WALI Kota Bobby Prediksi Lonjakan Pasien Covid di Juni, 290 Bed dan 20 ICU Isolasi Disiapkan

"Ini dua hari ruangan sudah bisa digunakan 86 bed ada yang ICU dan isolasi," kata Wali Kota Medan Bobby Nasution

Tribun-medan.com/ Goklas
Wali Kota Medan meresmikan fasilitas kesehatan RSU Royal Prima untuk pasien Covid-19 di Jalan Ayahanda No 68 A, Sei Putih Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatra Utara, Kamis (3/5/2021). (Tribun-medan.com/ Goklas) 

Laporan Wartawan Tribun-Medan/Goklas Wisely

TRIBUN-MEDAN.com, Medan - RSU Royal Prima meresmikan fasilitas kesehatan untuk pasien Covid-19 di Jalan Ayahanda No 68 A, Sei Putih Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatra Utara, Kamis (3/6/2021).

Diketahui fasilitas kesehatan itu untuk mengantisipasi lonjakan penderita virus Covid-19 dan membantu proses percepatan penanganan dengan menyediakan 290 bed isolasi dan 20 bed ICU isolasi.

Wali Kota Medan meresmikan fasilitas kesehatan RSU Royal Prima untuk pasien Covid-19 di Jalan Ayahanda No 68 A, Sei Putih Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatra Utara, Kamis (3/5/2021). (Tribun-medan.com/ Goklas)
Wali Kota Medan meresmikan fasilitas kesehatan RSU Royal Prima untuk pasien Covid-19 di Jalan Ayahanda No 68 A, Sei Putih Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatra Utara, Kamis (3/5/2021). (Tribun-medan.com/ Goklas) (Tribun-medan.com/ Goklas)

"Ini dua hari ruangan sudah bisa digunakan 86 bed ada yang ICU dan isolasi," kata Wali Kota Medan Bobby Nasution saat berkunjung untuk meresmikan fasilitas kesehatan tersebut.

Amatan Tribun Medan Bobby Nasution hadir mengenakan baju batik dan memotong pita merah yang berada di ruang isolasi lantai sepuluh RSU Royal Prima.

Wali Kota Medan meresmikan fasilitas kesehatan RSU Royal Prima untuk pasien Covid-19 di Jalan Ayahanda No  68 A, Sei Putih Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatra Utara, Kamis (3/5/2021). (Tribun-medan.com/ Goklas)
Wali Kota Medan meresmikan fasilitas kesehatan RSU Royal Prima untuk pasien Covid-19 di Jalan Ayahanda No 68 A, Sei Putih Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatra Utara, Kamis (3/5/2021). (Tribun-medan.com/ Goklas) (Tribun-medan.com/ Goklas)

Bobby pun menjelaskan diprediksi lonjakan Covid-19 akan terjadi di bulan Juni ini. Namun, lanjutnya, mudah - mudahan tidak terjadi lonjakan yang cukup besar.

"Kalau pun terjadi, saya harap RSU Royal Prima sudah menyiapkan bednya dan dapat bersama Pemko Medan menyelesaikan persoalan Covid-19, " ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan penambahan ruangan ini untuk menurunkan tingkat Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit di Medan yang cukup tinggi.

"Hari ini tadi dari royal prima melaporkan per hari ini sudah ready 86 bed. Terdiri dari di dalam itu ada 20 ICU dengan fasilitas yang baik, ada ventilator dan segala macamnya," ujar Bobby Nasution di Balai Kota, Senin (31/5/2021).

Dikatakannya, selain penambahan ruangan isolasi, RS Royal Prima juga membantu Pemko Medan dalam fasilitasi swab antigen dari hasil tracing di dua lingkungan yang diisolasi.

"Mereka juga sudah bersedia membantu kita untuk melakukan swab antigen pada lingkungan-lingkungan kita nanti yang hari ini kita sudah ketahui ada dua lingkungan yang kita isolasi,"

"Ini masyarakat di sana nanti yang kita anggap perlu kita lakukan swab antigen di Royal Prima memberikan bantuannya kepada Pemerintah Kota Medan,"

"Swab antigen kita sudah bisa dimulai besok. Nah, ini untuk masyarakat yang kita isolasi," tambahnya.

Direktur RSU Royal Prima Medan dr Suhartina Darmadi mengatakan penambahan seluruh ruangan akan selesai paling lama satu bulan ke depan.

"Insya Allah satu bulan ini sudah bisa kita realisasikan semua untuk mengantisipasi terjadinya pembludakan yang terpapar Covid-19" katanya.

Dikatakannya untuk peresmian ruangan akan dilakukan satu bulan lagi.

"Total ada 290 bed, yang sudah ready 86, mudah-mudahan Rabu atau Kamis kita resmikan. Walaupun yang 86 itu sudah mulai dipakai hari ini. Dan untuk swab antigen kami bekerjasama dengan pak Wali kepada daerah-daerah yang sudah diisolasi, dan kami akan melibatkan mahasiswa untuk melakukan sosialisasi," pungkasnya.

Antrean Vaksinasi Massal Pemko Medan Mengular Ratusan Meter, Petugas Kewalahan Atur Massa

TRIBUN-MEDAN.com - Antrean panjang mengular di lokasi vaksinasi massal yang diadakan Pemerintah Kota Medan di Eks Bandara Polonia, Kamis (3/6/2021).

Ribuan warga tampak berbondong-bondong mendatangi lokasi vaksinasi. Antrean pun mengular sampai 100 meter lebih.

VAKSINASI MASSAL - Antrean warga yang mendaftar untuk vaksinasi di Eks Bandara Polonia Medan, Kamis (3/6/2021). (Tribun-medan.com/Rechtin)
VAKSINASI MASSAL - Antrean warga yang mendaftar untuk vaksinasi di Eks Bandara Polonia Medan, Kamis (3/6/2021). (Tribun-medan.com/Rechtin) (Tribun-medan.com/ Rechtin Ritonga)

Putus Mata Rantai Penyebaran, Bupati Langkat Terus Instruksikan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

Anatan tribun-medan.com di lokasi petugas tampak kewalahan mengatur massa yang sangat ramai. Warga pun terlihat berkerumun sebelum akhirnya petugas mengarahkan untuk membentuk barisan antrean.

Meskipun karena sangat ramai jarak antar peserta antrean tak sampai satu meter.

VAKSINASI MASSAL - Antrean warga yang mendaftar untuk vaksinasi di Eks Bandara Polonia Medan, Kamis (3/6/2021). (Tribun-medan.com/Rechtin)
VAKSINASI MASSAL - Antrean warga yang mendaftar untuk vaksinasi di Eks Bandara Polonia Medan, Kamis (3/6/2021). (Tribun-medan.com/Rechtin) (Tribun-medan.com/ Rechtin Ritonga)

Bobby Nasution dan Stafsus Menteri BUMN Temui Gubernur Edy, Bahas Vaksinasi Massal di Medan

Seorang warga Medan Perjuangan yang ikut mengantre, Rianda mengatakan dirinya mendapatkan informasi dari saudaranya yang bekerja di Pemko Medan.

"Ada dapat informasi dari saudara, kebetulan kerja di Pemko jadi langsung daftar," ujarnya.

VAKSINASI MASSAL - Antrean warga yang mendaftar untuk vaksinasi di Eks Bandara Polonia Medan, Kamis (3/6/2021). (Tribun-medan.com/Rechtin)
VAKSINASI MASSAL - Antrean warga yang mendaftar untuk vaksinasi di Eks Bandara Polonia Medan, Kamis (3/6/2021). (Tribun-medan.com/Rechtin) (Tribun-medan.com/ Rechtin)

Berdasarkan informasi yang dihimpun persyaratan untuk dapat mengikuti vaksinasi adalah dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) Medan. Serta mengikuti usia layak vaksin dan tidak sedang sakit.

"Karena sudah lama menunggu divaksin dan ini selagi dibuka untuk umum jadi bareng sama keluarga semua ikut vaksin. Kan untuk menjaga kesehatan juga," katanya.

Ramainya antrean membuat banyak warga yang mengikuti vaksin menumpuk, dikarenakan kursi untuk menunggu giliran vaksin di dalam aula terbatas. Sehingga banyak warga yang sudah selesai mendaftarkan KTP harus menunggu sambil berdiri di depan Aula Andromeda Eks Bandara Polonia.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Syamsul Nasution mengatakan hari ini Pemko Medan menyediakan jatah vaksin sebanyak 1000 dosis.

Namun, kata dia, dosis akan ditambah sesuai dengan kebutuhan dan jumlah warga yang mendaftar.

"Hari ini ada 1000 dosis yang kita siapkan. Tapi warga yang datang jangan takut karena dosis akan kita tambah sesuai dengan yang hadir untuk vaksin," katanya.

WALI Kota Bobby Nasution Sambangi Daerah yang di-Lockdown karena Covid-19, 150 Swab Test Antigen

Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau pelaksanaan swab tes antigen di lingkungan VII Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor, Rabu (2/6/2021) kemarin

Pelaksanaan swab tes ini tepat di lokasi lingkungan yang diisolasi di Medan Johor.

Wali Kota Medan Bobby Nasution Tinjau Swab Tes Antigen di Medan Johor
Wali Kota Medan Bobby Nasution Tinjau Swab Tes Antigen di Medan Johor (Tribun Medan)

"Hari kita melakukan tindak lanjut dari lingkungan kita yang diisolasi, kita melakukan tracing, tracing kita lakukan untuk keluarga dan di lingkungan kerja yang kemarin terpapar positif," ujarnya.

Bobby mengatakan kondisi semakin membaik di dua lingkungan yang diisolasi.

"Kemarin ada 14 orang dan tadi per hari ini sudah turun jadi 5 orang," katanya.

Dikatakannya, tracing dilakukan tidak hanya di lingkungan yang terpapar namun juga di sekitar lingkungan tersebut.

"Tiga lingkungan dari yang kita lakukan saat tes antigen mulai dari siang tadi kita sosialisasikan bagi masyaraka. Ada 150 antigen, kita lakukan pada siang hari ini sampai sore. Tapi khusus antigen yang kemarin dari terpapar sudah kita beresin terlebih dahulu," katanya.

Menurut Bobby dari hasil swab tes antigen ada satu orang yang dinyatakan reaktif sehingga masih menunggu hasil tes PCR.

"Ada satu yang reaktif udah kita isolasikan di rumahnya dan keluarganya juga di timnya ada yang sudah ditugaskan dari Puskesmas datang ke rumah yang bersangkutan untuk dilakukan Tracing kepada keluarganya.

Jadi kita lagi nunggu hasil dan yang tadi yang terkonfirmasi reaktif, ini kita lakukan PCR mudah-mudahan besok bisa keluar hasil," tuturnya.

"Pilihannya kalau nanti positif kita lihat gejalanya ada apa enggak, tapi sampai dengan hari ini tidak ada gejala apakah bisa isolasi kita lihat dulu kondisi rumahnya sesuai yang sudah kita keluarkan dari kemarin kalau rumahnya layak untuk kita laporan isolasi Mandiri, masih kita lakukan isolasi mandiri terlebih dahulu," tuturnya.

(cr8/cr14/ tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved