Viral Medsos

Penyebab Sinetron Zahra Istri Ketiga Pak Tirta Trending Topik hingga Menjadi Kontroversial

Sinetron Suara Hati Istri Zahra yang baru tayang di televisi Indosiar menjadi trending topik di Twitter

Editor: AbdiTumanggor
TWITTER.COM
Penyebab Sinetron Zahra Istri Ketiga Pak Tirta Trending Topik di Twitter hingga menjadi kontroversial 

TRIBUN-MEDAN.COM -- Sinetron Suara Hati Istri Zahra yang baru tayang di televisi Indosiar menjadi trending topik di Twitter belakangan ini gara-gara adegan dan ceritanya yang kontroversial.

Bahkan, komika, penulis sekaligus sutradara Ernest Prakasa pun ikut bersuara sambil menyentil Indosiar dan KPI Komisi Penyiaran Indonesia.

Seperti diketahui, sinopsis sinetron Zahra ini menceritakan kisah poligami, pria bernama Pak Tirta usia 40 tahun yang sudah memiliki 2 istri, kembali menikahi gadis muda yang tergolong masih bocah.

sinetron Zahra, istri-istri Pak Tirta
Zahra jadi istri ketiga Pak Tirta (Indosiar)

Di kehidupan nyata,  pemeran Zahra yakni Lea Ciarachel yang lahir 5 Oktober 2006 itu juga ternyata masih berusia 15 tahun.

Sementara lawan mainnya, aktor Panji Saputra, yang memerankan karakter pak Tirta, telah berusia 40 tahun.

Banyak adegan dalam sinetron tersebut yang menjadi sorotan.

Salah satunya pada salah satu balasan cuitan tersebut memperlihatkan adegan Zahra dan Pak Tirta di atas ranjang.

Hal ini menuai komentar pedas dari netizen karena perbedaaan usia yang sangat jauh.

Apalagi Lea Ciarachel atau Zahra baru berusia 15 tahun, dan Panji Saputra pun usianya sudah 40 tahun.

Tak hanya itu, kini Zahra diceritakan sedang hamil anak pak Tirta.

Adegan seperti ketika pak Tirta mencium kening Zahra, atau ketika pak Tirta mendekatkan wajahnya di perut Zahra yang sedang hamil langsung dikomentari netizen.

Netizen memberikan kritikan atas adegan dan cerita dari sinetron yang tayang di Indosiar tersebut.

"Ih sumpah gue mikirnya si yang jadi Zahra itu apa enggak geli /jijik gitu ya...age gap-nya jauh banget," tulis @vhopqe.

"Seumuranya Zahra dikasih peran masalah sekolah/percintaan lha ini kok dikasih peran yang umurnya 20+, kasihan Zahra umur segitu sudah dituntut menjadi orang dewasa," tulis @Zulfian78126857.

"Kalo dari film Zahra ini banyak anak anak underage yang jadi tertarik buat jadi istri ke 2 ke 3 gimana ya," tulis @ihkamutuh.

Selain netizen masyarakat umum, Ernest Prakasa pun ikut berikan komentar.

Lewat akun Twitter dan Instagramnya, Ernest Prakasa menyentil pihak Indosiar dan KPI.

Menurutnya, pihak Indosiar sudah sangat keterlaluan.

Karena hanya mementingkan rating tanpa peduli kalau pemeran Zahra masih berusia 15 tahun.

"Karna banyak teman-teman yang bisa meramaikan masalah ini tapi terikat oleh etika, kontrak kerja, ataupun rasa tidak enak hati, maka biar saya yang bersuara.

Wahai @indosiar, ini keterlaluan. Sangat amat keterlaluan.

Pemeran Zahra itu usianya masih 15 tahun.

Okelah tolak ukur TV adalah rating, tapi tolak ukur manusia adalah nurani dan akal sehat. Menurut kalian ini wajar?" tulis Ernest Prakasa di akun Instagram pribadinya.

Sutradara 'Cek Toko Sebelah' itu tampak meretweet postingan akun Twitter komikfaktap.

Karena menurutnya, nikah paksa itu sama sekali tidak romantis apalagi sampai didramatisir.

"Di webkomik dan webnovel, ada semacam "sub-genre" yang bertema nikah paksa.

Apakah ini semacam fantasi yang lagi trend? F*cked up banget kalo menganggap nikah paksa itu sesuatu yang romantis.

Mana protagonisnya umumnya perempuan usia remaja lagi," tulis akun @.komikfaktap.

Tak hanya itu, Ernest Prakasa tampak menanggapi cuitan Kalis Mardiasih, yang selalu vokal soal feminisme dan hak-hak perempuan.

"Stop perkawinan usia anak, stop perbudakan seksual anak perempuan, Sahkan RUU PKS," tulis Mardiasih.

Menanggapi cuitan Kalis Mardiasih, Ernest Prakasa pun menyentil Indosiar dan KPI.

Karena menurutnya, masalah ini bukanlah masalah enteng dan wajar.

"This is not okay, @Indosiar. Ditunggu ketegasannya @KPI_Pusat.

Jangan kebanyakan ngurusin hal-hal gak penting, ini masalah serius," tulis Ernest Prakasa.

Tak cukup sekali, Ernest Prakasa berkali-kali sentil KPI.

Menurutnya, lebih penting memperhatikan sinetron daripada mengurus buremin kartun.

Kontroversi sinetron Zahra, istri ketiga Pak Tirta bocah, Ernest Prakasa buka suara sentil KPI dan Indosiar
Kontroversi sinetron Zahra, istri ketiga Pak Tirta bocah, Ernest Prakasa buka suara sentil KPI dan Indosiar (kolase Youtube Indosiar/Twitter ernestprakasa)

Seperti contohnya kartun Spongebob, dimana karakter Sandy si Tupai yang sedang pakai bikini diburamkan gambarnya oleh KPI.

"Ayo @KPI_Pusat, ini lebih penting daripada masih buremin tetek tupai kartun, ya gak?," pungkas Ernest Prakasa.

Cuitan Ernest Prakasa itu pun disetujui oleh netizen.

"Ada yg bilang, yg mensensor itu dari TV nya sbg bentuk kesadaran daripada di tegor. Jadi tim sensor nya sponbob lebih pinter daripada Indosiar," tulis akun @Danangbanyu.

"sampe bingung aing itu si sandy emg bikin sange ya ampe disensor gitu," @kutekarab_.

"Yang menciptakan mindset 'mesum' justru adalah hal semacam ini, apalagi tayangan ini ditujukan untuk anak anak yang kemungkinan belum mikir sampe kesitu. Please think clear @KPI_Pusat," @gunturpmbd

Baca juga: KISAH Anak Kuli Bangunan Menjadi Menteri Era Jokowi, Jadi Sopir Sewaktu Sekolah

Baca juga: Azriel Sudah Berusia 21 Tahun, Ashanty Mengaku Risih saat Anak Tirinya Itu Minta Peluk Terus

Tautan Artikel TribunnewsBogor.com dengan judul:Kontroversi Sinetron Zahra Jadi Trending, Ernest Prakasa Sentil KPI : Masih Buremin Kartun?

Sumber: Tribun Bogor
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved