Angka Kelahiran Melonjak 30 Persen Saat Pandemi, Begini Penanganan RSIA di Medan

Angka kelahiran mengalami peningkatan di sejumlah Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Badrul Aini di Medan.

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN-MEDAN.com/Kartika Sari
Bidan saat melakukan pemeriksaan kepada ibu hamil di RSIA Badrul Aini, Senin (9/11/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Angka kelahiran mengalami peningkatan di sejumlah Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Badrul Aini di Medan.

Persalinan ibu hamil di RSIA Badrul Aini, Jalan Syukri, Kecamatan Medan Area, Medan, tercatat naik hingga 30 persen dari sebelum pandemi.

"Iya ada peningkatan melahirkan selama pandemi ini di data kita. Yang hamil agak melonjak mungkin karena pandemi di rumah saja. Kenaikannya sekitar 30 persen, kita bandingkan sebelum pandemi," ungkap Fitri, bidan RSIA Badrul Aini, kepada Tribun-Medan.com, Senin (9/11/2020).

Sebelum pandemi, Fitri menuturkan jumlah pasien ibu melahirkan rata-rata 30-40 pasien per bulan, dan kini naik sekitar 30 persen yang melakukan proses persalinan.

Pasien ibu melahirkan juga perlu mengikuti alur dalam melakukan persalinan terkhusus di saat pandemi ini dengan melakukan Rapid Test.

"Prosedurnya harus melakukan pemeriksaan darah terutama rapid test, ini wajib sebelum kita melakukan tindakan. Kalau hasilnya non-reaktif akan kita tangani, kalau IgG (antibodi G)-nya reaktif masih bisa tangani.

Kalau reaktif ini prosedurnya tetap APD lengkap dan dia dipisah dari anaknya untuk melakukan isolasi. Kalau isolasinya ini gak lama setelah di sini tiga hari kemudian disambung ke rumahnya," ujarnya.

Tambahnya, bila hasil rapid ibu melahirkan IgM nya reaktif, maka pasien akan dilakukan rujukan ke rumah sakit dengan penanganan khusus ibu melahirkan positif Covid-19.

"Kalau IgMnya positif kita langsung oper ke rumah sakit yang memang penanganan Covid, kita disini tidak ada wewenang untuk menangani itu," kata Fitri.

Fitri sendiri memprediksi bahwa lonjakan persalinan akan semakin naik hingga akhir Desember di RSIA Badrul Aini.

Selain itu, Fitri juga menuturkan bahwa masih banyak para ibu hamil yang takut untuk melakukan proses bersalin di rumah sakit.

"Banyak juga pasien yang takut, karena langsung ke psikis kalau ke RS itu isolasi, terutama mereka takut melakukan periksa darah dan ketika positif mereka akan diisolasi.

Kalau gini ya kita bilang kalau memang harus melakukan pemeriksaan. Kalau masih reaktif masih kita tangani sesuai prosedur kita. Kita juga gak ada boleh jam kunjungan cuma yang lain tidak untuk menghindari penularan. Ya lama-lama mereka mengerti," pungkas Fitri.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved