Masuk Grup Neraka Liga 2, Manajer PSMS Ingatkan Ferdinand Sinaga Cs Bisa Kontrol Emosi

Mulyadi Simatupang menekankan bahwa para penggawa skuat Ayam Kinantan harus memiliki mental bertanding disertai kemampuan mengontrol emosi

Penulis: Chandra Simarmata | Editor: Juang Naibaho
TRI BUN MEDAN/Ilham Fazhir Harahap
Manajer PSMS, Mulyadi Simatupang 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Manajer PSMS Medan, Mulyadi Simatupang menekankan bahwa para penggawa skuat Ayam Kinantan harus memiliki mental bertanding disertai kemampuan mengontrol emosi yang baik dalam mengarungi ketatnya kompetisi liga 2 2020.

Hal ini dikatakan Mulyadi karena sebelumnya saat PSMS melakoni laga uji coba kontra Random FC pada 16 September lalu, salah satu penggawa PSMS, Ferdinand Sinaga sempat terpancing ulah provokasi yang dilakukan asisten pelatih tim lawan.

Kejadian itu terjadi sebelum babak pertama usai. Ferdinand yang merasa diteriaki dengan kata kotor oleh asisten pelatih Random FC tiba-tiba meluapkan kemarahannya di tengah lapangan.

Insiden keributan pun sempat terjadi. Ferdinand yang merasa diteriaki kata kotor oleh asisten pelatih Random FC meluapkan kemarahannya sambil berteriak hingga ke pinggir lapangan.

Ferdinand pun harus ditenangkan oleh tim pelatih dan ofisial PSMS.

Setelah dibawa ke ruang ganti pemain, Ferdinand akhirnya kembali tenang dan tetap dimainkan di babak kedua.

"Ya kita ambil hikmahnya. Di satu sisi gak baik (provokasi), dan memang gak pantas. Ya ujian lah, dan pengalaman. Tapi saya sampaikan pada para pemain, biar mereka bisa mengendalikan emosi," ujarnya, Jumat (25/9/2020).

Mulyadi mengatakan pengendalian emosi agar tidak terpancing provokasi lawan saat laga berlangsung sangat diperlukan dalam sebuah pertandingan penting. Sebab bisa saja tim lawan berusaha melakukan provokasi untuk membuyarkan konsentrasi tim.

"Mudah-mudahan yang kemarin terjadi ya cukup sekali lah. Jangan sampai terjadi lagi," imbuhnya.

Lebih lanjut kata Mulyadi, di liga 2 musim ini, Paulo Sitanggang Cs bakal melakoni laga yang terbilang ketat mulai dari sejak putaran pertama penyisihan grup mulai 20 Oktober mendatang.

Meski PSMS bertindak sebagai tuan rumah grup D, tim berjuluk Ayam Kinantan ini akan menghadapi tim-tim kuat lainnya seperti Semen Padang FC, Sriwijaya FC, dan Sulut United, ditambah klub kuda hitam Persijap Jepara dan Persekat Tegal.

Karena itu ia mengingatkan kepada para penggawa PSMS agar tidak terpengaruh dengan provokasi tim lawan yang bisa terjadi.

"Jadi kita berharap ke depan mental pemain PSMS ini juga gak terpengaruh kali. Tidak mudah terpancing," pungkasnya.

(Can/Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved