Kerumunan di The Kitchen Of Asia, Gubernur Edy Rahmayadi Ingatkan Pemko Medan
"Akan diperpanjang, sampai bisa kita kendalikan. Karena di Medan sendiri masih 15 ribu kasus terkonfirmasi. Jadi belum bisa kita kendalikan," tegasnya
Penulis: Arjuna Bakkara |
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Kesawan City Walk yang telah beroperasi lebih kurang satu bulan dan telah mengundang kerumunan, mendapat tanggapan dari Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.
Sebagimana, pada Sabtu (17/4/2021) malam kemarin, jumlah pengunjung yang hadir terbilang sangat banyak.
Otomatis penerapan pencegahan Covid-19 untuk menjaga jarak dan tidak berkerumun tidak bisa terhindarkan.
Atas hal itu, Edy Rahmayadi akan meminta pertanggungjawaban Pemerintah Kota (Pemko) Medan terkait beroperasionalnya Kesawan City Walk (KCW) dan diketahui telah mengundang kerumunan juga melewati jam operasional ketentuan PPKM yang diberlakukan Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu).
"Hari ini dirapatkan dengan Kota Medan terkait hal itu. Akan kita pertanyakan kenapa (bisa terjadi). Tentu penyelenggaranya harus bertangung jawab. Aturan itu dibuat untuk dipatuhi," ucap Edy kepada wartawan, Senin (19/4/2021).
Edy juga menegaskan, PPKM Mikro masih terus diperpanjang di Sumut, karena Covid-19 belum bisa dikendalikan, termasuk di ibu kota Sumut, Medan.
"Akan diperpanjang, sampai bisa kita kendalikan. Karena di Medan sendiri masih 15 ribu kasus terkonfirmasi. Jadi belum bisa kita kendalikan," tegasnya.
Edy juga mengungkapkan bahwa seluruh kepala daerah di kabupaten kota terus melakukan penyekatan-penyekatan di daerah yang terdampak atau zona merah.
"Saya tetap mengingatkan kepada unsur-usur bawahan saya, terkhusus kepada kabupaten dan kota, camat sampai ke kepala desa, bahwa Covid-19 belum berakhir. Untuk itu harus tetap waspadai. Kita jaga. Satu-satunya obat Covid adalah protokol kesehatan menggunakan masker, cuci tangan, dan atur jarak," ungkapnya.
Edy juga meminta maaf kepada seluruh warga Sumut, yang dengan pemberlakukan PPKM terbatas ruang geraknya.
"Minta maaf kepada seluruh masyarakat dengan kegiatan ini pastinya rakyat kurang nyaman dalam beribadah di bulan Ramadan, dalam mencari kehidupan. Tetapi ini harus kita lakukan karena untuk menyelamatkan," pintanya.
"Kami akan terapkan kembali edukasi tentang protokol kesehatan. Mungkin mayarakat sudah jenuh, satu tahun dua bulan mengalami hal ini, rakyat perlu mencari nafkah," sambung Edy Rahmayadi.
Seperti diketahui, KCW diresmikan Wali Kota Medan, Bobby Nasution pada 28 Maret 2021 di tengah pandemi Covid. KCW menjadi salah satu program prioritas Bobby sejak terpilih menjadi orang nomor satu di Medan.
Bobby berharap KCW menjadi "The Kitchen of Asia", dimana memadukan dua potensi yaitu antara kelezatan dan atraktivitas penyajian kuliner dengan nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalam beragam bangunan tua di sana di Kesawan.
Namun, kemudian dalam praktek di lapangan, penyelenggara kurang mengantisipasi, masyarakat terlihat berkumpul dan mengundang kerumunanan.
Bahkan sebagian yang berkunjung ke KCW tidak menggunakan masker.
Selain itu, data pasien Covid-19 periode Sabtu, 10 April hingga Sabtu, 17 april 2021 masih terus mengalami peningkatan. Kota Medan sendiri masih masuk zona merah.
Dilansir dari akun resmi Instagram Humas Pemko Medan, dalam seminggu ada 235 kasus terkonfirmasi Covid-19 yang bertambah. Warga meninggal ada 8 orang dan sembuh 310 orang.
Secara keseluruhan jumlah kasus Covid di Medan hingga Sabtu (17/4/2021), tercatat ada 14.942 positif, dengan sembuh 13.625 dan meninggal 486.
(Jun-tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/suasana-kesawan-city-walk-sabtu-malam.jpg)