Setelah Resmi Pimpin Golkar Sumut, Akhirnya Ijeck Cerita Alasan Jadi Kader Partai Beringin

Kepengurusan DPD Partai Golkar Sumut periode 2020-2025 resmi dilantik pada Jumat (20/11/2020),

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Aziz Syamsuddin (kiri) menyerahkan bendera pataka kepada Ketua Dewan Pimpinan Daerah Golkar Sumatera Utara Musa Rajekshah (kanan), di Hotel Adi Mulia, Medan, Jumat (20/11/2020). Musa Rajekshah dilantik menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah Golkar Sumatera Utara periode 2020-2025. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Setelah kepengurusan DPD Partai Golkar Sumut periode 2020-2025 resmi dilantik pada Jumat (20/11/2020), Musa Rajekshah atau Ijeck menyebut kerja besar menanti partai yang ia pimpin.

Tantangan itu mulai dari agenda politik terdekat, yakni Pilkada di 23 Kabupaten/Kota di Sumut maupun berbagai agenda politik di tahun 2024 mendatang, yakni Pemilu Legislatif (Pileg), Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Presiden (Pilpres), hingga terus membesarkan partai di Sumut.

Ijeck berharap Partai Golkar bisa sukses di semua momentum politik tersebut. Tentunya kesuksesan bisa diraih harus disertai dengan kerja keras.

"Pilkada serentak sebentar lagi akan berlangsung. Kami siap memenangkan semua pasangan calon yang diusung Partai Golkar. Harus dilakukan pendekatan kepada masyarakat dari tingkat desa hingga kabupaten/kota," kata Ijeck, Jumat.

"Harapan ke depannya bisa memenangkan Partai Golkar. Insya Allah bersaing secara sportif, mudah-mudahan, Insya Allah Partai Golkar bisa memimpin legislatif di Sumut ke depan. Mudah-mudahan bisa kami wujudkan seperti saat cik Ajib (Shah) memimpin Partai Golkar Sumut," sebut pria yang juga sebagai menjabat sebagai Wakil Gubernur Sumut itu.

Ijeck pun menceritakan akhirnya memilih Partai Golkar dalam karier politiknya.

Ia mengatakan, saat maju pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumut 2018 berpasangan dengan Edy Rahmayadi, dirinya bukan merupakan kader partai apa pun.

"Pada kesempatan ini perlu saya jelaskan kenapa akhirnya saya memilih Partai Golkar, saat Pilgub lalu bersama pak Edy, pak Loudewijk selaku sekjen partai datang mendukung Eramas tanpa mahar apapun. Dan Pak Loudewijk sempat berpesan ketika itu, kalau bisa menjadi kader Partai Golkar. Saat itu saya belum bisa menjawab," ujarnya.

Seiring berjalan waktu, akhirnya dengan beberapa pertimbangan dan dukungan dari Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan keluarga, Ijeck memantapkan memilih Partai Golkar.

"Berjalan waktu pak Edy dorong saya untuk pimpin salah satu partai. Saya sempat menolak, karena tak ingin menjadi fitnah, ingin menjadi orang nomor satu di Sumut. Tapi dengan berbagai argumentasi akhirnya kalau saya berpartai, maka saya pilih Partai Golkar," jelasnya

"Terlebih memang dari orang tua dan keluarga semua di Golkar," ucapnya.

Maka dengan amanah yang telah diberikan kepadanya, bersama kepengurusan yang baru dilantik siap membesarkan Partai Golkar di Sumut.

"Golkar harus semakin dikenal dan dicintai masyarakat ke depannya," harapnya.

(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved