MEMANAS Gubernur Edy Rahmayadi vs Bobby Nasution, Ini Jejak Perseteruan Keduanya
Hubungan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Wali Kota Medan Bobby Nasution terlihat tidak akur di mata publik beberapa waktu terakhir.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Hubungan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Wali Kota Medan Bobby Nasution terlihat tidak akur di mata publik beberapa waktu terakhir.
Keduanya saling lempar pernyataan yang terkesan “menyerang”.
Konon, perseteruan keduanya berawal dari teguran yang dilayangkan Gubernur Edy Rahmayadi kepada Bobby Nasution lantaran lokasi wisata kuliner dan budaya Kesawan City Walk menimbulkan kerumunan masyarakat berkali-kali. Teguran ini tak lepas dari perkembangan data kasus Covid-19 di Sumut, terutama Kota Medan, yang mengalami peningkatan.
Tak lama berselang, Bobby Nasution “menyerang” Gubernur Edy Rahmayadi terkait penggunaan 5 hotel sebagai lokasi karantina Covid-19 di Medan selama masa mudik lebaran.
Menantu Presiden Jokowi itu mempertanyakan lokasi karantina Covid-19 di Kota Medan. Ia merasa tidak dilibatkan dalam upaya penanganan penyebaran Covid-19, dan menilai koordinasi Pemprov Sumut tak berjalan dengan baik.
“Bukan mau apa-apa, kami mau bantu. Izinkanlah kami terlibat untuk membantu, menjaga prokes dan mendata. Jika tidak susah nanti. Bayangkan andai satu hotel ada 100 WNI, masing-masing ada keluarga datang dua orang, sudah ratusan di situ. Petugas itu tidak tahu. Maka kami ingin kirim personel untuk membantu, itu saja,” kata Bobby.
Suami Kahiyang Ayu itu mengatakan, info yang ia terima tidak ada hotel di Medan yang dijadikan lokasi karantina bagi WNI yang baru datang dari luar negeri.
“Kami langsung dengar via telepon dengan Pak Gubernur dan Dinkes katanya per 1 Mei tidak ada lokasi karantina di Medan. Ternyata setelah kami cek ada. Sekali lagi kami sampaikan kami ingin membantu penanganan Covid-19,” ujar Bobby.
Menurut Bobby, dirinya juga masih tidak mengetahui teknis karantina yang dilakukan.
Seperti jika WNI yang masuk ke Sumut lewat Kota Medan adalah warga Mebidangro, atau warga dari daerah lainnya, apakah tetap dikarantina di hotel yang ada di Medan atau tidak.
"Itu jadi PR yang harusnya bisa diselesaikan bersama jika ada koordinasi yang baik dengan Pemprovsu," tuturnya.
Baca juga: Lima Hotel Jadi Tempat Isolasi, Bobby Nasution Minta Gubernur Edy Beri Penjelasan
Terlebih, kata dia, jika sampai ada warga Medan atau warga lain yang menginap di hotel yang ternyata dijadikan lokasi karantina, kemudian terjadi pembauran saat sahur atau buka puasa.
“Yang dari Mebidangro, apakah dikembalikan ke daerahnya untuk karantina. Atau bagaimana? Kami perlu tahu hal seperti itu. Terlebih banyak masyarakat Medan yang tidak tahu ada hotel yang dijadikan lokasi karantina. Kalau ada yang menginap di situ, atau sahur, buka bersama kan jadi masalah baru itu. Kalau dikoordinasikan kan kami bisa antisipasi,” katanya..
Hal itu justru membuat Gubernur Edy Rahmayadi heran sekaligus jengkel.
Baca juga: Disuruh Tanya Tuhan oleh Gubernur Edy Rahmayadi soal Lokasi Karantina, Ini Tanggapan Bobby Nasution
Bila Bobby Nasution tetap mengaku tidak tahu akan hal tersebut, maka Edy menyarankan agar menantu Presiden RI Joko Widodo itu menanyakan langsung kepada Tuhan.
"Kalau tidak tahu, tanya Tuhan Yang Maha Tahu," ujar Edy.
“Kalau kurang dilibatkan, melibatkan diri, jangan merasa ini semua kurang," imbuh mantan Pangkostrad tersebut.
Menurut Edy Rahmayadi, Bobby Nasution terlalu mengada-ada.
Padahal, kata Edy, baik Satgas Covid-19 Sumut maupun Satgas Covid-19 Kota Medan merupakan tim yang sejak setahun terakhir selalu berkoordinasi, sama-sama bertugas dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona di wilayah Sumut.
Jadi, kata Edy, dia menganggap ketidaktahuan Bobby tersebut tidak mendasar sama sekali.
"Tanya sama dia (Bobby) dilibatkan atau tidak? Itu kan team work, satu tim. Salah besar berarti dia," ujarnya.
Menanggapi hal ini, Bobby mengatakan informasi yang ia butuhkan adalah untuk masyarakat Kota Medan.
“Tugas kami Pemko Medan adalah untuk menginformasikan kepada masyarakat, utamanya kondisi perkembangan penanganan Covid-19," ujar Bobby Nasution kepada wartawan, Kamis (6/5/2021).
Bobby menekankan, dirinya membutuhkan kejelasan mengenai karantina di hotel-hotel yang ada di Kota Medan.
"Kami ingin kejelasan, alangkah baiknya jika ada kejelasan, karantina di hotel yang ada di Kota Medan itu teknisnya bagaimana,” katanya.
“Bukan mau apa-apa, kami mau bantu. Izinkanlah kami terlibat untuk membantu, menjaga prokes dan mendata. Jika tidak susah nanti. Bayangkan andai satu hotel ada 100 WNI, masing-masing ada keluarga datang dua orang, sudah ratusan disitu. Petugas itu tidak tahu. Maka kami ingin kirim personel untuk membantu, itu saja,” ucapnya.
Penumpukan Pasien di Medan
Usai polemik hotel di Medan menjadi lokasi karantina selama mudik lebaran, Bobby Nasution mempersoalkan peningkatan jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di berbagai rumah sakit di Kota Medan.
Bobby Nasution mengakui tingkat BOR (Bed Occupantion Rate) di beberapa RS yang ada di Medan mengalami peningkatan. Sebagian bear dari pasien itu, menurut Bobby, merupakan warga luar Kota Medan.
"Sebenarnya data (Covid-19) meningkat. Tapi memang seperti saya katakan tadi, kita ibu kota (provinsi), kita tidak boleh melarang orang dari kabupaten/kota sekitar untuk masuk. Memang hari ini kalau kita lihat BOR-nya agak meningkat, kebanyakan dari luar Medan," ujar Bobby saat meninjau Pusat Pasar, Medan, Kamis (6/5/2021).
Baca juga: Okupansi RS Covid19 di Medan Meningkat, Bobby Nasution Minta Gubernur Edy Pulangkan Pasien ke Daerah
Bobby pun meminta Gubernur Edy Rahmayadi untuk bisa memfasilitasi pemulangan pasien Covid-19 ke daerah masing-masing, supaya jangan bertumpuk di Kota Medan.
"Kami mohon kemarin kepada provinsi, Pak Gubernur agar bisa mendistribusikan dan memfasilitasi kami, kembalikan pasien di daerah, jangan ditumpuk di Medan, nanti penuh, resah," katanya.
Meski begitu, dia tetap memastikan seluruh rumah sakit di Kota Medan akan tetap merawat pasien Covid-19, meski berasal dari daerah.
"Tapi kami tetap melayani, saya katakan potensi mana saja yang bisa meningkat terus mana kira-kira pasien yang bisa ditaruh di daerah masing-masing," pungkasnya.
(cr14/mustaqim/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kolase-bobby-nasution-vs-edy-rahmayadi.jpg)