihat semakin terkikis akibat arus sungai.

(Cr17/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved