32 Hari Jelang Pilkada Kota Medan

Jawaban Pasangan Calon Akhyar-Salman Saat Disinggung Medan Dinobatkan Sebagai Kota Paling Kotor

Dikatakan Achyar, mengenai masalah penilaian sampah dari Kementerian Lingkungan Hidup berbeda-beda setiap tahunnya.

Tribun-Medan/Rechtin
PASANGAN Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan nomor urut 1 Akhyar-Salman dalam debat perdana kandidat Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, Sabtu (7/11/2020) di Hotel Grand Mercure Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Permasalahan penanganan sampah menjadi satu topik yang dipertanyakan dalam debat perdana kandidat pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan di Hotel Grand Mercure Medan, Sabtu (7/11/2020).

Menjawab pertanyaan ini, Calon Wali Kota nomor urut 1 Akhyar Nasution mengatakan akan melakukan sistem reduksi sampah berupa pengolahan sampah organik menjadi arang briket dan magot.

"Kita akui memang karena saat ini TPA kita masih bersistem open dumping memang kira masih nol dari segi sistem. Untuk solusi dari masalah ini kita akan melakukan mereduksi sampah, yang organik dibuat briket arang kita buat ini menjadi sumber peningkatan ekonomi dengan pengembangan magot sebagai alternatif pakan ikan," tuturnya.

Akhyar mengatakan nantinya sebanyak 50 persen sampah organik akan diolah menjadi dua produk ini.

"Jadi nanti 50 persen sampah organik menjadi arang dan magot. Memang ini juga tidak mudah, TPA kita akan diubah menjadi sistem Sanitary landfil kita usaha kan proses nya," katanya.

Dikatakannya, mengenai masalah penilaian sampah dari Kementerian Lingkungan Hidup berbeda-beda setiap tahunnya.

"Itu memang TPA kita sudah puluhan tahun dengan metode open dumping sementara penilaian Kementrian Lingkungan Hidup dalam penilaian adipura penilaiannya berbeda setiap tahunnya pada saat itu kriteria penilaiannya adalah TPA tidak boleh lagi menggunakan open dumping minimal sanitary landfil," ujarnya.

"Jadi sudah dilarang sebenarnya, memang pada faktualnya pembuatan sanitary landfil di tengah tumpukan sampah yang sudah menggunung itu tidak mudah," ungkapnya.

Sementara itu Salman Alfarisi mengaku akan berfokus pada penanaman karakter sadar lingkungan kepada warga Kota Medan.

"Melalui Medan Berkarakter kita membangun kesadaran manusia nya. Struktural dan kultural untuk menanamkan kesadaran masyarakat. Seperti membawa tumblr ke mana-mana untuk mengurangi penggunaan sampah plastik," katanya.(cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved