Sosok Rut Rumapea, Mahasiswa Unimed yang Sabet Juara 1 Lomba Keroncong Peksiminas Kemdikbud 2020

Mahasiswa Pendidikan Seni Musik Unimed, Rut Klara Panesa Rumapea berhasil menyabet juara 1 dalam ajang Peksiminas Kemdikbud RI VX Tahun 2020

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN / HO
Rut Klara Panesa Rumapea berhasil menyabet juara 1 dalam ajang Pekan Seni Mahasiswa Nasional Kemdikbud RI VX Tahun 2020 secara virtual. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Mahasiswa Pendidikan Seni Musik Unimed, Rut Klara Panesa Rumapea berhasil menyabet juara 1 dalam ajang Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) Kemdikbud RI VX Tahun 2020 secara virtual.

Rut turut mengungkapkan rasa syukurnya dan mengaku tidak percaya dapat meraih juara lantaran dirinya yang bukan berasal dari musik keroncong berasal.

"Tentunya perasaan Rut dapat meraih Juara 1 pada tangkai lomba Keroncong, sangat tidak terduga, karena melihat Gudang keroncong ada pada daerah Jawa. Namun ketika pengumuman juara 1 dari Universitas Negeri Medan, saya sangat senang dan tidak nyangka bisa menang," ungkap Rut kepada Tribun-Medan.com, Kamis (3/12/2020).

Rut sendiri mengakui dasar musiknya berada di aliran pop. Namun, dosennya yang sekaligus sebagai mayor vokal, Lamhot Sihombing mulai memperkenalkan musik keroncong hingga akhirnya ia tertarik untuk mendalaminya.

Ajang ini menjadi kali kedua bagi Rut untuk turut berpartisipasi setelah tahun 2018 gagal untuk meraih juara.

Berangkat dari kegagalannya ini, Rut akhirnya berusaha di tahun 2020 untuk dapat meraih juara.

"Saya bisa sampai pada tahap ini mungkin bisa dikatakan saya belajar dari pengalaman. Tahun 2018 saya tidak meraih nomor, namun karena masih adanya kesempatan pada saya untuk mengikuti tahun ini, saya lebih bekerja keras dan menampilkan terbaik sebisa saya, dan ternyata tanpa dugaan saya, saya mendapat juara," ujarnya.

Tentu saja, aliran musik keroncong bukanlah hal yang mudah untuk dipelajari. Rut yang terbiasa bernyanyi dengan vokal yang berpower harus melatih dengan bernyanyi secara mendayu.

"Untuk teknik yang paling susah saya rasa ada di pengendalian emosi saya dalam mengeluarkan power vokal. Dalam bernyanyi Keroncong, pembawaan kita haruslah halus dan mendayu.

Sementara saya biasa nyanyi pop, dengan full power. Tiba-tiba masuk ke genre keroncong, di situlah tantangan yang lumayan sulit saya rasa karena harus mengontrol power dan cengkok yang mendayu," kata Rut.

Ia menyadari musik keroncong belum begitu diminati anak muda.

Padahal, menurut Rut, aliran musik keroncong ini memiliki kesan mewah dan elegan.

"Saya merasakan penampilan musik keroncong itu sangat mewah dan elegan. Terkhusus pada body language pada si penyanyi, haruslah anggun dan ayu. Disitulah saya tertariknya pada genre ini. Karena melatih saya juga untuk dapat menyanyi dengan anggun dan ayu baik dalam ekspresi, body language dan vokal saya bernyanyi. Jadi saya merasa mendapat tantangan dengan warna yang baru," ujarnya.

Tambahnya, Rut berharap agar musik keroncong semakin diminati masyarakat luas terkhusus para anak muda agar kesenian musik Indonesia dapat tetap dilestarikan.

"Setelah mendapat gelar juara ini, saya berharap dapat memberikan pandangan baru terhadap anak muda sekeliling saya, beginilah musik keroncong dan saya mampu berkecimpung dalam genre ini walaupun saya berdarah batak Asli.

Artinya untuk melestarikan keroncong ini, tidak memandang dimana kita tinggal (karena pandangan orang awam, keroncong ini adalah musik jawa) dan apa suku kita," pungkasnya.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved