Berita Foto: Wamen Perdagangan dan Gubernur Sumut Melepas Ekspor Sarang Burung Walet dan Singkong
Hadirnya Jerry Sambuaga dan Edy Rahmayadi guna mendukung dan sekaligus melakukan pelepasan ekspor sarang burung walet dan produk singkong Indonesia.
Penulis: M Daniel Effendi Siregar | Editor: M Daniel Effendi Siregar
TRIBUN-MEDAN.COM - Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga bersama Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi meninjau proses produksi sarang burung walet sebelum melakukan pelepasan ekspor, di MMTC, Medan, Sabtu (7/11/2020). Hadirnya Jerry Sambuaga dan Edy Rahmayadi guna mendukung dan sekaligus melakukan pelepasan ekspor sarang burung walet dan produk singkong Indonesia.
Di tengah pandemi Covid-19 permintaan sarang burung walet dan singkong terus mengalami peningkatan. Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengapresiasi semangat pantang menyerah para pelaku usaha dan UMKM yang terus berproduksi hingga melaksanakan ekspor di masa pandemi ini.
Hal ini disampaikannya saat melepas ekspor sarang burung keripik singkong ke Korea Selatan didampingi Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. Perusahaan sarang burung walet PT Ori Ginalnest Indonesia berhasil mengekspor sarang burung walet ke China, Eropa, Amerika Serikat, Australia, Taiwan dan Singapura sebesar Rp 24,29 miliar.
Sedangkan PT Alpha Gemilang Sejahtera mengekspor 20 ton keripik singkong ke Korea Selatan secara rutin 2-3 kali dalam sebulan. Menurut Jerry, ekspor sarang burung walet meningkat secara konsisten di tengah pandemi. Berdasarkan data BPS, ekspor sarang burung walet Indonesia selama kurun waktu 5 (lima) tahun (2015-2019) memiliki trend positif 34,94%.
Ekspor sarang burung walet Indonesia juga mengalami peningkatan sebesar 34,45% yaitu sebesar USD 205,71 juta pada Januari-September 2019 naik menjadi USD 276,58 Juta pada periode yang sama di tahun 2020. RRC adalah negara tujuan utama sarang burung walet Indonesia dengan nilai mencapai USD 219,08 juta atau atau 60,19% dari seluruh ekspor sarang burung walet Indonesia.
Pandemi meningkatkan kesadaran (awareness) terhadap higienitas dalam ekspor. Kesadaran tersebut dipicu oleh mudahnya penyebaran Covid kepada obyek, media atau tenaga kerja yang menangani ekspor. Untungnya, Indonesia telah lama memiliki perjanjian bersama dalam penetapan standard higienitas produk. (sir/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/07112020_ekspor_sarang_burung_walet_dan_singkong_danil_siregar-4.jpg)