Luapan Kekecewaan Suporter PSMS SMeCK Hooligan Gara-gara Liga 2 Diundur Hingga 2021
Fans pecinta PSMS Medan, SMeCK Hooligan turut mengungkapkan kekecewaannya akibat keputusan PSSI kembali menunda liga 1 dan liga 2 hingga tahun 2021.
Penulis: Chandra Simarmata | Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Fans pecinta PSMS Medan, SMeCK Hooligan turut mengungkapkan kekecewaannya akibat keputusan PSSI kembali menunda liga 1 dan liga 2 hingga tahun 2021.
Sekretaris Jenderal Kelompok suporter, SMeCK Hooligan, Bani Gultom mengatakan sebelumnya sudah merasa pesimis liga bisa diputar. Mereka juga kecewa karena PSSI tidak bisa mendapatkan izin keramaian penyelengaraan liga dari Polri sebelum kompetisi dimulai yang semula dijadwalkan bulan Oktober 2020.
"Ah memang gak jelasnya dari PSSI ini dari awal. Makanya sudah hilang harapan ini," ujarnya, Jumat (30/10/2020).
Menurut Bani, kondisi saat ini khususnya penundaan yang beberapa kali terjadi merupakan akibat dari ketidaktegasan PSSI sejak awal.
Seharusnya, kata Bani, jika tidak bisa mendapatkan izin dari Polri sejak awal lebih bagus liga diliburkan sejak jauh-jauh hari.
Dengan demikian klub tahu mengambil langkah dan kebijakan yang tepat sejak awal.
Jika sejak awal izin tidak didapatkan maka tidak perlu ada rencana menggelar kompetisi.
"Terserah orang itu lah mau mulai liga kapan. Kecewa kali lah. Kekesalannya gak ada kepastian, maunya sejak awal diundur dan ditetapkan saja langsung pasti tanggal sekian bulan sekian. Tapi pasti bergulir, ini kan belum pasti juga tanggalnya, tetap belum ada kejelasan," tambah Bani.
Lebih lanjut Bani menjelaskan, kekecewaan suporter PSMS akibat liga batal digelar tahun ini cukup wajar.
Pasalnya tim berjuluk Ayam Kinantan itu sudah jor-joran mendatangkan amunisi berkualitas seperti Paulo Sitanggang, Ferdinand Sinaga, Imanuel Wanggai.
Bahkan dua pemain asing yang juga pemain naturalisasi yakni OK John dan Silvio Escobar, turut diboyong ke Kebun Bunga.
Karena itu, suporter pun sangat menyayangkan keputusan PSSI yang akhirnya justru sama juga meniadakan liga tahun ini dan menundanya jadi tahun 2021.
Padahal tahun ini PSMS menargetkan bisa merebut tiket promosi naik kasta ke liga 1 musim depan.
"Semua sudah persiapan tim liga 1 dan liga 2. Bahkan ada yang sudah sampai ke Jogja sana ujungnya pulang lagi. PSMS gagallah rebut tiket ke liga 1 tahun ini. Rusak sudah semua rencana," pungkas Bani.
(Can/Tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kelompok-suporter-psms-smeck-hooligan-psms.jpg)