Pasar Melati Medan Lockdown
BREAKING NEWS: Seorang Pedagang Meninggal, Pasar Melati Lockdown, Camat dan Lurah Bertindak
Pascameninggalnya seorang pedagang, Pasar Melati Kelurahan Tanjung Selamat, Medan Tuntungan akhirnya dilockdown
Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Salomo Tarigan
Laporan Wartawan T r ibun-Medan.com, Victory Arrival Hutauruk
T R IBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pascameninggalnya seorang pedagang, Pasar Melati Kelurahan Tanjung Selamat, Medan Tuntungan akhirnya dilockdown sementara oleh pihak pemerintah Kecamatan Medan Tuntungan.
Melalui surat tertanggal 21 September 2020 nomor 140/901 yang dikeluarkan Kelurahan Tanjung Selamat Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan berbunyi:
"Bersama dengan ini kami mengimbau pada seluruh pedagang Pasar Melati Kelurahan Tanjung Selamat Kecamatan Medan Tuntungan untuk tidak berdagang/beraktivitas di Pasar Melati berhubung dikarenakan ada salah seorang pedagang yang meninggal dunia akibat terpapar Covid19 dan untuk berjualan/beraktivitas akan kami informasikan kembali. Demikian hal ini kami sampaikan kepada pedagang agar menjaga kesehatan diri dan keluarga, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih," yang ditandantangani Lurah Tanjung Selamat, Ubudiah.
Saat dikonfirmasi Camat Medan Tuntungan, Topan Ginting membenarkan hal tersebut bahwa benar terdapat satu orang pedagang di kios sayur yang meninggal terkonfirmasi Covid19.
"Jadi terkait dengan meninggalnya salah satu pedagang dan status konfirmasi positif. Jadi pedagang tersebut berjualan di salah satu blok di Pasar Melati jadi kita mengambil langkah cepat, pihak lurah langsung mengimbau kepada seluruh pedagang dan masyarakat yang berbelanja di blok tersebut untuk sementara menghentikan aktivitas," ungkapnya kepada T r ibun, Selasa (22/9/2020).
Ia menyebutkan bahwa para pedagang yang tidak berjualan sementara ada di blok sayur dan ikan dimana tempat korban meninggal.
"Jadi makanya untuk menghindari penyebaran lebih luas kita himbau kepada masyarakat dan itu dipatuhi oleh masyarakat pedagang dan mereka terimakasih sekali sudah diberitahukan. Jadi satu blok itu saat ini mereka tidak jualan, satu blok yang berjualan sayur sama ikan aja,' ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa hal tersebut dilakukan mulai hari ini.
"Kita sampaikan semalam, mulai hari ini di mulai," cetus Topan.
13 Dokter Meninggal di Medan
Sebanyak 13 dokter di Medan dinyatakan meninggal dunia akibat covid-19.
Data tersebut berdasarkan yang dihimpun IDI Medan selama 7 bulan terakhir yakni sejak 17 Maret hingga 11 September 2020.
“Terakhir yang meninggal adalah rekan kita dr. Sutrisno setelah satu Minggu dirawat di RS Bunda Thamrin,” kata Ketua IDI cabang Medan dr Wijaya Juwarna SpTHT-KL.
Wijaya juga menuturkan bahwa saat ini tercatat sebanyak lima orang dokter yang tengah menjalani perawatan baik di Rumah Sakit ataupun isolasi secara mandiri di rumah.
“Ada 2 yang dirawat di RS dan ada 3 yang jalani isolasi mandiri di rumah. Ini data yang ada saat ini, mungkin yang jalani isolasi mandiri di rumah bisa lebih banyak dari itu,” tambah nya.
Wijaya menyarankan dokter dengan penyakit penyerta dan berusia lanjut untuk puasa praktik atau meliburkan diri.
"Sejawat yang berusia di atas 40 tahun tanpa penyakit penyerta praktiknya jangan setiap hari, misal Senin, Rabu, dan Jumat saja dengan memakai APD minimal level 2," jelasnya.
Sementara itu, Wijaya juga menyarankan bagi dokter yang bertugas langsung dalam menangani covid-19 agar bertugas maksimal dua minggu dan beristirahat dua minggu pula.
“Sejawat yang bertugas langsung di ruang isolasi maksimal bertugas selama 14 hari dan istirahat 14 hari, dan usahakan jangan lagi menangani pasien non-covid.
Kemudian, sejawat dokter umum yang menjumpai pasien dengan keluhan menyerupai flu, seperti batuk, bersin, hidung tersumbat, penciuman terganggu dan batuk harus berpikir bahwa pasien dicurigai covid-19 dan segera rujuk, hindari pemeriksaan yang harus menyentuh pasien langsung," ujarnya.
Wijaya juga terus menekankan kepada masyarakat agar tidak ke Rumah Sakit terlebih dahulu jika tidak ada keluhan yang mendesak.
“Masyarakat usahakan berobat ke RS jika ada keluhan dan tanda-tanda yang emergensi/gawat darurat, misalnya akan melahirkan, sesak nafas, sulit buang air kecil, perdarahan yang banyak dan hebat, patah tulang, stroke dan penurunan kesadaran,” pungkasnya.
100 Kasus Baru Covid-19 di Sumut Rentang 24 Jam
Jumlah kasus Covid-19 di Sumatera Utara masih menunjukkan angka pertambahan cukup tinggi dalam kurun satu hari terakhir.
Tercatat, ada penambahan 100 kasus baru covid-19 di Sumut rentang 24 jam terakhir.
Total, kasus Corona sudah menembus angka 9.468 orang hingga Senin (21/9/2020).
"Kasus positif Covid-19 di Sumut hingga Minggu (20/9/2020) berjumlah 9.368," demikian tertuang dalam data update Covid-19 pada Minggu.
Sementara untuk pasien sembuh bertambah 77 orang, dengan jumlah total mencapai 5.707 orang.
Untuk pasien meninggal bertambah 2 orang, menjadi total 401 orang.
Berikut ini, jumlah kasus Covid-19 hingga hari ini untuk provinsi Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu:
Aceh
Positif: 3694
Sembuh: 1680
Meninggal: 136
Sumut
Positif: 9468
Sembuh: 5708
Meninggal: 401
Sumbar
Positif: 4448
Sembuh: 2303
Meninggal: 94
Riau
Positif: 5448
Sembuh: 2194
Meninggal: 106
Kepri
Positif: 1724
Sembuh: 1174
Meninggal: 56
Jambi
Positif: 386
Sembuh: 256
Meninggal: 8
Bengkulu
Positif: 536
Sembuh: 307
Meninggal: 31
Data Nasional
Pandemi Covid-19 di Indonesia sudah berlangsung lebih dari enam bulan. Berbagai cara sudah dilakukan pemerintah untuk menekan laju penularan, misalnya penerapan pembatasan sosial berskala besar di sejumlah daerah.
Namun, pemerintah menyatakan bahwa penularan virus corona masih terjadi di masyarakat.
Jumlah kasus Covid-19 di Tanah Air pun masih terus bertambah hingga hari ini, Senin (21/9/2020).
Berdasarkan data pemerintah hingga Senin pukul 12.00 WIB, terdapat penambahan 4.176 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.
Sehingga, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia kini mencapai 248.852 orang, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama terinfeksi virus corona pada 2 Maret 2020.
Baca juga: Tenaga Kesehatan Mulai Keletihan, Satgas Covid-19 Minta Tambahan
Informasi ini disampaikan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melalui data yang diterima wartawan pada Senin sore.
Data juga bisa diakses di situs Covid19.go.id, yang memiliki update setiap sore.
Pemerintah berupaya menumbuhkan harapan di tengah melonjaknya kasus Covid-19, dengan memperlihatkan semakin banyaknya pasien yang sembuh.
Dalam sehari, ada penambahan 3.470 pasien Covid-19 yang sembuh dan tidak lagi terinfeksi virus corona.
Mereka dinyatakan sembuh setelah pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) memperlihatkan hasil negatif virus corona.
Penambahan itu menyebabkan total pasien Covid-19 yang sembuh kini mencapai 180.797 orang.
Akan tetapi, masih ada kabar duka dengan kembali bertambahnya pasien Covid-19 yang meninggal dunia.
Pada periode 20 - 21 September 2020, ada penambahan 124 pasien Covid-19 yang tutup usia.
Dengan demikian, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia kini mencapai 9.677 orang.
Selain kasus positif, pemerintah juga mengumumkan bahwa saat ini ada 108.880 orang berstatus suspek.
Sebanyak 4.176 kasus baru Covid-19 itu didapat setelah pemerintah melakukan pemeriksaan 27.525 spesimen dalam sehari.
Pada periode itu ada 24.825 orang yang diambil sampelnya untuk menjalani pemeriksaan spesimen.
Total, pemerintah sudah melakukan pemeriksaan 2.950.173 spesimen terhadap 1.743.000 orang yang diambil sampelnya.
Dengan catatan, satu orang bisa menjalani pemeriksaan spesimen lebih dari satu kali.
Hingga saat ini kasus Covid-19 sudah tercatat di 34 provinsi atau semua provinsi di Indonesia, dari Aceh hingga Papua.
Secara detail, ada 494 kabupaten/kota dari 34 provinsi yang terdampak penularan virus corona.
Jumlah ini bertambah satu wilayah dibandingkan data kemarin.
Ini berarti sudah lebih dari 95 persen wilayah di Indonesia yang terpengaruh pandemi.
(vic/cr/14/t r ibunmedan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kondisi-di-kios-sayur-dan-ikan-pasar-melati-kelurahan-tanjung-selamat-kosong.jpg)