Gaji Pemain PSMS Terpaksa Dipotong, Manajemen: Semua Bisa Paham Kondisi Liga Akibat Pandemi Covid-19
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa king ini menambahkan manajemen tetap ingin skuat Ayam Kinantan bisa bertahan.
Penulis: Chandra Simarmata |
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Manajemen PSMS berencana kembali menerapkan sistem kebijakan penggajian 25 persen kepada para penggawanya selama tiga bulan ke depan hingga Desember 2020.
Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja mengatakan langkah itu akan diambil mengingat situasi Pandemi covid-19 yang membuat kepastian liga masih belum jelas.
Sebab, meski dalam rapat Extraordinary Meeting yang digelar PT Liga Indonesia Baru (LIB) bersama PSSI dan perwakilan klub-klub liga 1 dan liga 2 Selasa (13/10/2020) lalu telah menyepakati liga bergulir bulan November, namun izin keramaian dari Polri tak kunjung keluar.
"Program pelatih pun payah menentukan. Kapan mau ini. Sebenarnya terus terang kalau memang pendanaan kita cukup dan uang kita cukup besar ya memang bisa latihan terus. Cuma kan kondisinya gaji terlalu besar, jadi biarpun nanti dipotong jadi 25 persen ya kalau memang mau diterapkan seperti itu ya tidak apa-apa," ujarnya, Jumat (16/10/2020).
Julius menjelaskan, terkait situasi saat ini dimana liga belum jelas kepastiannya, sejumlah klub sepakbola diketahuinya sudah ada yang menerapkan gaji 25 persen.
Ini sesuai dengan SK PSSI nomor 48 tahun 2020 dan juga mengacu pada SK PSSI nomor 53 tahun 2020.
"Jadi ada juga klub lain yang memberi gaji dalam tanda kutip yang tidak target juara tetap mereka 25 persen. Bahkan ada juga klub yang pemainnya sudah dipulangkan. Karena mungkin sudah lihat situasi memilih pulangkan pemain, supaya lebih bagus tahun depan mungkin mereka lebih konsentrasi. Jadi kalau klub ini kan beragam," terangnya.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa King ini menambahkan manajemen tetap ingin skuat Ayam Kinantan bisa bertahan.
Namun di sisi lain PSMS juga harus menimbang pengeluaran di situasi saat ini.
Itulah sebabnya kata king, manajemen kembali mengambil jalan tengah dengan kebijakan tetap mempertahankan tim PSMS namun dengan kembali menerapkan penggajian 25 persen.
"Artinya begini, kita bukan menerapkan begitu saja. Kita akan adakan pembicaraan dengan pemain. Kita kumpulkan pemain dan kita kasih tahu kondisinya sepakbola kita sekarang seperti ini. Tidak ada yang jelas. Kita latihan-latihan terus biaya seperti apa dan TC-TC terus biaya seperti apa," jelasnya.
Julius menambahkan, ini jadi jalan keluar agar PSMS tetap bisa persiapan untuk liga 2 dan para pemain tetap mendapatkan pemasukan.
Yang terpenting menurut Julius adalah para pemain harus mau turut mengerti kondisi klub dan dunia persepakbolaan di Indonesia saat ini.
"Ya harus mengerti lah. Harus bisa mengerti kondisinya ini sekarang. Yang penting, Periuk mereka, dapur mereka tetap berasap meski dengan situasi covid seperti ini, kondisinya sudah begini," pungkas king.
(Can/Tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/02102020_latihan_psms_medan_danil_siregar-4.jpg)