Penanganan Covid
Grafik Covid-19 di Binjai Menurun, Berubah Status dari Zona Merah Ke Zona Oranye
Dia juga berharap tidak ada lagi tim medis yang dikhawatirkan oleh masyarakat, karena sedang menjalan tugas menangani pasien Covid-19.
Penulis: Dedy Kurniawan |
TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Angka kasus penyebaran dan terpapar Covid-19 di Kota Binjai terus menunjukkan grafik menurun. Kota Binjai yang memiliki lima kecamatan kini status penyebaran Covid-19nya sudah berubah menjadi zona oranye dari zona merah, Minggu (15/11/2020).
"Sekarang angka Covid-19 di Binjai syukur ya sudah terus menerus menurun. Sekarang status Kota Binjai sudah menjadi zona oranye, sebelumnya kita kan sempat zona merah," kata Tim Gugus Covid-19 Binjai, dr Sugianto yang juga menjabat Kadis Kesehatan Pemko Binjai.
Turunnya angka Covid-19 terhitung sejak akhir Oktober hingga masuk ke bulan November. Kata dr Sugianto upaya pencegahan dan sosialisasi protokol kesehatan yang gencar salah satu yang memengaruhi kondisi positif ini.
Data terbaru angka pasien Covid-19 pada Minggu (15/11/2020) di Kota Binjai di antaranya 24 orang meninggal dunia Terkonfirmasi Covid-19, sembuh 219orang, dan masih dirawat 31 orang. Ada 1.448 orang yang awalnya masuk proses pemantauan sudah dinyatakan sehat dan kembali beraktivitas seperti normal.
"Ada 24 pasien yang meninggal status Terkonfirmasi Covid-19. Namun ini sudah ada tiga minggu tidak ada lagi. Kita berharap kondisi ini terus berlangsung. Jumlah pasien Covid-19 yang kami tangani juga sudah jauh sangat berkurang," kata dr Sugianto.
Pun demikian, dr Sugianto tetap mengimbau masyarakat menjalankan protokol kesehatan dengan wajib memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menghindari kerumunan dan interaksi di keramaian. Selain menyelamatkan diri sendiri, penerapan protokol kesehatan adalah bentuk kepedulian terhadap orang lain yang mungkin lebih rentan terpapar.
Dia juga berharap tidak ada lagi tim medis yang dikhawatirkan oleh masyarakat, karena sedang menjalan tugas menangani pasien Covid-19. Selama ini tim medis berjuang dan sama-sama merasakan kekhawatiran terpapar virus corona.
"Saya apresiasi kepada tenaga medis yang selama ini berjuang. Mereka relakan waktunya bersama keluarga karena harus standby terus menangani pasien yang jumlah terus bertambah setiap hari"pungkasnya.
(Dyk/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kepala-dinas-kesehatan-kota-binjai-aaa.jpg)