26 Hari Jelang Pilkada di Sumut

Permudah Petani Budidayakan Jagung, Cory Sebayang Berencana Datangkan Mesin Pengering

Tak hanya fokus di pertanian saja, para petani yang tak jarang masih kesulitan dalam berbagai hal juga wajib untuk diperhatikan.

Penulis: Muhammad Nasrul |
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
KETUA DPC Partai Gerindra Karo Cory Sebayang, saat ditemui Rabu (22/7/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Kabupaten Karo, sudah dikenal sejak lama menjadi salah satu daerah yang memiliki potensi pertanian yang luar biasa.

Seperti diketahui, banyak hasil pertanian baik sayur maupun buah dari kabupaten yang dikenal dengan sebutan bumi turang ini dikirim ke berbagai wilayah.

Melihat potensi yang ada ini, tentunya menjadi hal yang wajib untuk diperhatikan bagi calon pemimpin di Kabupaten Karo mendatang.

Tak hanya fokus di pertanian saja, para petani yang tak jarang masih kesulitan dalam berbagai hal juga wajib untuk diperhatikan.

Melihat kondisi ini, salah satu Calon Bupati Karo Cory br Sebayang mengungkapkan dalam pencalonannya di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ini, salah satu yang menjadi fokus utamanya ialah di bidang pertanian.

Dirinya mengatakan, adapun jenis tanaman yang nantinya akan menjadi fokus ialah tanaman jagung.

“Kita lihat pertanian merupakan potensi yang sangat besar di Kabupaten Karo untuk menunjang perekonomian masyarakat. Untuk itu, saya menekankan bagaimana mensejahterakan masyarakat itu dalam bidang pertanian jagung, karena itu sangat siginifikan untuk Sumatera Utara,” ujar Cory, Jumat (13/11/2020).

Cory mengatakan, adapun alasan dirinya cukup berniat untuk menaikkan potensi pertanian jagung ini karena tak jarang saat musim panen datang harga jagung justru turun di pasaran.

Sementara, kondisi berbeda terasa saat jagung masih jauh masa panen namun harga cukup melonjak.

"Kalau kita lihat harga masih tidak stabil, dan imbasnya langsung terasa kepada petani. Dengan harga yang tidak stabil ini, tentunya akan dapat merugikan para petani yang sudah sudah payah menanam jagung," katanya.

Wanita yang berpasangan dengan Theopilus Ginting itu menjelaskan, saat ini produk jagung untuk di tanah Karo berkisar 800.000 ton per tahun.

Jika dilihat setiap sekali panen Karo bisa menyumbangkan paling sedikit 400.000 ton, tentunya menjadi pertanyaan kenapa harga masih juga belum stabil.

"Kita lihat dua bulan lalu, harga jagung turun di angka Rp 2.400 per kilogram, saat ini harga berkisar Rp 4.500. Berarti kenaikan harganya sekarang itu Rp 2.100, inilah yang harus kita cari solusinya agar petani tidak mengalami kerugian," ucapnya.

Saat dinyata perihal bagaimana langkah mereka untuk menyiasati hal ini, Cory menjelaskan jika nantinya mereka berencana akan mendirikan dryer atau mesin pengering.

Dirinya mengatakan, nantinya dengan adanya mesin tersebut diharapkan jagung yang telah dipanen oleh petani dapat bertahan lebih lama.

Dirinya mengungkapkan, dengan langkah ini tentunya nantinya akan membantu petani dalam mempersiapkan jagungnya lebih lama.

Jika pada saat panen harga turun, petani dapat menyimpan terlebih dahulu menunggu harga naik.

"Selama ini yang kita lihat, jagung petani tidak bertahan lama karena karena tidak kering, dan memicu timbulnya jamur. Dengan alat pengering ini, petani dapat menyimpan jagungnya terlebih sambil dahulu menunggu harga jual yang lebih bagus," katanya.

Lebih lanjut, Cory menjelaskan jika 80 persen lahan jagung yang ada di Kabupaten Karo dijadikan untuk pakan ternak.

Untuk itu, menghindari jagung terbuang percuma jika harga tidak stabil, maka pihaknya berencana akan mencari penanaman modal untuk membuat pabrik pakan ternak.

(cr4/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved