Camat Medan Marelan Ungkap Penyebab Sungai Bedera Menghitam

"Dengan dukungan yang dilakukan masyarakat, kami optimis persoalan sampah di Sungai Bedera dapat diatasi," katanya.

Rechtin / Tribun Medan
Nelayan yang sedang menyusun perahu di bawah jembatan yang melintasi Sungai Bederah, Jalan Kapten Rahmad Buddin, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kamis (24/3/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Sungai Bedera tepatnya yang mengalir di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan beberapa waktu lalu dikabarkan banyak sampah dan menghitam.

Berdasarkan keterangan warga, warna sungai yang menghitam adalah karena limbah yang berasal dari hulu Sungai Bedera.

Menyikapi limbah yang menyebabkan air Sungai Bedera menjadi hitam, Camat Medan Marelan Muhammag Yunus mengatakan, mereka telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan maupun Provinsi Sumut.

Sebab, penanganan limbah ini harus melibatkan banyak pihak, sehingga penanganan yang dilakukan benar-benar efektif.

“Kami sudah melakukan penelusuran, ternyata tidak ada limbah sampah di wilayah Medan Marelan yang menyebabkan air Sungai Bedera menghitam. Ditengarai, pemicunya akibat limbah sampah yang mengalir dari hulu, sehingga mencemari aliran sungai di kawasan Medan Marelan yang merupakan hilir,” ujar Yunus, Rabu (14/4/2021).

Persoalan air sungai yang menghitam, jelas Yunus, telah difasilitasi DLH Provinsi Sumut, termasuk Kota Medan untuk ditangani bersama. Hasilnya, katanya, sudah ada tindaklanjut langsung dari Pemkab Deli Serdang untuk membersihkan lokasi-lokasi tempat sampah liar yang mencemari air Sungai Bedera.

"Sampah yang dibersihkan itu didominasi sampah rumah tangga. Kemungkinan ada oknum yang sengaja membuang sampah rumah tangga tersebut ke Sungai Bedera yang melintasi wilayah Medan Marelan," katanya.

Selanjutnya, kata Yunus, pascadilakukan pembersihan, jajarannya terus melakukan pengawasan dan rutin menggelar gotong royong, sehingga kebersihan Sungai Bedera tetap terjaga. Di samping itu, mereka juga terus membangun kolaborasi dengan semua pihak untuk menjaga kebersihan Sungai Bedera. 

“Kemarin, kita berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumut dan melaksanakan gotong royong gabungan antara Pemko Medan dan Pemkab Deli Serdang untuk menjaga kebersihan Sungai Bedera,” kata Yunus. 

Yunus berharap masyarakat mendukung kebersihan Sungai Bedera dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke dalam Sungai Bedera.

"Dengan dukungan yang dilakukan masyarakat, kami optimis persoalan sampah di Sungai Bedera dapat diatasi," katanya.

Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan setiap camat wajib membagi petugasnya untuk melakukan pembersihan drainase setiap harinya sebagai upaya  pencegahan terjadinya banjir.

“Saya minta camat untuk mengerahkan seluruh petugas penanganan prasaran dan sarana umum (P3SU) untuk membersihkan drainase  di wilayhnya masing-masing setiap harinya. Hitung berapa panjang drainase yang dibersihkan, sehingga pembersihan yang dilakukan terukur,” kata Bobby dalam Acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Camat dengan Wali Kota di Balai Kota, Rabu (14/4/2021).

(cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved