Cerita Pemudik dari Batam Duplikasi Surat Rapid Test Antigen Pakai Photoshop saat Mudik ke Medan

"Deg-degan takut sudah pasti lah, tapi ternyata bisa lolos. Mungkin dari suami juga yang bisa detail karena anak IT juga," kata Lia.

Kartika / Tribun Medan
Suasana para penumpang saat check di salah satu maskapai di Bandara Kualanamu, Selasa (5/1/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com - Surat Rapid Tes Antigen kini menjadi primadona bagi penumpang pesawat yang menjadi syarat untuk melakukan penerbangan. 

Namun ternyata, surat yang membuktikan hasil reaktif dan nonreaktif indikasi Covid-19 ini dapat dimanipulasi oleh para penumpang nakal untuk dapat berangkat tanpa harus melakukan tes secara langsung. 

Berdasarkan penelusuran, Tribun Medan berhasil mewawancarai Lia (nama samaran), penumpang asal Batam yang menggunakan hasil rapid test palsu untuk mudik ke Medan. 

Lia mengungkapkan berangkat dengan suami dan anaknya, ia menggunakan dua Rapid Test dengan menduplikat hasil Rapid Test Antigen asli milik suaminya melalui photoshop.

"Jadi yang tes itu hanya suami saja dan dia hasilnya negatif. Jadi kita buat lagi dua untuk saya sama anak dengan kita scan hasilnya itu pakai Photoshop," ungkap Lia kepada Tribun Medan, Selasa (5/1/2021).

Lanjutnya, Lia menuturkan bahwa ia terpaksa menduplikat hasil lantaran tidak berani untuk melakukan tes secara langsung dan mengaku punya keperluan mendesak.

"Gak berani karena lewat hidung itu dan kebetulan lagi ada sinus tapi memang harus ke Medan untuk jenguk ibu lagi sakit parah jadi ya nekat buat itu (surat)," ujarnya.

Nekat membuat hasil tes palsu tentu menjadi ketakutan tersendiri saat harus melewati pemeriksaan di bandara. Lia juga bercerita dirinya sempat berkeringat saat melewati hasil tes.

"Deg-degan takut sudah pasti lah, tapi ternyata bisa lolos. Mungkin dari suami juga yang bisa detail karena anak IT juga," kata Lia.

Namun begitu, Lia tak lantas mengabaikan kesehatannya. Sesampai di Medan, Lia melakukan tes Rapid melalui darah di sebuah rumah sakit swasta di Medan.

Ia juga mengatakan akan mencoba memberanikan diri untuk melakukan Rapid Test Antigen untuk kembali ke Batam.

"Tapi sampai disini kita langsung rapid test yang lewat jari itu dan syukurnya nonreaktif. Nanti sepulang dari sinilah kita ada niatan mau coba yang dari hidung beranikan diri. Gak lagi lah kayak gitu, karena itukan urgent lihat ibu dan kondisi juga gak stabil," pungkasnya.

Saat diminta untuk menunjukkan surat Rapid Test Antigen yang ia duplikasi, Lia enggan untuk menunjukkannya. Selain itu, Lia juga tidak berkenan untuk memberitahu kapan ia akan pulang ke Batam. 

"Maaf ya, saya tidak bisa memberitahukannya," tutupnya.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved