Liga Inggris

Frank Lampard Dipecat Chelsea, Mourinho Sebut Brutal, Guardiola: Manajer Harus Menang

 Pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho, turut buka suara terkait pemecatan Frank Lampard dari kursi nakhoda Chelsea.

TWITTER.COM/THEEUROPEANLAD
Terdapat momen perkelahian antara pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho dan pelatih Chelsea, Frank Lampard saat kedua tim bertemu di babak 16 besar Piala Liga Inggris, Rabu (30/9/2020) dini hari WIB. 

TRIBUN-MEDAN.com - Pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho, turut buka suara terkait pemecatan Frank Lampard dari kursi nakhoda Chelsea.

Menurut Jose Mourinho, pemecatan Lampard adalah contoh dari kejamnya dunia sepak bola modern.

"Ini adalah sisi brutal dari sepak bola, terutama sepak bola modern," tutur pria asal Portugal itu seperti dikutip dari Standard.

"Jadi, ketika Anda menjadi pelatih, Anda tahu bahwa cepat atau lambat itu (pemecatan) akan terjadi," kata Mourinho menambahkan.

Baca juga: McGregor Banyak Cakap dan Alasan Kalah dari Poirier, Dihajar Kritik dan Dianggap Lemah

Frank Lampard kehilangan pekerjaannya sebagai pelatih Chelsea setelah dua tahun menjabat.

Eks gelandang timnas Inggris itu resmi di-PHK pada Senin (25/1/2021) menyusul rentetan hasil buruk yang diderita Chelsea.

Di Liga Inggris musim 2020-2021, The Blues terdampar di posisi kesembilan klasemen seusai melewati 19 pertandingan.

Lebih lanjut, Mourinho turut berduka atas kejadian yang menimpa Lampard.

Mou mengerti betul perasaan mantan anak asuhnya tersebut karena dia juga pernah mengalami pemecatan di Chelsea, bahkan sampai dua kali.

Dia bertugas di Stamford Bridge selama dua periode (2004–2007 dan 2013-2015) dengan menghasilkan total delapan gelar.

Baca juga: Usai Dipecat Chelsea, Frank Lampard Kirim Pesan Menohok, Dua Pelatih Miskin Gelar

"Saya selalu sedih saat rekan seprofesi kehilangan pekerjaan dan Lampard bukan sekadar teman, melainkan orang penting dalam karier saya. Jadi, saya turut bersedih," ucap Mourinho.

Lampard sendiri merupakan pemain andalan Mourinho semasa keduanya bekerjasama di Chelsea sebagai pemain dan pelatih.

Dia jadi pemain ketiga yang paling sering diturunkan di sepanjang karier kepelatihan Mou, yakni 215 kali.

Jumlah penampilan Lampard di bawah komando Mourinho cuma kalah dari Ricardo Carvalho (292) dan John Terry (266).

Pep Guardiola Sebut Ngerinya Jadi Pelatih Liga Inggris

Sementara Pep Guardiola mengungkap betapa ngerinya jadi pelatih di Liga Inggris usai Frank Lamparddipecat oleh Chelsea.

Frank Lampard akhirnya harus terpaksa kehilangan pekerjaannya sebagai pelatih Chelsea.

Lampard harus kehilangan jabatannya sebagai pelatih setelah Chelsea gagal bersinar di Liga Inggris 2020-2021.

Saat ini, Chelsea terdiam di posisi kesembilan klasemen sementara Liga Inggris 2020-2021.

The Blues hanya mengoleksi 29 poin dari 19 laga yang sudah mereka lakoni di Liga Inggris musim ini.

Baca juga: Prediksi Inter Milan Vs AC Milan, Calhanoglu Absen, Nerazzurri Berpeluang Nambah Luka Rossoneri

Padahal, sebenarnya, Lampard masih mampu membuat Chelsea berbicara banyak di ajang Piala FA dan Liga Champions.

Namun, penampilan buruk Chelsea di Liga Inggris 2020-2021 menjadi alasan utama Lampard dipecat.

Belum lagi, Lampard telah menghabiskan uang mencapai 247,20 juta euro atau sekitar Rp4,23 triliun untuk belanja pemain.

Bahkan, pemain-pemain yang didatangkan Chelsea tidak main-main, yakni sekelas Hakim Ziyech, Timo Werner, Kai Havertz, Ben Chilwell, dan Edouard Mendy.

Lampard juga kedatangan bek tengah tangguh asal Brasil, Thiago Silva, dengan status bebas transfer. 

Akan tetapi, banyaknya pemain yang datang itu tidak lantas membuat Chelsea hebat di Liga Inggris 2020-2021.

Alasan tersebut yang membuat pria asal Inggris itu dipecat oleh Chelsea dari kursi kepelatihan.

Dilansir Goal International, manajer Manchester City, Pep Guardiola, memberikan dukungannya untuk Lampard.

Di sisi lain, Guardiola juga menyampaikan betapa ngerinya menjadi pelatih di Liga Inggris.

Pelatih klub mana pun di Liga Inggris akan dituntut untuk selalu menang dalam setiap pertandingan.

Baca juga: LIVE Streaming West Brom Vs Man City Liga Inggris, Pujian Guardiola Juluki Allardice Pelatih Junius

Bahkan, Guardiola menyebut pelatih tidak diberikan kesempatan untuk berinovasi soal proyek atau ide baru.

Pelatih asal Spanyol itu juga mengatakan pelatih tidak akan dipecat selama terus menang, meskipun tidak memiliki inovasi dan proyek baru.

"Manajer tua dan muda, di sini Anda harus menang," kata Guardiola.

"Orang-orang berbicara tentang proyek dan ide, tetapi itu tidak ada. Anda harus menang, jika tidak, Anda akan dipecat."

"Saya menghormati keputusan dari Chelsea, tentu saja, tetapi dukungan untuk Frank dan mudah-mudahan saya bisa melihatnya segera. Sehingga, saat lockdown akan selesai, saya bisa pergi ke restoran untuk menemuinya lagi." 

"Dia ditunjuk di tim seperti Chelsea setelah pekerjaan bagus yang dia lakukan di Derby County, orang-orang ini pantas mendapatkannya."

"Namun, kami bergantung pada hasil, bukan cara kami bermain, bukan tentang filosofi atau hal-hal semacam ini atau proyek."

"Anda harus mendapatkan hasil. Jika tidak, Anda akan digantikan oleh manajer lain," tutur Guardiola melanjutkan.

Posisi Lampard di kursi kepelatihan Chelsea nantinya akan digantikan oleh mantan pelatih Paris Saint-Germain, Thomas Tuchel.

Artikel Ini Sebagian Tayang di BolaSport.com dengan Link https://www.bolasport.com/read/312527039/frank-lampard-dipecat-jose-mourinho-ini-brutal?page=all

Sumber: BolaSport.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved