Pertunjukan Tari Tradisional di Atas Danau Toba, Tampil Dua Seminggu Dua Kali di Atas Kapal Feri

Pertunjukan yang kerap sekali tampil seminggu dua kali di atas kapal feri penyeberangan Ajibata ke Samosir.

Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/AQMARUL AKHYAR
Sanggar Dolok Sipiak Parapat, Menampilkan Tarian Tradisional Adat batak di atas Kapal Feri Penyeberangan Pulau Samosir 

Pertunjukan Tari Tradisional di Atas Danau Toba, Tampil Dua Seminggu Dua Kali di Atas Kapal Feri

TRIBUN-MEDAN-TRAVEL.com - Berbicara Destinasi Wisata Danau Toba, tak terlepas dari manusia, alam dan budayanya. Bahkan hal ini yang tak bisa terpisahkan, ketika menjamah keindahan Danau Toba.

Ketiga poin itu merupakan satu kesatuan yang membuat Danau Toba menjadi surga kecil di Indonesia.

Dari ketiga poin itu, selaku dapat dinikmati di Danau Toba.

Salah satunya, menikmati unsur budayanya melalui pertunjukan seni tari di atas Danau Toba.

Pertunjukan yang kerap sekali tampil seminggu dua kali di atas kapal feri penyeberangan Ajibata ke Samosir.

Begitu juga penyeberangan sebaliknya.

"Ya bener, Sanggar Dolok Sipiak Parapat sering tampil di atas Danau Toba teoatnya di atas kapal feri Penyeberangan. Jadi, banyak ruang yang bisa diisi untuk dipertunjukkan, bahwa kita punya seni budaya yang indah untuk ditampilkan," tutur Pendiri Sanggar Dolok Sipiak Parapat, Corry Pandjaitan, Sabtu (6/3/2021).

Pertunjukan yang kerap sekali tampil seminggu dua kali di atas kapal feri
Pertunjukan yang kerap sekali tampil seminggu dua kali di atas kapal feri (TRIBUN MEDAN/ AQMARUL AKHYAR)

Tarian yang memakai baju adat Batak Toba memang sangat memukau sepasang mata pengunjung. Tak hanya itu saja, pengunjung maupun wistawan juga ikut mengehentakan kaki mengikuti irama tarian yang ditampilkan. Penyeberangan itu pun semakin indah dengan adanya pertunjukkan tersebut.

Corry Pandjaitan mengatakan, inisiator kegiatan pertunjukkan seni tari di kapal feri ini adalah dirinya. Hal ini tentunya
untuk memperkenalkan keindahan Danau Tiba melalui budaya. Ia juga menjelaskan setelah Ihan Batak diresmikan, kami coba hadir di sana di dalam kapal Ihan Batak.

"Ini semua juga atas ijin kepala ASDP di sana. Kami manortor disitu tanpa dibayar oleh ASDP (pihak kapal). Hanya saja, ada saja penumpang yang nyawer anak-anak. Bahkan penumpang biasanya ikut manortor," ujarnya.

Sambungnya menjelaskan tarian Tortor kami variatif, ada dari Toba, Simalungun, Karo. Bahkan kadang tari melayu, padang. Hal itu tergantung kondisi dan permintaan penumpang. Lanjutnya menyampaikan sebelum Covid19, Kami rutin Sabtu dan Minggu menari di kapal.

Sanggar Dolok Sipiak Parapat, Menampilkan Tarian Tradisional Adat batak di atas Kapal Feri Penyeberangan Pulau Samosir
Sanggar Dolok Sipiak Parapat, Menampilkan Tarian Tradisional Adat batak di atas Kapal Feri Penyeberangan Pulau Samosir (TRIBUN MEDAN/AQMARUL AKHYAR)

"Tapi setelah pandemi covid19 sempat terhenti, tapi sekarang sejak juli 2020 tetap sabtu - minggu atau bahkan tergantung Ihan Kapal (base on request dari kapal)," ucapnya.

Dalam hal ini, sebagai pendiri sanggar dan mewakili pelaku seni ia brharapan Sanggar Dolok Sipiak agar kiranya para seniman lokal lebih diperhatikan. Tak lain diberi kesempatan mengisi ruang kosong seni budaya. Kami menari bukan karena uang, uang adalah hal kedua (akan mengikut).

"Tapi kami manortor karena kecintaan kami dengan tortor Batak dan budaya Batak. Semoga banyak ruang diberi kepada kami untuk mengenalkannya," pungkasnya.

(cr22/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved