Berikut Menu Sahur yang Praktis dan Bergizi, Juga Jangan Lupakan Asupan Susu Selama Puasa
Sahur merupakan waktu makan yang menopang tubuh sepanjang hari selama puasa.
TRIBUN-MEDAN.COM - Sahur merupakan waktu makan yang menopang tubuh sepanjang hari selama puasa.
Itu sebabnya kita perlu memperhatikan apa yang dikonsumsi sehingga kita tetap fokus, berenergi dan terhidrasi saat berpuasa.
Menu sahur memang tidak perlu mewah, namun bisa memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Ini berarti mengandung karbohidrat kompleks, protein, vitamin, dan mineral.
Makanan yang berasal dari kelompok biji-bijian dan serat utuh merupakan sumber karbohidrat dan serat yang baik.
Contohnya adalah oat, roti gandum, beras merah, atau pun quinoa.
Protein juga harus kita asup saat sahur untuk mencegah perut gampang lapar yang membuat kita kurang bersemangat saat beraktivitas.
Sumber protein yang direkomendasikan misalnya daging, telur, ikan, tempe, atau tahu.
Buah-buahan yang mengandung antioksidan, vitamin, mineral, dan air seperti semangka, melon, jeruk.
ILUSTRASI (Thinkstockphotos)
Dilansir dari Kompas.com yang berjudul:Menu Sahur untuk Jaga Energi Saat Puasa, Berikut ide menu sahur yang praktis dan bergizi lengkap:
1. Oats dengan buah-buahan dan susu
Kamu bisa mencoba mengolah oats dengan menambahkannya dengan susu vanila favorit.
Setelah akan disajikan, oats yang sudah matang bersama susu itu bisa dimakan dengan buah-buahan segar dan tambahkan dengan bubuk protein.
2. Roti gandum isi
Roti gandum tak selamanya hanya bisa dimakan dengan selai favorit.
Kamu juga bisa mengolahnya menjadi roti isi.
Lengkapi dengan daging dan butter, serta sayuran.
3. Tumisan
Menumis merupakan cara memasak yang praktis, cepat, dan tidak membuang banyak nutrisi di dalamnya.
4. Rice bowl
Selain nasi, kita bisa menggunakan berbagai protein di atasnya. Misalnya saja bola-bola daging, salmon yang ditumis sebentar dengan minyak zaitun, atau pun ayam teriyaki.
Ilustrasi minum susu (Foxnews)
5. Jangan Lupakan Asupan Susu Selama Puasa, Mengapa?
Selama bulan Ramadhan, saat waktu berbuka tiba, tentu ada dorongan besar untuk langsung menikmati hidangan utama demi melepaskan rasa haus dan lapar.
Namun, mungkin kita kerap melewatkan --atau makan lebih sedikit, produk susu di antara daftar menu makanan kita.
Tentu saja kecuali jika kita memang sedang menghindarinya.
Produk susu antara lain adalah susu, yogurt, keju, dan kefir. Asupan susu harian yang direkomendasikan adalah tiga porsi.
Contohnya, bisa satu cangkir susu, satu cangkir yogurt, atau 30 grm keju.
Mengapa susu?
Produk susu mengandung vitamin dan mineral penting termasuk fosfor, potasium, protein dan kalsium.
Asupan ini menjadi jalan termudah, tercepat, dan paling bioavailable untuk mendapatkan kalsium yang direkomendasikan setiap hari bagi tubuh.
Secangkir susu mengandung 243 mg kalsium yang mudah diserap oleh tubuh.
Sekitar 30-40 persen kalsium dalam susu dan keju bisa diserap.
Kandungan kalsium dalam jenis makanan lain seperti sayuran hijau gelap, khususnya secangkir bayam yang dimasak, adalah 115 mg.
Namun, hanya lima persen kalsium bayam yang diserap karena bayam mengandung proporsi oksalat dan fitat yang tinggi, yang mengikat kalsium, sehingga menjadi berkurang.
Inilah alasan mengapa produk susu atau makanan yang diperkaya sebagai sumber kalsium menjadi amat direkomendasikan.
Kale, selada air, kacang dan tahu adalah sumber kalsium lainnya.
Nah, tips bagi kamu yang tidak toleran terhadap laktosa adalah memilih keju keras.
Sebab, keju keras memiliki sangat sedikit -atau bahkan, tanpa laktosa.
Lalu, bisa pula dengan yogurt yang memiliki kandungan probiotik yang membantu pencernaan.
Kamu pun bisa memilih susu bebas laktosa atau susu "non-susu" seperti kedelai, kelapa, almond, oat, beras, rami. Belilah yang diperkaya dengan kalsium.
(*/Tribunmedan.id/ Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-makan-sahur_12062018_20180612_174406.jpg)