JOKOWI Copot Terawan dari Menteri Kesehatan, Penggantinya Mantan Dirut Inalum, Bukan Dokter !

Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto diganti. Adapun penggantinya adalah Budi Gunadi Sadikin, mantan Dirut Inalum.

Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi 

TRIBUN-MEDAN.COM - MANTAN Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharin atau Risma diangkat Presiden Joko Widodo sebagai menteri sosial.

Selain itu, Sandiaga Uno masuk kabinet Indonesia Maju. 

"Tri Rismaharani diangkat sebagai mentri sosial," ujar Jokowi saat mengumumkan kabinet terbarunya, Selasa (22/12/2020). 

Sementara itu, Sandiaga Uno, pengusaha kaya sekaligus mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta diangkat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 

Sandiaga Uno gantikan posisi Wishnutama

Tidak hanya itu, Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto diganti. 

Adapun penggantinya adalah Budi Gunadi Sadikin, mantan Dirut Inalum.

Berikut pernyataan lengkap Jokowi saat mengumumkan nama-nama menteri baru:

Saya perkenalkan satu persatu,

1. Tririsma Harini,

Tri Risma Harini, Wali Kota Surabaya dan saat ini Bu Trisma Harini akan kita berikan tanggungjawab untuk menjadi Menteri Sosial.

2. Sandiaga Uno

Saat ini beliau akan kita berikan tanggungjawab Kemneterian pariwasata dan perekonomian kreatif.

3. Budi Gunadi Sadikin

Dirut Bank Mandiri kemudian menjadi Dirut PT Asahan Alumuniium dan Wakil Menteri BUMN, dan Sekarang kita berikan tanggungjawab untuk memimpin Kementerian Kesehatan.

4. Yahya Cholil

Beliau tokoh muslim, ketua PP GP Anshor dan akan kita berikan tanggujawb sebagai Menteri Agama.

5. Satrio Wahyu Trenggono

Sekarang ini memagang jabatan Wakil Menteri Pertahanan dan akan kita berikan taggungjawab Menteri Kelautan dan Perikananan.

6. Moh Luthfi

Sebelumnya kepala BKPM, Menteri Perdagangan, Dubes RI untuk Jepang dan terakhir Dubes ri untuk AS, dan sekarang Kementerian Perdagangan.

"Pelantikan akan berlangsung besok pagi," kata Jokowi.

Sosok Budi Gunadi Sadikin

Sebelum diumumkan secara resmi oleh Presiden Jokowi, nama Budi Gunadi Sadikin sudah digadang-gadang sebagai kandidat potensial menggeser posisi Menteri Kesehatan yang dijabat oleh Terawan Agus Putranto.

Hal ini salah satunya disampaikan oleh pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia, Pandu Riono melalui akun Twitter-nya @drpriono1, Minggu (20/12/2020).

"Budi Gunadi Sadikin punya visi & semangat atasi Pandemi secepatnya. Kesal pd kinerja kemenkes & Satgas. Budi layak jadi MENKES yg baru, ia punya cita2 16 juta vaksinasi dilakukan sebulan. Menkes tidak perlu dokter untuk mereformasi manajemen & sistem kesehatan publik yg lumpuh," tulis Pandu.

Sosok Budi memang bukan datang dari latar belakang dunia kedokteran atau kesehatan sebagaimana disampaikan Pandu.

Namun, namanya sebenarnya bukan pemain baru dalam jajaran pemerintahan.

Dalam Kabinet Indonesia Kerja Jilid II, Budi merupakan Wakil Menteri BUMN yang ditunjuk sejak 25 Oktober 2019, mendampingi Erick Thohir yang bertugas di posisi Menteri.

Di masa pandemi Covid-19, pria kelahiran Bogor, 6 Mei 1964 ini juga dipercaya menjadi Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (Satgas PEN).

Dalam menjalankan tugasnya, ia menegaskan aspek kesehatan ada di depan ekonomi, karena jika kesehatan membaik, maka ekonomi akan mengikuti.

"Nomor satu ini jelas, Pak Presiden jelas, bahwa yang di depan sektor kesehatan. Jadi kesehatan harus pulih dulu baru ekonomi, karena apapun yang kita lakukan, pandeminya pandemi kesehatan. Kita harus dorong itu (kesehatan) supaya pulih dulu, baru ekonomi menyusul," kata dia sebagaimana dikutip dari Kompas.com (1/10/2020).

Namun, siapakah sebenarnya sosok Budi Gunadi Sadikin ini?

Sosok Budi sebagaimana disebutkan di awal memang bukan datang dari dunia kesehatan.

Mengutip informasi di laman Kementerian BUMN, Budi merupakan seorang lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Ia menamatkan pendidikan sarjananya di Kampus Ganesha itu pada 1988 dengan mengambil Bidang Fisika Nuklir.

Ia juga mendapat sertifikasi sebagai Chartered Financial Consultat (CHFC) dan Chartered Life Underwriter (CLU) dari Singapore Insurance Institute pada 2004.

Perjalanan karier

Sebelum menjabat Wamen BUMN dan Ketua Satgas PEN, Budi pernah menduduki sejumlah posisi strategis.

Di antaranya sebagai Direktur Utama Bank Mandiri periode 2013-2016, ia purna tugas karena memang masa jabatannya habis dan selanjutnya digantikan oleh Kartika Wirjoatmodjo.

Rehat sejenak, Budi dipercaya menjadi staf khusus Menteri BUMN di masa Rini Soemarno selama setahun, dari 2016-2017.

Setelah itu, ia kembali ditugaskan untuk memimpin perusahaan negara, kali ini bukan di bidang keuangan.

Budi diminta untuk menjadi Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium ( Inalum) pada 2017-2019.

Di masa kepemimpinannya, Inalum berhasil memiliki 51 persen saham PT Freeport Indonesia.

Di saat yang sama, terbentuk pula holding BUMN pertambangan yang kini disebut MIND ID atau Mining Industry Indonesia.

Di tengah perjalannya menjadi Dirut Inalum, ia diminta mengisi posisi Wakil Menteri BUMN bersama dengan Kartika Wirjoatmodjo, yang dulu menjadi penerusnya di posisi Dirut Bank Mandiri.

Jauh sebelum jabatan-jabatan strategis itu diembannya, Budi memulai perjalanan kariernya di Jepang.

Mengutip Kompas.com (25/10/2019), ia memulai kariernya sebagai staf teknologi informasi di IBM Asia Pasifik yang berpusat di Tokyo Jepang.

Ia pun melanjutkan kariernya di IBM Indonesia hingga 1994 dengan menduduki sejumlah jabatan, terakhir sebagai Systems Integration & Professional Services Manager.

Setelah itu, ia mulai masuk ke dunia perbankan.

Di tahun yang sama ia masuk ke Bank Bali yang kini berubah nama menjadi Bank Permatahingga pada 1999.

Di sana ia sempat menduduki sejumlah jabatan, mulai dari General Manager Electronic Banking, Chief General Manager wilayah Jakarta, hinga Chief General Manager Human Resources.

Kemudian Budi kembali pindah ke lingkungan kerja baru, kali ini ia bergabung dengan ABN Amro Bank Indonesia hingga 2004 dengan jabatan terakhir sebagai Direktur Consumer Banking.

Masih dari dunia perbankan, Budi masuk ke Bank Danamon sebagai Executive Vice President Consumer Banking.

Sempat juga ia menjadi Direktur di Adira Quantum Multi Finance.

Hingga pada 2006, Budi bergabung ke Bank Mandiri dan posisinya belum langsung menjadi Direktur Utama, melainkan Direktur Mikro dan Retail Banking.

Prediksi M Qodari Tepat

Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari mengatakan reshuffle kabinet kemungkinan besar bisa terjadi dalam waktu dekat.

Namun, terkait kepastian siapa saja nama-nama yang beredar belakangan ini semua tergantung Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena bersifat politis.

"Kemungkinan bisa terjadi, karena reshuffle itu bukan ilmu pasti, itu bukan jurusan IPA, bukan jurusan fisika atau biologi, reshuffle itu jurusan IPS," kata Qodari dalam webinar bertajuk 'Reshuffle Berskala Besar', Selasa (22/12/2020).

"Karena yang namanya reshuffle kabinet bukan semata mata keputusan teknokratis tetapi juga keputusan politis," lanjutnya.

Qodari meyakini, ada sekitar enam pos kementerian yang kemungkinan bakal direshuffle oleh Presiden Jokowi.

"Dari sekian banyak versi yang beredar, Saya cenderung percaya ke versi yang 6 nama ketimbang yang 11 nama atau versi-versi yang lain," pungkas Qodari.

Beredar kabar sebanyak 6 nama disebut akan menduduki jabatan menteri dalam reshuffle ini.

Mereka adalah Budi Gunadi Sadikin menggantikan Menkes Terawan Agus Putranto.

Kemudian Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang akan menggantikan Juliari P. Batubara sebagai Menteri Sosial.

Lalu Khatib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf disebut akan menggantikan posisi Menag Fachrul Razi.

Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono dikabarkan akan mengisi posisi Menteri Kelautan dan Perikanan yang ditinggalkan Edhy Prabowo.

Selanjutnya, ada nama Dubes RI untuk Amerika Serikat, M. Lutfi yang disebut akan masuk menggantikan Agus Suparmanto sebagai Menteri Perdagangan.

Terakhir, ada nama mantan calon wakil presiden Sandiaga Uno yang akan menggantikan Wishnutama sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Risma Sudah di Jakarta

Kabar Risma akan menjadi salah satu menteri baru sudah santer saat ia dikabarkan sudah ada di Jakarta.

Informasi yang dihimpun Surya.co.id, tanda-tanda Risma jadi menteri mulai tampak.

Risma yang digadang-gadang menjadi Menteri Sosial dikabarkan tengah berada di Jakarta, Selasa (22/12/2020).

Diperkirakan Risma akan memenuhi panggilan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan hari ini.

Sumber internal di Pemkot Surabaya menyebut jika hari ini (22/12/2020) tidak ada kegiatan Risma di Surabaya.

Namun apakah Risma di Jakarta memenuhi panggilan Jokowi, hingga berita ini ditulis, pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya belum dapat dikonfirmasi.

Sejauh ini saat Risma dimintai komentar perihal isu namanya di bursa kursi menteri, dia memilih memberikan jawaban diplomatis.

Terhitung dua kali, Risma menanggapi hal itu kepada awak media.

Kali pertama saat Senin (14/12/2020) lalu. Saat itu Risma menjawab jika bakal mengikuti arahan dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Kalau pun ada tawaran untuk itu, Risma mengaku bakal istikharah terlebih dahulu.

"Ya nanti dilihat ya. Yang jelas belum, iki sopo seng ngomong," seloroh Risma saat itu.

Artikel ini sudah tayang di Tribunnews.com dengan judul  BREAKING NEWS: Jokowi Umumkan 6 Menteri Baru, Ada Risma, Sandiaga, hingga M Luthfi dan dari Kompas.com dengan judul "Mengenal Sosok Budi Gunadi Sadikin yang Disebut-sebut Potensial Geser Posisi Terawan"

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved