Cerita Seleb
Rintihan Hati Nadya Mustika, Melahirkan di Saat Kondisinya Positif Corona, Tak Bisa Gendong Bayinya
Sempat dilanda kontroversi hingga dikabarkan berpisah, kini kebahagiaan tengah dirasakan oleh pasangan Rizki DA dan Nadya Mustika.
TRIBUN-MEDAN.COM - Meski rumah tangganya sempat dilanda kontroversi hingga dikabarkan berpisah, kini kebahagiaan tengah dirasakan oleh pasangan Rizki DA dan Nadya Mustika Rahayu.
Pasangan ini akhirnya dikaruniai momogan, setelah resmi menikah pada Juli 2020 lalu.
Pada Selasa (13/4/2021) pagi lalu, Nadya Mustika baru saja melahirkan seorang bayi laki-laki.
Kabar bahagia ini pun dibagikan langsung oleh pasangan ini lewat unggahan di Instagram pribadinya.
Sang suami, Rizki D'Academy 2 membagikan kabar bahagia itu di Instagramnya, Selasa malam kemarin.
Kembaran Ridho DA ini membagikan potretnya menggendong anak pertamanya itu.
Rizki membagikan kabar kelahiran anaknya yang diberi nama Baihaqqi Syaki Ramadhan.
"Alhmdulillah ma syaa Allah di bulan suci ramadhan Allah telah memeberikan karunia berupa anak laki” tangguhku❤️
Lahir tgl 13 April 2021
Pukul: 09:33 WIB
Nama: Baihaqqi Syaki Ramadhan
Berat : 2,95 kg
Tinggi: 51 cm
Yg insyaAllah bisa menjadi imam prawi hadist dan memberikan curahan kemaslahatan untuk keluarga dan orang lain yg bertepatan dibulan Suci Ramadhan ini," terang Rizki DA.

Rizki juga meminta doa untuk kesembuhan sang istri yang sekarang ternyata tengah terinfeksi positif Covid-19.
"Maksih teman” yg sudah mendoakan lahirannya lancar.
Mohon doanya y manteman” untuk sang ibu diberikan kesembuhan dan kekuatan untuk sembuh melawati covid & pemulihannya, doain juga y teman” untuk debay nya tumbuh sehat & anak yg soleh insyaAllah aamiin," tambahnya.
Nadya pun membagikan potret bayi laki-lakinya itu dan mengungkap kabar persalinannya.
"Alhamdulillah tadi pagi sudah lahir putra pertama kami secara normal
Semoga jadi anak yg soleh ya utun sayang
Mama bahagia punya kamu," tulis Nadya sebagai keterangan foto.

Melahirkan dalam kondisi positif Covid-19, Nadya pun terpaksa harus terpisah dari anaknya.
Lewat unggahan di Instagram story-nya, Rabu (14/4/2021), Nadya pun membagikan kerinduannya akan bayinya.
Ia juga sampai meminta maaf karena tak bisa gendong anak yang ia lahirkan karena kondisinya.

Nadya pun meminta doa agar bisa lekas sembuh dan bisa menggendong bayinya.
"Anak ganteng, anak baik, anak sholeh maafin ibu yaa belum bisa gendong dulu (emoji) doain ibunya cepet sehat biar bisa gendong ade (emoji) I love u," ungkap Nadya yang dikutip dari Kompas.com.
Penyebab Bayi Rizky DA Dan Nadya Mustika Positif Terpapar COVID 19
Namun kabar kebahagiaan tersebut datang bersamaan dengan kabar tak mengenakkan.
Pasalnya Nadya Mustika melahirkan dalam kondisi terpapar Covid 19.
Apakah bayi yang terlahir dari ibu yang terpapar virus Corona tidak memiliki antibodi Covid-19?
Menurut Jurnal JAMA Pediatrics (29/1/2021), para ilmuwan telah melakukan penelitian pada sampel darah 1.470 wanita hamil.
Diketahui dari 1.470 wanita tersebut, 83 diantaranya positif antibodi SARS-CoV-2 yang disebabkan saat proses melahirkan.
Kemudian, penelitian dilanjutkan dengan menganalisis sampel darah tali pusat dari sebagian yang lahir.
Dalam analisis tersebut juga dijalankan tes positif untuk antibody.
Hasilnya bayi-bayi tersebut memiliki kekebalan imun yang pasif.
Jumlah antibodi yang didapat bayi sangat tergantung kepada jenis dan jumlah antibodi yang dimiliki oleh sang ibu.
Kapan sang ibu tertular covid-19 juga ikut menentukan seberapa banyak jumlah antibodi yang bisa diterima bayi.
"Semakin lama waktu antara infeksi dan persalinan ibu, semakin besar transfer antibodi," ujar penulis studi Dr. Karen Puopolo dan Dr. Scott Hensley dari Fakultas Kedokteran Universitas Pennsylvania Parelman, dikutip Grid.ID dari kompas.com.
Hal tersebut ternyata juga bisa terjadi pada ibu hamil yang mengalami atau tidak mengalami gejala Covid-19 selama terpapar virus itu.
Antibodi yang bayi dapatkan memang tergantung antibodi sang ibu.
Namun masih diperlukan penelitian lebih lanjut lagi terkait bagaimana menentukan tingkat, jenis antibodi yang diperlukan untuk melindungi bayi dari virus Covid-19, dan berapa lama antibodi itu bisa bertahan dalam sirkulasi bayi yang baru lahir.
Dalam studi terbaru, tim peneliti juga melakukan pengujian terhadap antibodi yang menempel pada protein spike virus corona dan struktur yang menempel pada permukaan virus.
Antibodi yang dicari oleh tim peneliti adalah 'domain pengikat reseptor' atau (RBD).
Antibodi RBD ini memiliki peran penting untuk menetralkan virus Covid-19.
Namun, menurut Munoz- Rivas, tidak semua antibodi RBD bisa melewati plasenta.
Pasalnya plasenta hanya memungkinkan antibodi tertentu yang bisa masuk.
"Biasanya, hanya antibodi kecil berbentuk Y yang disebut imunoglobin G (IgG) yang dapat masuk ke dalam reseptor, sehingga mereka sendiri dapat mencapai janin dan memberikan perlindungan kekebalan," kata dia.
Maka dari itu, tidak semua bayi bisa mendapatkan perlindungan kekebalan.
Diketahui ada 83 bayi dan 72 di antaranya lahir dari ibu dengan antibodi posittif yang memiliki IgG dalam tali pusatnya.
Jumlah keseluruhan tersebut berhubungan dengan konsentrasi IgG dalam darah sang ibu.
Sementara itu, 11 bayi lainnya yang memiliki hasil antibodi negatif, kemungkinan mempunyai 2 alasan.
Enam dari ibu bayi mempunyai tingkat IgG yang termasuk rendah.
Hal tersebut menandakan bahwa para ibu tersebut kemungkinan melahirkan pada masa awal infeksi.
Sehingga, mereka tidak ada cukup waktu untuk mereka memproduksi dan mentransfer antibodi melalui plasenta.
"Antibodi IgM muncul di awal infeksi dan kemudian menghilang begitu infeksi sembuh. jadi lima ibu yang hanya dites positif IgM berada pada tahap paling awal infeksi. Tapi, jika antibodi IgM muncul pada janin atau bayi baru lahir, hal ini menandakan bahwa janin tersebut terinfeksi virus secara langsung," kata Munoz- Rivas.
Pada penelitian tersebut, tidak ditemui IgM untuk Covid-19 yang terdeteksi di sampel darah tali pusat.
Hal itu menunjukkan bahwa tidak ada bayi yang terpapar corona saat mereka masih dalam kandungan.
Tetapi, para peneliti ini mengatakan jika mereka tidak dapat memastikan apakah SARS-CoV-2 tidak bisa menular kepada bayi sebelum dilahirkan. (*/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/nadya-mustika-dan-bayinya-poisitif-covid-19.jpg)