PSMS Sambut Baik Usulan Nama Lapangan ABC Jakarta Diubah Jadi Ricky Yacobi

Nama legenda tim nasional Indonesia dan PSMS Medan, Ricky Yacobi diusulkan menjadi nama pengganti Lapangan ABC, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK).

Penulis: Chandra Simarmata | Editor: Juang Naibaho
Tribun Medan /HO
Mantan pemain PSMS dan timnas Indonesia Ricky Yacob atau lebih dikenal dengan Ricky Yacobi meninggal, Sabtu (21/11/2020) pagi. Ricky yang juga striker Timnas Indonesia 1985-1990 ini meninggal di usia 57 tahun. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Nama legenda tim nasional Indonesia dan PSMS Medan, Ricky Yacobi yang meninggal dunia pada pada 22 November 2020, diusulkan menjadi nama pengganti Lapangan ABC, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta.

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI), mengusulkan pergantian nama Lapangan ABC menjadi Lapangan Ricky Yacobi.

Langkah itu dilakukan untuk menghormati legenda Timnas Indonesia tersebut.

Sebelumnya Ricky Yacobi meninggal dunia saat bermain sepak bola di Lapangan A, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (21/11/2020) pagi WIB.

Ricky Yacobi yang memiliki nama asli Ricky Yacob ini mendadak kolaps dan tak sadarkan diri usai sukses mencetak gol.

Menanggapi usulan pergantian Nama Lapangan ABC menjadi Ricky Yacobi turut disambut positif oleh klub PSMS Medan yang membesarkan pesepakbola asal Medan itu.

Sekretaris Umum PSMS Julius Raja mengatakan usulan itu merupakan langkah yang baik untuk mengenang jasa almarhum Ricky.

"Ya sangat bagus lah, bagus sekali. Tolong dibesarkan lah nama Ricky Yacobi untuk mengenangnya jadi nama salah satu stadion atau lapangan di sana," ujar Julius, Senin (30/11/2020).

Pria yang akrab disapa King ini mengatakan, saat ini nama Maradona juga rencananya bakal ditambahkan menjadi nama stadion klub Napoli, Italia.

Karena itu, menurut dia, Lapangan ABC juga bisa diganti menjadi nama Ricky Yacobi sebagai pengingat kiprah dan jasa Ricky semasa membela tim merah putih.

"PSMS mendukung sekali. Jadi ada juga perhatian lain dari kalangan pemerintah untuk mantan atlet (pesepakbola) berprestasi bagi Indonesia seperti Ricky Yacobi," kata King.

"Bagus sekali kalau bisa terealisasi. Semoga segera diumumkan," pungkas Julius Raja.

Nama Ricky Yacob hingga saat ini memang masih cukup dikenal. Ini tak terlepas dari segudang prestasi mentereng yang pernah ditorehkan mantan pesepakbola nasional yang juga dikenal dengan nama Ricky Yacobi ini.

Berkat penampilan memukau dan prestasi juara Suratin Cup 1980, Ricky Yacob bersama sejumlah rekannya antara lain Juanda, Supardi, serta Bambang Usmanto ditarik ke PSMS senior oleh pelatih saat itu, Yuswardi.

Mereka diplot memperkuat PSMS di babak 6 Besar Divisi Utama Perserikatan PSSI 1980 mendampingi senior-seniornya seperti Taufik Lubis, Suparjo, Suwarno, Parlin Siagian, Nobon dan lainnya.

Tak hanya juara piala Soeratin 1980, di masa jayanya Ricky Yacobi juga masih memiliki prestasi fenomenal lainnya. Antara lain adalah membawa timnas sepakbola Indonesia mampu menembus semifinal pada Asian Games 1986.

Gol salto Ricky Yacob saat melawan Uni Emirat Arab di babak perempat final didapuk sebagai gol terbaik di ajang multi event olahraga antar negara-negara se-Asia kala itu.

Di masa jayanya, prestasi paling fenomenal dan prestisius adalah mengantarkan tim nasional (timnas) Indonesia meraih medali emas pada SEA Games 1987 di Malaysia. Emas itu juga menjadi yang pertama kalinya mampu diboyong Timnas Garuda usai mengalahkan Malaysia 1-0 di laga final.

Setelah era Ricky Yacob, timnas Indonesia baru kembali meraih medali emas cabor sepakbola Sea Games empat tahun kemudian di tahun 1991. Namun hingga kini timnas Indonesia belum mampu kembali mendulang emas.

"Selain itu emas pertama Indonesia, yang membanggakan juga saat itu SEA Games 1987 timnas disebut PSMS plus. Karena dari 11 peman intinya ada 6 anak Medan. Kaptennya Ricky Yacobi," kata pemerhati sepakbola, Indra Efendi Rangkuti.

(Can/Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved