TRIBUN-MEDAN-WIKI: Asal Nama Tapanuli, Daerah yang Sempat Jadi Rebutan Inggris dan Belanda
Tapanuli merupakan suatu kawasan yang berada di wilayah administrasi pemerintahan provinsi tingkat I Sumatera Utara.
Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmarul Akhyar
TRIBUN-MEDAN-WIKI.com - Tapanuli merupakan suatu kawasan yang berada di wilayah administrasi pemerintahan provinsi tingkat I Sumatera Utara.
Istilah Tapanuli ini juga merupakan sebutan identitas masyarakat yang berdiam di daerah tersebut.
Akan tetapi, istilah itu bukan mewakili sebutan untuk satu etnis ataupun suku bangsa, karena di kawasan Tapanuli itu terdapat berbagai suku bangsa.
Dalam buku Sejarah Perkembangan Pemerintahan Departemen Dalam Negeri di Propinsi Daerah Tingkat I Sumatera Utara, sejak abad ke 17 dan18, sebagian kawasan Tapanuli ini, terutama bagian pesisir (pantai barat) sempat menjadi perebutan antara Inggris dan Belanda.
Ambisi kedua bangsa itu diwakili badan usaha masing-masing, yaitu EIC dan VOC.
Namun, akhirnya sesuai dengan Traktaat London (1824), maka kawasan ini jatuh ke tangan Bangsa Belanda.
Secara etimologi, istilah “Tapanuli” berasal dari gabungan dua kata bahasa daerah setempat, yaitu “Tapian” dan “Nauli”.
Istilah “Tapian” mengandung arti suatu tempat yang ada airnya dan berfungsi untuk memenuhi kehidupan manusia, seperti pinggir sungai, telaga, pancuran atau pantai.
Kemudian, istilah “na” yang berada di depan “uli” yang sama artinya dengan “yang” atau “nan” dalam bahasa Indonesia. Sedangkan kata “uli” artinya “indah”.
Dengan demikian rangkaian istilah tapian nauli yang kemudian penyebutannya menjadi “Tapanuli” mengandung arti “Teluk Nan Indah.”
Sejarawan Medan, Muhammad Azis Rizky Lubis, meyampaikan Tapanuli dikarunia kondisi geografis yang sangat indah.
Hamparan Bukit Barisan yang ada seperti garis khatulistiwa yang membentang.
Pantai-pantai yang berada di tepian barat tentunya semakin menambah khazanah keindahan dari Tapanuli.
Sesuai dengan namanya, Tapanuli diambil dari 2 kata, yakni "Tapian" dan "Nauli".
Pemberian nama ini diambil dari keadaan geografis yang indah dari Tapanuli tersebut.
Selain indah, pantai-pantai di Tapanuli dulunya sangat ramai didatangi. Baik itu untuk berdagang, atau melihat pemandangan sekitar yang indah.
Kemudian, pada masa kolonial Belanda sejak tahun 1826, pada mulanya termasuk salah satu kawasan yang berada dalam suatu keresidenan Sumatera Barat.
Demikian juga kawasan Sibolga pada saat itu merupakan kawasan Sumbar.
Sumber:
- Buku Sejarah Perkembangan Pemerintahan Departemen Dalam Negeri di Propinsi Daerah Tingkat I Sumatera Utara
- Sejarawan Medan, Muhammad Azis Rizky Lubis
(cr22/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pantai-pulau-kalimantung-di-tapanuli.jpg)