Manajer PSMS Berharap PSSI Duduk Bareng dengan Polri
Klub PSMS Medan masih menunggu kepastian bergulirnya kompetisi liga dua.
Laporan wartawan Tribun Medan Sofyan Akbar
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Klub PSMS Medan masih menunggu kepastian bergulirnya kompetisi liga dua.
Manajer PSMS Medan Mulyadi Simatupang mengaku sependapat dengan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong, terkait pembinaan pemain di luar negeri namun hingga belum ada kepastian kapan kompetisi akan dimulai.
"Untuk apa pemain dibina di luar negeri kalau memang belum ada kepastian kapan bergulirnya kompetisi ini. Maka dari itu, PSSI harus bicara dengan Polri dan harapan kita segera diputar liga dua ini," harap Mulyadi yang dijumpai Tribunmedan.com, di Kebun Bunga, Jumat (23/10/2020)..
Mulyadi pun menyatakan ia berharap selesai Pilkada langsung diputar kompetisi liga. Jadi, akunya, pertengahan Desember liga satu bisa berputar.
"Kalau diadakan 1 November tidak mungkin juga. Karena sudah mepet waktunya. Karena kita ingin yang pasti," ujarnya.
Kondisi ini, menurut Mulyadi, imbas dari Covid-19 yang juga berdampak pada sepakbola yang semakin terpuruk.
"Saat ini, kita sekuat tenaga untuk mempertahankan seperti pesan dari pembina Pak Edy Rahmayadi. Jadi bagaimana para pemain dan official bisa menyikapi dengan dewasa," katanya.
Artinya, masih dikatakan Mulyadi, keputusan pemerintah harus dipatuhi dan bagaimana sepakbola khususnya PSMS Medan jangan dimatikan sehingga para pemain tetap bisa berlatih.
"Namun karena kondisi sekarang, tinggal bagaimana durasi latihannya," ujarnya.
Ia pun berharap karena setiap klub juga merupakan stakeholder, pihak PSSI bisa duduk bersama dengan Polri untuk kepastian liga ini.
"Bagaimana caranya agar liga tetap berjalan. Apa harus dengan protokol kesehatan atau tanpa penonton seperti yang sudah kita canangkan kemarin. Kita akan siap. Itu tadi kenapa kita berharap PSSI duduk dengan Polri," katanya.
"PSSI harus mendatanginya (Polri). Kami berharap ketua PSSI seperti itu berembuk dengan Polri bagaimana melaksanakan kegiatan ini agar bisa berjalan," ungkapnya.
Karena, kata Mulyadi secara ekonomi para pemain sepakbola ini sudah menggantungkan hidupnya di sepakbola.
"Kalau dulu, mereka tidak main bola tapi bisa kerja. Kalau sekarang kan tidak. Jadi kalau mereka tidak main, mau kita suruh kerja apa para pemain? Kan tidak mungkin kita suruh mereka kerja jadi tukang bangunan," katanya.
(akb/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/manager-psms-medan-mulyadi-simatupang-1.jpg)