BENARKAH Ibu yang Baru Melahirkan Tak Boleh Mandi 40 Hari? Simak Fakta-faktanya Berikut
Ketika sedang hamil, Ibu ingin membuat pilihan yang tepat untuk memastikan janin berkembang dengan baik di dalam rahim.
Benarkah Ibu yang Baru Melahirkan Tak Boleh Mandi 40 Hari? Simak Fakta-faktanya Berikut Ini.
TRIBUN-MEDAN.COM - Istri Hamil? Bahagia pastinya.
Tapi bisa bikin pasangan suami istri bingung, karena banyaknya pantangan.
Di antaranya; Jangan main dengan kucing lah, Jangan makan durian, Jangan mandi selama 40 hari setelah melahirkan, dan lainnya.
Tetapi yang paling penting mungkin, jangan percaya setiap hal yang Ibu dengar.
Ketika sedang hamil, Ibu ingin membuat pilihan yang tepat untuk memastikan janin berkembang dengan baik di dalam rahim.
Hal ini mungkin menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika ini pengalaman pertama si Ibu menjalani kehamilan.
Sedangkan saran dan komentar dari keluarga dan teman-teman kerapkali bertentangan dan membingungkan.
Siapa yang harus Ibu percaya?
Tenang, Bu, coba simak penjelasan Dr. Fong Kah Leng, dokter kandungan di Sincere Medical Specialist Centre, Novena Specialist Centre, Singapura, yang bisa menjawab kegalauan Ibu:
1. Jangan pergi ke kebun binatang atau melihat binatang, nanti bayi Ibu akan mirip mereka!
Ibu hamil dilarang menatap ikan mas koki, kalau tidak bayi Ibu nanti akan memiliki mata yang menonjol atau belok.
Juga jangan terlalu banyak melihat monyet, kalau tak mau bayi jadi terlihat seperti monyet!
Fakta: Duh, kasihan banget ya si kecil.
Masa disamakan dengan monyet hanya karena Ibu jalan-jalan ke kebun binatang?
Mengenai hal ini Dr Fong berkomentar singkat: “Penampilan bayi tergantung genetik.” Itu saja.
2. Bayi kembar memiliki kekuatan telepati
Bayi kembar memiliki ikatan yang kuat, karena mereka tumbuh bersama di dalam rahim.
Mereka tahu apa yang kembarannya pikirkan dan rasakan.
Mereka juga bisa merasakan jika saudaranya sedang dalam kesusahan.
Fakta: Dr. Fong mengatakan, “Sampai saat ini, belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan adanya hubungan telepati antara anak kembar, dan hal ini tidak dapat dipercaya begitu saja."
Anak kembar memang menunjukkan kemampuan luar biasa untuk mengetahui apa yang dipikirkan satu sama lain.
Tetapi mereka yang telah memelajari tentang perilaku saudara kembar percaya bahwa hal ini adalah hasil dari hubungan yang erat satu sama lain untuk jangka waktu yang lama.
Jadi telepati si kembar tidak lebih baik daripada saudara kandung yang telah dibesarkan bersama-sama.
3. Renovasi akan menyebabkan bayi cacat
Jangan memasang paku di sekitar rumah, jangan menjahit apa pun saat duduk di tempat tidur ketika ada seorang perempuan hamil di rumah, dan jangan memotong sesuatu di tempat tidur selama kehamilan, atau bayi Ibu akan memiliki bekas potongan pada wajah atau tubuhnya.
Fakta: Menurut Dr. Fong, di Amerika Utara, banyak calon ibu menghias dan melengkapi kamar bayi selama kehamilan mereka.
Sebagian besar bayi mereka ternyata baik-baik saja.
Yang perlu diingat, ibu hamil sebaiknya tidak membawa barang berat dan berolahraga berlebihan, terutama pada trimester pertama.
Ilustrasi wanita akan melahirkan. (freepik)
4. Persalinan anak kedua selalu lebih cepat
Seorang ibu yang mengalami proses persalinan selama 14 jam saat hamil anak pertama, ternyata hanya membutuhkan kurang dari lima jam untuk persalinan anak kedua.
Jika nanti hamil anak ketiga, apakah persalinan akan lebih singkat lagi?
Fakta: Melahirkan anak kedua dan selanjutnya, niscaya akan lebih cepat daripada yang pertama.
Namun apakah prosesnya akan lebih mudah atau tidak, sulit untuk mengatakannya.
Hal ini tergantung pada posisi dan kondisi fisik bayi dan masalah apa pun yang memengaruhi kesehatan seseorang.
Sekali lagi, setiap kehamilan dan persalinan akan berbeda.
5. Jangan mandi selama 40 hari setelah melahirkan
Setelah melahirkan, seorang ibu baru tidak boleh mandi.
Dan karena ibu baru dianggap kotor atau tidak baik, beberapa orangtua tidak membiarkan anak-anak mereka mengunjungi ibu baru, bayi yang baru lahir, atau bahkan mengonsumsi kue dan kue kering untuk perayaan bulan pertama sang bayi.
Fakta: Dr. Fong mengatakan, “Tak masalah mandi setelah melahirkan.
Selain menjaga kenyamanan pribadi, mandi teratur membantu mencegah infeksi kulit dan luka.
Namun, ibu tidak harus mandi dengan air dingin.
Dia juga harus mengeringkan tubuhnya segera setelah mandi untuk mencegah paparan udara dingin.”
6. Epidural itu berbahaya
Dalam film What to Expect When You’re Expecting, seorang ibu hamil ditanya apakah akan memakai proses epidural.
Sang ibu menjawab, “Apakah aku terlihat seperti seseorang yang ingin bayinya mabuk?”
Beberapa calon orangtua cenderung khawatir bahwa menyuntikkan bahan kimia ke dalam tubuh selama persalinan akan memiliki efek negatif pada bayi.
Fakta: Pada kenyataannya, epidural sangat aman untuk sebagian besar pasien. Komplikasi mungkin saja terjadi, dan dapat berkisar dari jangka pendek ke jangka panjang atau yang mengancam jiwa.
Efek samping yang paling umum adalah hipotensi, yaitu penurunan tekanan darah ibu yang dapat memengaruhi bayi.
Hal ini lebih banyak terjadi pada penggunaan obat-obatan dengan dosis yang lebih tinggi.
Dengan pengobatan, hipotensi tidak memiliki konsekuensi untuk ibu atau bayi. Efek samping lain yang relatif umum dan dapat diobati adalah mual, yang dialami sekitar 20 sampai 30 persen dari perempuan yang menerima epidural; dan gatal, yang dialami sekitar 30 sampai 50 persen.
Kemungkinan lain adalah ibu akan mengalami demam jika epidural dilakukan selama sekitar enam jam atau lebih.
Hal ini dapat menyebabkan tes diagnostik dan, kadang-kadang, antibiotik untuk ibu dan anak.
Komplikasi yang lebih jarang adalah sakit kepala.
Hal ini terjadi pada kurang dari 1 persen pasien, tetapi dapat berlangsung selama beberapa hari dan sangat tidak nyaman.
Risiko langka lainnya termasuk infeksi, perdarahan, dan kerusakan saraf di dekat tempat injeksi diberikan.
Jika obat ini sengaja disuntikkan ke dalam aliran darah, hal ini dapat memperlambat pernapasan, kejang, atau bahkan kematian.
Ikatan ibu dan bayi dalam dua jam pertama setelah kelahiran sangat penting
Penting bagi ibu untuk menyusui dan memulai ikatan dengan bayi segera setelah melahirkan.
Fakta: “Ikatan mengacu pada kasih sayang khusus yang terbentuk antara ibu, ayah, dan bayi baru mereka. Kadang-kadang, ikatan tersebut segera terjadi. Kadang, ikatan dengan bayi membutuhkan waktu lebih lama," ujar Dr. Fong.
Studi menemukan, sekitar 20 persen dari ibu dan ayah baru merasakan adanya keterikatan emosional pada bayi mereka berjam-jam setelah melahirkan.
Kadang-kadang, dibutuhkan beberapa minggu atau bahkan berbulan-bulan untuk merasakan keterikatan tersebut.
(*)
Artikel ini telah tayang sebelumnya dilansir dari Nikita.Id dengan judul:Ibu Hamil Tak Boleh Mandi 40 Hari Setelah Melahirkan?