Bocah Silver Tewas Terlindas Truk di Medan, Ketum Komnas PA Sebut Kegagalan Dinas Sosial Daerah
Manusia silver merupakan dampak permasalahan sosial yang menimbulkan sebuah fenomena baru di masyarakat.
Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak (PA) angkat bicara terkait meninggalnya bocah silver Jonatan Sigalingging (10) yang tewas terlindas truk di Jalan Amal Medan Sunggal, Senin (31/8/2020) malam.
Ketua Umum Komnas PA, Arist Merdeka Sirait menyebutkan kejadian tragis tersebut menunjukkan kegagalan Dinas Sosial dalam mengantisipasi persoalan fenomena sosial baru yang terjadi di tengah masyarakat.
"Munculnya masalah ini juga harus dilihat bahwa itu kegagalan dari Dinas Sosial untuk mengantisipasi persoalan-persoalan sosial baru. Nah di samping itu tentunya ada persoalan dengan masyarakat, masyarakat juga harus melihat anak ini menjadi korban, sampai dia mengambil sikap menjadi manusia silver," kata Arist saat dikonfirmasi Tribun, Selasa (1/9/2020).
Ia menegaskan manusia silver merupakan dampak permasalahan sosial yang menimbulkan sebuah fenomena baru di masyarakat dan harus menjadi perhatian serius oleh berbagai kalangan termasuk pemerintah.
• Kondisi Bocah Silver Man Tewas Dilindas Truk di Jalan Amal, Diduga Sopir tak Melihat Distop Korban
"Ya, saya kira ini seharusnya menjadi pelajaran, bukan saja masyarakat, orang tua tetapi, harus menjadi perhatian dinas sosial, karena inikan fenomena baru masalah sosial, kalau dulu ngamen, dulu ngemis dan sebagainya, inikan sudah menjadi fenomenal sosial baru menjadi anak silver atau istilahnya manusia silver," ungkapnya.
Selanjutnya, Arist membeberkan langkah konkret yajg akan dilakukan pihaknya akan mengundang Dinas Sosial Kota Medan membahas fenomena yang terjadi.
"Tentunya korban ini adalah masalah sosial maka mau tidak mau kita mengundang Dinas Sosial sebagai Pemerintah untuk memberikan perhatian terhadap ini, apakah memberikan santunan atau yang terpenting bagaimana sekarang kita mengatasi manusia silver ini," katanya.
• Supir Truk Melarikan Diri Usai Tabrak Bocah Silver di Jalan Amal Medan
Diketahui, di Eropa fenomena manusia silver dijadikan pertunjukan seni dan dilakukan oleh orang dewasa.
"Kalau pengalaman saya, ini dipakai untuk pertunjukan-pertunjukan seni. Kalau di Eropa itu kita lihat ada manusia silver tetapi untuk menghibur dan itu orang dewasa bukan anak-anak," pungkas Arist.(vic/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ketua-perlindungan-anak-arist-merdeka-sirait-tribun-medancom_20150821_092157.jpg)