Persiapan Lebaran 1442 Hijriah

Malam Ini Tarekat Naqsabandiyah Takbiran, Besok Salat Idul Fitri Digelar Sederhana

Malam ini Tarekat Naqsabandiyah akan menggelar takbiran dan besok akan dilaksanakan Salat Idul Fitri berjemaah di dua tempat

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN
Jamaah Tarekat Naqsabandiyah melakukan Salat Tarawih di Rumah Ibadah Suluk Tarekat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah, Pasar IV, Simpang Kongsi, Gang Leman Harahap, Marindal, Kabupaten Deliserdang,Sumatera Utara, Minggu (11/4/2021). TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN--Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Al Jalaliyah resmi menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah pada Rabu 12 Mei 2021.

Mulai nanti malam, mereka akan menyelenggarakan kegiatan takbiran dan disusul dengan salat Ied berjemaah di pondok tarekat yang berada di Desa Marindal, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang pada pagi harinya.

Untuk kegiatan takbiran, mereka hanya melaksanakan di area pondok, tidak merayakan takbiran secara keliling.

Sementara untuk pelaksanaan salat hanya dilakukan secara terbatas karena alasan protokol kesehatan.

Baca juga: Besok Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Al Jalaliyah Laksanakan Salat Ied Secara Terbatas

Nazir Majelis Tarekat Naqsabandiyah, Syafi'i mengatakan kegiatan besok hanya sebatas salat seperti salat Ied pada umumnya.

Untuk durasi khutbah pun tetap dilakukan seperti biasa. 

Namun, kata Syafi'i, kepada jemaah yang sudah selesai mengikuti salat dan pertemuan dianjurkan agar segera pulang, karena sesuai anjuran pemerintah untuk mencegah kerumunan orang.

"Persiapannya tidak ada yang khusus. Hanya persiapan untuk Salat Idul Fitri biasa saja, dan kemungkinan akan dihadiri 100 orang jemaah," kata Syafi'i, Selasa (11/5/2021).

Sementara itu, pengurus Tarekat Naqsyabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah Marindal, Syekh Muda Markum mengatakan, pelaksanaan Salat Ied berjemaah dilakukan di dua lokasi berbeda.

Baca juga: SAH, Besok Tarekat Naqsabandiyah Lebaran Lebih Awal Dibanding Lainnya

Yang pertama berada di Bandar Tinggi, Simalungun dan di Desa Marindal Kecamatan Patumbak, Deliserdang.

Pembagian wilayah itu karena adanya aturan pemerintah kepada masyarakat untuk bepergian keluar kota.

Ia mengatakan, seharusnya kegiatan dilakukan menjadi satu di Bandar tinggi karena menjadi titik pusat.

Namun karena adanya penyekatan di beberapa titik, sehingga mereka mengurungkan niatnya untuk berkumpul di sana.

"Biasanya kita merayakan secara besar-besaran di Bandar Tinggi, tapi karena pandemi Covid-19 jadi kita bagi menjadi dua lokasi," kata Syekh Muda, Markum.(cr25/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved